BerandaTafsirAsh-Shu'araa (26)

Tafsir Ash-Shu'araa (26) — الشعراء

Makkiyah · 227 ayat

Baca · DengarBerkas PDF

طسٓمٓ ﴿١﴾

Ṭā Sīn Mīm. Pembahasan tentang huruf-huruf seperti ini telah dijelaskan dalam permulaan surah Al-Baqarah

تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْكِتَـٰبِ ٱلْمُبِينِ ﴿٢﴾

Inilah ayat-ayat Al-Qur`ān yang menerangkan kebenaran dari yang batil. لعلك بخع نفسك ألا يكونوامؤمنين

لَعَلَّكَ بَـٰخِعٌۭ نَّفْسَكَ أَلَّا يَكُونُوا۟ مُؤْمِنِينَ ﴿٣﴾

Boleh jadi engkau -wahai Rasul- akan membinasakan dirimu sendiri lantaran terlalu bersedih dan terlalu bersungguh- sungguh agar mereka mendapat petunjuk

إِن نَّشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ءَايَةًۭ فَظَلَّتْ أَعْنَـٰقُهُمْ لَهَا خَـٰضِعِينَ ﴿٤﴾

Jika Kami berkehendak menurunkan tanda-tanda kebesaran (mukjizat) Kami dari langit kepada mereka, niscaya Kami akan melakukannya, sehingga kuduk-kuduk mereka senantiasa tunduk terhina kepadanya. Namun, Kami tidak menghendaki demikian sebagai ujian bagi mereka; apakah mereka benar-benar akan beriman dengan perkara gaib?

وَمَا يَأْتِيهِم مِّن ذِكْرٍۢ مِّنَ ٱلرَّحْمَـٰنِ مُحْدَثٍ إِلَّا كَانُوا۟ عَنْهُ مُعْرِضِينَ ﴿٥﴾

Sekali-kali tidaklah datang kepada orang-orang musyrik itu suatu peringatan yang baru diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah beserta bukti yang menunjukkan keesaan dan kebenaran nabi-Nya, melainkan mereka selalu berpaling dari sikap mendengarkan dan membenarkannya

فَقَدْ كَذَّبُوا۟ فَسَيَأْتِيهِمْ أَنۢبَـٰٓؤُا۟ مَا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ ﴿٦﴾

Sungguh mereka telah mendustakan wahyu yang dibawa oleh Rasul mereka, maka kelak akan datang kepada mereka bukti dan kenyataan dari berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan, serta akan diturunkan kepada mereka azab

أَوَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَى ٱلْأَرْضِ كَمْ أَنۢبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوْجٍۢ كَرِيمٍ ﴿٧﴾

Apakah mereka semua akan terus terusan berada dalam kekafiran dan tidak mau memperhatikan bumi, berapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam tumbuh-tumbuhan; yang indah dipandang dan banyak manfaatnya ?

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ﴿٨﴾

Sesungguhnya pada proses penciptaan tetumbuhan dengan berbagai spesiesnya benar-benar terdapat suatu tanda paling jelas akan kekuasaan Tuhan yang menumbuhkannya dengan menghidupkan makhluk yang telah mati, namun لغ ب Al-Qur’an · Tafsir malah kebanyakan mereka sama sekali tidak beriman

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿٩﴾

Namun, sesungguhnya Tuhanmu -wahai Rasul- benar-benar Mahaperkasa yang tidak dikalahkan oleh siapa pun, lagi Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya

وَإِذْ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱئْتِ ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ ﴿١٠﴾

Ingatlah -wahai Rasul- ketika Tuhanmu menyeru Musa dengan memerintahkan padanya untuk pergi mendakwahi kaum yang zalim lantaran kekufuran mereka kepada Allah dan kezaliman mereka memperbudak kaum Musa (Bani Israil)

قَوْمَ فِرْعَوْنَ ۚ أَلَا يَتَّقُونَ ﴿١١﴾

Mereka itu kaum Firaun, agar dia (Nabi Musa) memerintahkan mereka secara lemah lembut dan baik-baik untuk bertakwa kepada Allah dengan cara mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-Nya

قَالَ رَبِّ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ ﴿١٢﴾

Musa berkata, "Sesungguhnya aku takut bila mereka akan mendustakan aku dalam perkara yang aku sampaikan dariMu. ويضيق صدرى ولا ينطلق لسانى فأرسل إلى هرون

وَيَضِيقُ صَدْرِى وَلَا يَنطَلِقُ لِسَانِى فَأَرْسِلْ إِلَىٰ هَـٰرُونَ ﴿١٣﴾

Karena pendustaan mereka itu akan membuat dadaku sempit dan lidahku menjadi kelu untuk berbicara. Oleh sebab itu, utuslah Jibril -'alaihissalām- kepada saudaraku, Harun agar dia menjadi penolong dan pendampingku. ولهم على ذنب فأخاف أن يقتلون

وَلَهُمْ عَلَىَّ ذَنۢبٌۭ فَأَخَافُ أَن يَقْتُلُونِ ﴿١٤﴾

Aku juga pernah bersalah terhadap mereka lantaran aku pernah membunuh seorang Qibṭi, sehingga aku takut bila mereka akan membunuhku.”

قَالَ كَلَّا ۖ فَٱذْهَبَا بِـَٔايَـٰتِنَآ ۖ إِنَّا مَعَكُم مُّسْتَمِعُونَ ﴿١٥﴾

Allah berfirman kepada Musa -'alaihissalām-, "Sekali-kali tidak, mereka tidak akan dapat membunuhmu. Pergilah engkau bersama saudaramu, Harun dengan membawa mukjizat-mukjizat yang membuktikan kebenaran risalah agama kalian berdua karena Kami bersama kalian berdua dengan menolong dan membantu kalian, sembari mendengarkan apa yang kalian dan mereka katakan, sungguh tidak ada satu hal pun darinya yang luput dari Kami.”

فَأْتِيَا فِرْعَوْنَ فَقُولَآ إِنَّا رَسُولُ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿١٦﴾

Datanglah kamu berdua kepada Firaun dan katakanlah kepadanya, "Sesungguhnya Kami adalah dua rasul yang diutus kepadamu oleh Tuhan segala makhluk. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

أَنْ أَرْسِلْ مَعَنَا بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ﴿١٧﴾

Maka lepaskanlah Bani Israil pergi beserta kami.” قال ألم نربك فينا وليدا ولبثت فينا من عمرك سنين

قَالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًۭا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ ﴿١٨﴾

Firaun berkata kepada Musa -'alaihissalām-, "Bukankah kami telah mengasuhmu di tengah-tengah kami ketika kecil dan engkau juga tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu, lalu apakah yang membuat dirimu mengklaim sebagai seorang nabi?

وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ ٱلَّتِى فَعَلْتَ وَأَنتَ مِنَ ٱلْكَـٰفِرِينَ ﴿١٩﴾

Engkau juga telah berbuat suatu kesalahan besar tatkala membunuh seorang Qibṭi karena menolong seorang dari kaummu dan sungguh engkau termasuk golongan orang-orang yang tak tahu balas budi kepadaku."

قَالَ فَعَلْتُهَآ إِذًۭا وَأَنَا۠ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ ﴿٢٠﴾

Musa -'alaihissalām- berkata kepada Firaun dengan mengakui perbuatannya, "Aku telah membunuh orang itu, sedang aku di waktu itu termasuk orang-orang yang jahil dan belum ada wahyu yang turun kepadaku

فَفَرَرْتُ مِنكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِى رَبِّى حُكْمًۭا وَجَعَلَنِى مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿٢١﴾

Lalu aku lari meninggalkan kalian menuju negeri Madyan tatkala aku merasa khawatir kalian akan membunuhku, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu, serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul-Nya yang diutus kepada manusia

وَتِلْكَ نِعْمَةٌۭ تَمُنُّهَا عَلَىَّ أَنْ عَبَّدتَّ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ﴿٢٢﴾

Adapun budi baikmu berupa pemeliharaanmu terhadap diriku tanpa memperbudakku, padahal engkau memperbudak Bani Israil, maka benar-benar merupakan sebuah budi yang engkau berikan padaku, namun hal tersebut tidaklah menghalangiku untuk mendakwahimu.”

قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿٢٣﴾

Firaun lalu bertanya kepada Musa -'alaihissalām-, "Siapa Tuhan seluruh makhluk yang engkau klaim bahwa Dialah yang mengutus dirimu?"

قَالَ رَبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَآ ۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ ﴿٢٤﴾

Musa menjawab, "Tuhan seluruh makhluk adalah pencipta langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya, jika kamu sekalian benar-benar mempercayai bahwa Dialah Tuhan mereka maka sembahlah Dia semata.” لغ ب Al-Qur’an · Tafsir قال لمن حوله ألا تستمعون

قَالَ لِمَنْ حَوْلَهُۥٓ أَلَا تَسْتَمِعُونَ ﴿٢٥﴾

Firaun berkata kepada para pemuka kaumnya yang ada di sekelilingnya, "Apakah kalian tidak mendengarkan jawaban Musa yang penuh dengan klaim dusta?"

قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلْأَوَّلِينَ ﴿٢٦﴾

Musa berkata kepada mereka, "Allahlah Tuhan kalian dan Tuhan nenek moyang kalian yang dahulu.”

قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ ٱلَّذِىٓ أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ لَمَجْنُونٌۭ ﴿٢٧﴾

Firaun berkata, "Sesungguhnya orang yang mengklaim bahwa ia adalah rasul yang diutus kepada kalian benar-benar orang gila, ia tidak tahu bagaimana menjawab dan berkata tentang perkara yang ia sendiri tidak pahami.”

قَالَ رَبُّ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَآ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ ﴿٢٨﴾

Musa berkata, "Allah yang aku seru kalian kepada agama-Nya adalah Tuhan yang menguasai timur dan barat serta apa yang ada di antara keduanya, jika kalian benar-benar memiliki akal yang masih digunakan untuk berpikir.”

قَالَ لَئِنِ ٱتَّخَذْتَ إِلَـٰهًا غَيْرِى لَأَجْعَلَنَّكَ مِنَ ٱلْمَسْجُونِينَ ﴿٢٩﴾

Setelah Firaun merasa kalah dalam beradu argumen dengan Musa, ia berkata, "Sungguh, jika engkau menyembah tuhan selain aku, aku benar-benar akan menjadikan engkau salah seorang yang dipenjara.” قال أولو جئتك بشىء م بين

قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَىْءٍۢ مُّبِينٍۢ ﴿٣٠﴾

Musa berkata kepadanya, "Apakah engkau akan tetap memenjarakanku kendatipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu mukjizat yang membuktikan kebenaranku beserta kebenaran wahyu yang aku bawa dari sisi Allah?"

قَالَ فَأْتِ بِهِۦٓ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ ﴿٣١﴾

Firaun berkata, "Datangkanlah mukjizat yang engkau sebutkan sebagai bukti kebenaran dirimu, jika engkau termasuk orang-orang yang benar dalam memberikan klaim.” فألق عصاه فإذا هى ثعبان م بين

فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ ثُعْبَانٌۭ مُّبِينٌۭ ﴿٣٢﴾

Kemudian Musa pun melemparkan tongkatnya ke tanah, lalu tiba-tiba tongkat itu menjadi ular yang bisa dilihat oleh mata secara jelas

وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِىَ بَيْضَآءُ لِلنَّـٰظِرِينَ ﴿٣٣﴾

Dia juga memasukkan tangannya ke dalam bajunya dalam keadaan biasa, lalu menariknya lagi dalam keadaan putih bersinar, bukan putih pucat. Begitulah yang disaksikan oleh orang-orang yang melihatnya. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir قال للملإ حوله إن هذا لسحرعليم

قَالَ لِلْمَلَإِ حَوْلَهُۥٓ إِنَّ هَـٰذَا لَسَـٰحِرٌ عَلِيمٌۭ ﴿٣٤﴾

Firaun lalu berkata kepada pembesar-pembesar kaumnya yang berada di sekelilingnya, "Sesungguhnya orang ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai. يريد أن يخرجكم من أرضكم بسح ره فماذا تأ مرون

يُرِيدُ أَن يُخْرِجَكُم مِّنْ أَرْضِكُم بِسِحْرِهِۦ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ ﴿٣٥﴾

Dengan sihirnya ini, ia hendak mengusir kalian dari negeri kalian sendiri; maka apakah yang kalian usulkan untuk menghukum orang ini?"

قَالُوٓا۟ أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَٱبْعَثْ فِى ٱلْمَدَآئِنِ حَـٰشِرِينَ ﴿٣٦﴾

Mereka menjawab ucapan Firaun, "Tundalah urusan dia dan saudaranya dan janganlah tergesa-gesa menghukum mereka berdua, serta kirimkanlah orang-orang ke seluruh pelosok negeri Mesir untuk mengumpulkan ahli sihir. يأ توك بكل سحار عليم

يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٍۢ ﴿٣٧﴾

Mereka pasti akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu.”

فَجُمِعَ ٱلسَّحَرَةُ لِمِيقَـٰتِ يَوْمٍۢ مَّعْلُومٍۢ ﴿٣٨﴾

Lalu Firaun mengumpulkan para ahli sihirnya untuk bertanding melawan Musa pada waktu dan tempat yang telah ditentukan. وقيل للناس هل أنتم م جتمعون

وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلْ أَنتُم مُّجْتَمِعُونَ ﴿٣٩﴾

Lalu diserukan kepada orang banyak, "Berkumpullah kamu sekalian untuk menyaksikan siapa yang menang; Musa atau para ahli sihir itu?!

لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ ٱلسَّحَرَةَ إِن كَانُوا۟ هُمُ ٱلْغَـٰلِبِينَ ﴿٤٠﴾

Dengan harapan agar kita semua mengikuti agama dan keyakinan ahli-ahli sihir itu jika mereka menang atas Musa."

فَلَمَّا جَآءَ ٱلسَّحَرَةُ قَالُوا۟ لِفِرْعَوْنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِن كُنَّا نَحْنُ ٱلْغَـٰلِبِينَ ﴿٤١﴾

Tatkala para penyihir datang kepada Firaun untuk bertanding melawan Musa, mereka pun bertanya kepada Firaun, "Apakah kami akan mendapat upah materiil ataupun moril jika kami menang atas Musa?"

قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ إِذًۭا لَّمِنَ ٱلْمُقَرَّبِينَ ﴿٤٢﴾

Firaun berkata kepada mereka, "Ya, kalian pasti mendapatkan upah. Sesungguhnya jika kalian menang atasnya, niscaya kalian akan menjadi orang-orang terdekatku dengan menduduki jabatan-jabatan tinggi." لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

قَالَ لَهُم مُّوسَىٰٓ أَلْقُوا۟ مَآ أَنتُم مُّلْقُونَ ﴿٤٣﴾

Berkatalah Musa kepada mereka untuk menjelaskan bahwa apa yang ia bawa bukanlah sihir, sembari meyakini akan adanya pertolongan Allah, "Lemparkanlah apa yang hendak kalian lemparkan berupa tali temali dan tongkat-tongkat yang kalian pegang.”

فَأَلْقَوْا۟ حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْ وَقَالُوا۟ بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ إِنَّا لَنَحْنُ ٱلْغَـٰلِبُونَ ﴿٤٤﴾

Lalu mereka melemparkan tali-temali dan tongkat-tongkat mereka dan berkata tatkala melemparkannya, "Demi keagungan Firaun! Sesungguhnya kami benar-benar akan menang, sedangkan Musa akan kalah.” فألق موس عصاه فإذا هى تلقف ما يأ فكون

فَأَلْقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ ﴿٤٥﴾

Kemudian Musa melemparkan tongkatnya yang seketika berubah menjadi ular sungguhan, lalu secara tiba-tiba ia menelan benda-benda yang mereka halusinasikan kepada manusia melalui sihir

فَأُلْقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سَـٰجِدِينَ ﴿٤٦﴾

Tatkala para penyihir tersebut menyaksikan tongkat Musa menelan semua yang mereka lempar dengan cara sihir, mereka pun tersungkur sambil bersujud kepada Allah

قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿٤٧﴾

Mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan seluruh makhluk. رب موس وهرون

رَبِّ مُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ ﴿٤٨﴾

Dialah Tuhan Musa dan Harun -'alaihimassalām-.”

قَالَ ءَامَنتُمْ لَهُۥ قَبْلَ أَنْ ءَاذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِى عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ ۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَـٰفٍۢ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٤٩﴾

وأ رجلكم من خلف ولأ صلبنكم أ جمعين Firaun berkata sembari mengingkari keimanan para ahli sihir itu, "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepada kalian untuk beriman?! Sesungguhnya Musa ini benar-benar pemimpin kalian yang mengajarkan sihir kepada kalian, kalian pasti telah bersekongkol untuk mengeluarkan penduduk Mesir dari negeri mereka. Oleh sebab itu, kalian pasti benar-benar akan mengetahui hukuman yang akan aku berikan, aku pasti akan memotong tangan dan kaki kalian dengan bersilangan, yaitu dengan memotong kaki kanan dan tangan kiri atau sebaliknya dan aku pasti akan menyalib kalian semuanya di batang-batang pohon kurma, serta aku tak akan menyisakan seorang pun dari kalian.” لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

قَالُوا۟ لَا ضَيْرَ ۖ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ ﴿٥٠﴾

Para penyihir itu berkata kepada Firaun, "Tidak ada kemudaratan bagi kami dengan semua yang engkau ancamkan berupa pemotongan anggota badan dan salib di dunia ini, sebab siksaanmu pasti akan sirna, sedangkan kami akan kembali kepada Tuhan kami dan Dia akan memasukkan kami ke dalam rahmat-Nya yang kekal

إِنَّا نَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَـٰيَـٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ﴿٥١﴾

Sesungguhnya kami berharap agar Allah menghapus kesalahan yang pernah kami lakukan dahulu karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman kepada Musa dan membenarkannya.”

۞ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِىٓ إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ ﴿٥٢﴾

Kemudian Kami wahyukan kepada Musa dengan memerintahkannya pergi membawa Bani Israil pada malam hari sebab Firaun dan pengikutnya pasti akan mengejar mereka untuk mengembalikan mereka (ke Mesir)

فَأَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِى ٱلْمَدَآئِنِ حَـٰشِرِينَ ﴿٥٣﴾

Kemudian Firaun mengirimkan sebagian bala tentaranya ke seluruh pelosok negeri untuk mengumpulkan bala tentaranya dengan tujuan mengembalikan Bani Israil (ke Mesir) tatkala ia mengetahui pergerakan mereka keluar dari Mesir

إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ لَشِرْذِمَةٌۭ قَلِيلُونَ ﴿٥٤﴾

Sambil menganggap remeh Bani Israil, Firaun berkata, "Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil lagi sedikit jumlahnya

وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَآئِظُونَ ﴿٥٥﴾

Namun, mereka malah membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, وإنا لجميع حذرون

وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَـٰذِرُونَ ﴿٥٦﴾

Sesungguhnya kita semua selalu berjaga-jaga untuk menghadang mereka.” فأخرجنهم من جنت وعيون

فَأَخْرَجْنَـٰهُم مِّن جَنَّـٰتٍۢ وَعُيُونٍۢ ﴿٥٧﴾

Lalu Kami pun mengeluarkan Firaun dan kaumnya dari negeri Mesir yang memiliki taman-taman indah dan mata air yang terus mengalir deras. وكنوز ومقام كريم

وَكُنُوزٍۢ وَمَقَامٍۢ كَرِيمٍۢ ﴿٥٨﴾

Ia juga merupakan negeri yang memiliki perbendaharaan harta dan rumah-rumah yang indah. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

كَذَٰلِكَ وَأَوْرَثْنَـٰهَا بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ﴿٥٩﴾

Sebagaimana Kami mengeluarkan Firaun dan kaumnya dari berbagai kenikmatan ini, maka setelah mereka Kami anugerahkan kenikmatan seperti itu kepada Bani Israil di negeri Syam. فأ تبعوهم م شرقين

فَأَتْبَعُوهُم مُّشْرِقِينَ ﴿٦٠﴾

Lalu Firaun dan bala tentaranya pun mengejar Bani Israil di waktu matahari terbit

فَلَمَّا تَرَٰٓءَا ٱلْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَـٰبُ مُوسَىٰٓ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ ﴿٦١﴾

Setelah Firaun dan kaumnya saling berdekatan dengan Musa dan kaumnya, yaitu dalam keadaan kedua golongan ini sudah saling melihat, para pengikut Musa berkata, "Sungguh Firaun dan bala tentaranya pasti akan menyusul kita semua dan kita tidak akan bisa menghindarkan diri dari mereka.”

قَالَ كَلَّآ ۖ إِنَّ مَعِىَ رَبِّى سَيَهْدِينِ ﴿٦٢﴾

Musa berkata kepada kaumnya, "Sungguh apa yang kalian bayangkan tidak akan terjadi karena Tuhanku selalu besertaku untuk membantu dan menolongku, Dia akan memberiku petunjuk kepada jalan keselamatan.”

فَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱضْرِب بِّعَصَاكَ ٱلْبَحْرَ ۖ فَٱنفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍۢ كَٱلطَّوْدِ ٱلْعَظِيمِ ﴿٦٣﴾

Lalu Kami wahyukan kepada Musa dengan memerintahkannya untuk memukul laut dengan tongkatnya, lalu ia pun memukulkannya, sehingga terbelahlah lautan itu dan berubah menjadi dua belas jalan sesuai jumlah kabilah Bani Israil, tiap-tiap belahan lautan tersebut seperti gunung yang besar dalam hal ukuran dan kekokohannya sehingga air tidak bisa mengalir darinya

وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ ٱلْـَٔاخَرِينَ ﴿٦٤﴾

Lalu Kami dekatkan Firaun dan kaumnya kepada mereka hingga mereka masuk ke dalam belahan lautan tersebut dengan menyangka bahwa jalan tersebut sanggup mereka telusuri. وأنجينا موس ومن م عه أجمعين

وَأَنجَيْنَا مُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ أَجْمَعِينَ ﴿٦٥﴾

Kami lalu menyelamatkan Musa dan semua Bani Israil yang bersamanya, tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa

ثُمَّ أَغْرَقْنَا ٱلْـَٔاخَرِينَ ﴿٦٦﴾

Lalu Kami binasakan Fir'aun dan kaumnya dengan ditenggelamkan ke dalam lautan itu. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ﴿٦٧﴾

Sesungguhnya pada peristiwa terbelahnya lautan di hadapan Musa dan keselamatan dirinya, serta kebinasaan Firaun dan kaumnya benar-benar merupakan bukti kebenaran Musa, tetapi kebanyakan orang yang bersama Firaun itu tidaklah beriman

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿٦٨﴾

Sesungguhnya Tuhanmu -wahai Rasul- benar-benar Dialah Mahaperkasa yang membalas kejahatan para musuh- musuh-Nya, lagi Maha Penyayang terhadap mereka yang bertobat

وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ إِبْرَٰهِيمَ ﴿٦٩﴾

Bacakanlah kepada mereka -wahai Rasul- tentang kisah Ibrahim. إذ قال لأبيه وقومه ما تعبدون

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٧٠﴾

Ketika ia berkata kepada bapaknya, Āzar dan kaumnya, "Apakah yang kalian sembah selain Allah itu?" قالوا نعبد أصناما فنظل لها عكفين

قَالُوا۟ نَعْبُدُ أَصْنَامًۭا فَنَظَلُّ لَهَا عَـٰكِفِينَ ﴿٧١﴾

Kaumnya menjawab, "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun dan tetap menyembahnya.” قال هل يسمعونكم إذ تدعون

قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ ﴿٧٢﴾

Ibrahim berkata kepada mereka, "Apakah berhala-berhala itu mendengar doa-doa kalian sewaktu kalian berdoa kepadanya? أو ينفعونكم أو يضر ون

أَوْ يَنفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ ﴿٧٣﴾

Atau dapatkah mereka memberi kalian manfaat bila kalian menaati mereka atau memberi kalian mudarat bila kalian tidak menaati mereka?"

قَالُوا۟ بَلْ وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا كَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ ﴿٧٤﴾

Mereka menjawab, "Mereka sama sekali tidak mendengar suara kami tatkala kami berdoa kepada mereka, mereka juga tidak memberi kami manfaat bila kami menaati mereka, serta tidak member kami mudharat bila kami tidak menaati mereka, akan tetapi sebenarnya kami hanya mendapati nenek moyang kami berbuat demikian, maka kami pun mengikuti perbuatan mereka tersebut". قال أفرءيتم م اكنتم تعبدون

قَالَ أَفَرَءَيْتُم مَّا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ ﴿٧٥﴾

Ibrahim berkata, "Apakah kalian telah memperhatikan apa yang selalu kalian sembah selain Allah berupa patung- patung itu? لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُمُ ٱلْأَقْدَمُونَ ﴿٧٦﴾

Serta apa yang disembah oleh nenek moyang kalian yang dahulu?و

فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّۭ لِّىٓ إِلَّا رَبَّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿٧٧﴾

Sesungguhnya mereka semua adalah musuhku karena semuanya hanyalah kebatilan, kecuali Allah yang merupakan Tuhan seluruh makhluk

ٱلَّذِى خَلَقَنِى فَهُوَ يَهْدِينِ ﴿٧٨﴾

Dialah Tuhan yang telah menciptakan aku, kemudian Dia yang menunjukkan kepadaku kebaikan dunia dan akhirat

وَٱلَّذِى هُوَ يُطْعِمُنِى وَيَسْقِينِ ﴿٧٩﴾

Dia sendirilah juga yang memberiku makan tatkala aku lapar dan memberiku minum tatkala aku dahaga. وإ ذا مرضت فهو يشفين

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ ﴿٨٠﴾

Apabila aku sakit, Dialah satu-satunya yang menyembuhkanku, tidak ada penyembuh bagiku selain-Nya

وَٱلَّذِى يُمِيتُنِى ثُمَّ يُحْيِينِ ﴿٨١﴾

Dia sendirilah yang juga akan mematikanku bila ajalku telah tiba dan kemudian Dia akan menghidupkanku kembali setelah aku mati

وَٱلَّذِىٓ أَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لِى خَطِيٓـَٔتِى يَوْمَ ٱلدِّينِ ﴿٨٢﴾

Dia pulalah yang amat kuharapkan untuk mengampuni dosa-dosaku pada hari pembalasan kelak

رَبِّ هَبْ لِى حُكْمًۭا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّـٰلِحِينَ ﴿٨٣﴾

Ibrahim lalu berdoa kepada Tuhannya, "Wahai Tuhanku! Berikanlah kepadaku pemahaman tentang agama-Mu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh dari kalangan para nabi sebelumku dengan memasukkanku ke dalam surga bersama mereka

وَٱجْعَل لِّى لِسَانَ صِدْقٍۢ فِى ٱلْـَٔاخِرِينَ ﴿٨٤﴾

Jadikanlah diriku sebagai buah tutur dan pujian yang baik bagi orang-orang yang datang dalam kurun-kurun setelahku. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

وَٱجْعَلْنِى مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ ﴿٨٥﴾

Jadikanlah pula aku termasuk orang-orang yang mewarisi istana-istana surga yang di dalamnya hamba-hamba-Mu yang mukmin meraih berbagai kenikmatan, serta tempatkanlah aku di dalamnya

وَٱغْفِرْ لِأَبِىٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ ﴿٨٦﴾

Ampunilah ayahku karena sesungguhnya ia termasuk orang-orang yang sesat dari kebenaran lantaran berbuat kesyirikan.” Ibrahim mendoakan ayahnya sebelum mengetahui bahwa ayahnya merupakan salah seorang penghuni neraka Jaḥīm. Setelah beliau mengetahui hal ini secara jelas, beliau pun berlepas diri dari ayahnya dan tidak lagi mendoakannya. ولا تخزنى يوم يبعثون

وَلَا تُخْزِنِى يَوْمَ يُبْعَثُونَ ﴿٨٧﴾

“Janganlah pula Engkau permalukan aku dengan mengazabku pada hari manusia dibangkitkan untuk menjalani proses hisab. يوم لا ينفع مال ولا بنون

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌۭ وَلَا بَنُونَ ﴿٨٨﴾

Yaitu pada hari harta yang telah dikumpulkan manusia ketika di dunia dahulu tidak lagi berguna dan anak laki-laki tidak lagi bisa memberikan pertolongan

إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍۢ سَلِيمٍۢ ﴿٨٩﴾

Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, yaitu orang yang tidak melakukan kesyirikan, kemunafikan, ria, dan kesombongan sebab ia akan mendapatkan manfaat dari harta yang ia infakkan di jalan Allah dan dari doa anak-anaknya yang selalu mendoakan dirinya."

وَأُزْلِفَتِ ٱلْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ ﴿٩٠﴾

Ketika itu surga pun didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya

وَبُرِّزَتِ ٱلْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ ﴿٩١﴾

Di padang mahsyar kelak diperlihatkan neraka secara jelas kepada orang-orang yang sesat, yaitu orang-orang yang tersesat dari jalan kebenaran. وقيل لهم أين ما كنتم تعبدون

وَقِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ ﴿٩٢﴾

Dikatakan kepada mereka sebagai bentuk celaan, "Di manakah sesembahan kalian berupa berhala-berhala yang dahulu kalian selalu menyembahnya? لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

مِن دُونِ ٱللَّهِ هَلْ يَنصُرُونَكُمْ أَوْ يَنتَصِرُونَ ﴿٩٣﴾

Yaitu yang kalian sembah selain Allah? Dapatkah mereka menolong kalian dengan cara menghalangi azab Allah dari kalian atau apakah mereka hanya menolong diri mereka sendiri?"

فَكُبْكِبُوا۟ فِيهَا هُمْ وَٱلْغَاوُۥنَ ﴿٩٤﴾

Maka mereka, yaitu golongan yang disesatkan dan yang menyesatkan dilemparkan ke dalam neraka, sebagian mereka di atas sebagian yang lain, وجنود إ بليس أجمعون

وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُونَ ﴿٩٥﴾

Demikian juga bala tentara Iblis dari kalangan setan semuanya, tidak ada satu pun yang disisakan. قالوا وهم فيها يختصمون

قَالُوا۟ وَهُمْ فِيهَا يَخْتَصِمُونَ ﴿٩٦﴾

Orang-orang musyrik yang dahulu menyembah selain Allah dan mengambil sekutu-sekutu selain-Nya berkata dalam kondisi saling bertengkar dengan sesembahan-sesembahan mereka dahulu kala,

تَٱللَّهِ إِن كُنَّا لَفِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍ ﴿٩٧﴾

"Demi Allah! Sungguh kami dahulu di dunia berada dalam kesesatan yang nyata dari kebenaran

إِذْ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿٩٨﴾

Hal itu terjadi karena kami menjadikan kalian seperti Tuhan seluruh makhluk, sehingga kami pun menyembah kalian sebagaimana kami menyembah-Nya

وَمَآ أَضَلَّنَآ إِلَّا ٱلْمُجْرِمُونَ ﴿٩٩﴾

Tiadalah yang menyesatkan kami dari jalan kebenaran kecuali orang-orang berdosa yang menyeru kami agar beribadah kepada selain Allah. فما لنا من شفعين

فَمَا لَنَا مِن شَـٰفِعِينَ ﴿١٠٠﴾

Kini kami tidak mempunyai pemberi syafaat yang bisa menolong kami di sisi Allah agar ia menyelamatkan kami dari azab-Nya. ولا صديق حميم

وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٍۢ ﴿١٠١﴾

Kami tidak pula mempunyai teman akrab yang mencintai kami dan bisa membela dan memberikan kami syafaat, لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

فَلَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةًۭ فَنَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ﴿١٠٢﴾

Sungguh, sekiranya kami dapat kembali sekali lagi ke dunia niscaya kami akan menjadi orang-orang yang beriman kepada Allah."

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ﴿١٠٣﴾

Sesungguhnya pada apa yang disebutkan sebelumnya berupa kisah Ibrahim -'alaihissalām- dan tempat kembalinya orang-orang mendustakan Allah; benar-benar terdapat pelajaran bagi yang mau mengambil pelajaran, akan tetapi kebanyakan mereka tidaklah beriman

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿١٠٤﴾

Sesungguhnya Tuhanmu -wahai Rasul- benar-benar Mahaperkasa yang membalas kejahatan para musuh-musuh-Nya, lagi Maha Penyayang kepada orang-orang yang bertobat di kalangan mereka

كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿١٠٥﴾

Kaum Nuh telah mendustakan para rasul tatkala mereka mendustakan Nabi Nuh -'alaihissalām-. إذ قال لهم أخوهم نوح ألا تتقون

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿١٠٦﴾

Yaitu ketika Nuh yang merupakan saudara senasab mereka berkata kepada mereka, "Mengapa kalian tidak bertakwa kepada Allah dengan meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya sebagai bentuk rasa takut kepada-Nya? إنى لكم رسول أمين

إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ ﴿١٠٧﴾

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul yang diutus oleh Allah kepada kalian, lagi terpercaya yang tidak menambah dan mengurangi wahyu yang disampaikan-Nya padaku

فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿١٠٨﴾

Oleh sebab itu, bertakwalah kepada Allah dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan taatilah aku dalam perkara yang aku perintahkan dan yang aku larang atas kalian

وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿١٠٩﴾

Aku sekali-kali tidak meminta upah dari kalian atas penyampaian wahyu dari Tuhanku karena upahku tidak lain hanyalah dari Allah, Tuhan segala makhluk, bukan dari selain-Nya

فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿١١٠﴾

Oleh sebab itu, bertakwalah kalian kepada Allah dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan taatilah aku dalam perkara yang aku perintahkan dan larang atas kalian.” لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

۞ قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلْأَرْذَلُونَ ﴿١١١﴾

Kaumnya berkata kepadanya, "Apakah kami akan beriman kepadamu -wahai Nuh- dan mengikuti dan mengamalkan apa yang engkau bawa, padahal faktanya yang mengikutmu hanyalah orang-orang yang hina di kalangan manusia dan tidak ada di antara mereka seorang pemuka dan pemilik kemuliaan pun?." قال وما علمى بما كانوا يعملون

قَالَ وَمَا عِلْمِى بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ﴿١١٢﴾

Nuh -'alaihissalām- lalu berkata kepada mereka, "Bagaimana aku mengetahui apa yang orang-orang beriman itu kerjakan? Aku bukanlah pengurus seluruh urusan mereka dengan menghitung segala amalan mereka

إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّى ۖ لَوْ تَشْعُرُونَ ﴿١١٣﴾

Perhitungan amal perbuatan mereka tidak lain hanyalah kepada Allah yang lebih mengetahui perkara batin dan perkara lahir mereka, dan bukan kepadaku, sungguh jikalau kalian menyadari niscaya kalian tidak akan melontarkan ucapan kalian itu

وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ﴿١١٤﴾

Aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman dari majelisku demi untuk memenuhi permintaan kalian agar kalian beriman. إ ن أنا إ ل انذير م بين

إِنْ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٌۭ مُّبِينٌۭ ﴿١١٥﴾

Aku ini tidak lain hanyalah pemberi peringatan yang nyata agar memperingatkan kalian akan azab Allah."

قَالُوا۟ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ يَـٰنُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمَرْجُومِينَ ﴿١١٦﴾

Kaumnya lalu berkata kepadanya, "Sungguh jika engkau tidak mau berhenti dari menyampaikan seruanmu itu kepada kami, niscaya engkau benar-benar akan termasuk orang yang dihina dan dibunuh dengan lemparan bebatuan". قال رب إن قومى كذبون

قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوْمِى كَذَّبُونِ ﴿١١٧﴾

Nuh berdoa kepada Tuhannya, "Wahai Tuhanku! Sesungguhnya kaumku telah mendustakanku dan sama sekali tidak membenarkanku terkait apa yang aku bawa dari sisi-Mu

فَٱفْتَحْ بَيْنِى وَبَيْنَهُمْ فَتْحًۭا وَنَجِّنِى وَمَن مَّعِىَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ﴿١١٨﴾

Oleh sebab itu, tetapkanlah antara diriku dan mereka suatu keputusan yang akan membinasakan mereka lantaran bersikeras di atas kebatilan dan selamatkanlah aku serta orang-orang mukmin yang bersamaku dari azab yang menimpa orang-orang kafir dari kaumku." لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

فَأَنجَيْنَـٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ ﴿١١٩﴾

Lalu Kami pun memenuhi permohonannya dan menyelamatkan dirinya dan orang-orang mukmin yang menyertainya di dalam kapal yang penuh muatan manusia dan hewan

ثُمَّ أَغْرَقْنَا بَعْدُ ٱلْبَاقِينَ ﴿١٢٠﴾

Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal yaitu kaum Nuh yang kafir

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ﴿١٢١﴾

Sesungguhnya pada yang disebutkan itu berupa kisah Nuh dan kaumnya, selamatnya Nuh beserta orang-orang mukmin yang bersamanya, serta binasanya orang-orang kafir dari kalangan kaumnya benar-benar terdapat pelajaran bagi yang ingin memetik pelajaran darinya, akan tetapi kebanyakan mereka tidaklah beriman

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿١٢٢﴾

Sesungguhnya Tuhanmu -wahai Rasul- benar-benar Mahaperkasa yang membalas kejahatan para musuh-musuh-Nya, lagi Maha Penyayang terhadap orang-orang yang bertobat di antara mereka

كَذَّبَتْ عَادٌ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿١٢٣﴾

Kaum 'Ād telah mendustakan para rasul tatkala mereka mendustakan rasul mereka, Hud -'alaihissalām-. إذ قال لهم أخوهم هود ألا تتقون

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿١٢٤﴾

Ingatlah ketika saudara senasab mereka, Hud berkata kepada mereka, "Mengapa kalian tidak bertakwa kepada Allah dengan meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya karena takut kepada-Nya? إنى لكم رسول أمين

إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ ﴿١٢٥﴾

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul yang diutus oleh Allah kepada kalian, lagi seorang yang terpercaya yang tidak menambah dan mengurangi wahyu Allah yang diperintahkan atasku untuk menyampaikannya kepada kalian

فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿١٢٦﴾

Oleh sebab itu, bertakwalah kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan taatilah aku dalam perkara yang aku perintahkan dan yang aku larang atas kalian

وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿١٢٧﴾

Aku sekali-kali tidak meminta upah dari kalian terkait penyampaian wahyu dari Tuhanku karena upahku tidak lain hanyalah dari Allah, Tuhan segala makhluk, bukan dari selain-Nya. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir أتبنون بكل ريع ءاية تعبثون

أَتَبْنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ ءَايَةًۭ تَعْبَثُونَ ﴿١٢٨﴾

Apakah kalian mendirikan pada tiap-tiap dataran tinggi bangunan-bangunan untuk hal yang sia-sia saja tanpa memiliki manfaat sama sekali dalam perkara dunia dan akhirat kalian? وتتخذون مصانع لعل كم تخلدون

وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُونَ ﴿١٢٩﴾

Kalian juga malah membuat benteng-benteng dan istana-istana seakan-akan kalian menginginkan kekekalan di atas dunia ini dan tidak akan berpindah darinya?! وإ ذا بطشتم بطشتم جبارين

وَإِذَا بَطَشْتُم بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ ﴿١٣٠﴾

Apabila kalian menyiksa, baik dengan pembunuhan atau pukulan maka kalian menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis, tanpa memiliki rasa belas dan kasih

فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿١٣١﴾

Bertakwalah kalian kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan taatilah aku dalam perkara yang aku perintahkan dan yang aku larang atas kalian

وَٱتَّقُوا۟ ٱلَّذِىٓ أَمَدَّكُم بِمَا تَعْلَمُونَ ﴿١٣٢﴾

Takutlah kalian dari kemurkaan Allah yang telah menganugerahkan kepada kalian berbagai nikmat yang kalian ketahui. أمد كم بأ نعم وبنين

أَمَدَّكُم بِأَنْعَـٰمٍۢ وَبَنِينَ ﴿١٣٣﴾

Dia telah menganugerahkan kalian binatang ternak dan juga menganugerahkan kalian anak-anak. وجنت وعيون

وَجَنَّـٰتٍۢ وَعُيُونٍ ﴿١٣٤﴾

Dia juga menganugerahkan kalian kebun-kebun dan mata air yang mengalir deras

إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍۢ ﴿١٣٥﴾

Sesungguhnya aku sangat khawatir bila kalian -wahai kaumku- akan mendapatkan azab pada hari yang besar, yaitu hari Kiamat kelak."

قَالُوا۟ سَوَآءٌ عَلَيْنَآ أَوَعَظْتَ أَمْ لَمْ تَكُن مِّنَ ٱلْوَٰعِظِينَ ﴿١٣٦﴾

Kaumnya lalu berkata kepadanya, "Sama saja bagi kami, baik ada peringatan yang engkau sampaikan ataupun tidak ada sebab kami tidak akan pernah beriman kepadamu dan kami tidak akan meninggalkan segala apa yang kami yakini. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا خُلُقُ ٱلْأَوَّلِينَ ﴿١٣٧﴾

Agama yang kami anut ini tidak lain hanyalah agama, adat kebiasaan, dan akhlak orang-orang dahulu. وما نحن بمعذ بين

وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ ﴿١٣٨﴾

Sebab itu, kami sekali-kali tidak akan diazab."

فَكَذَّبُوهُ فَأَهْلَكْنَـٰهُمْ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ﴿١٣٩﴾

Mereka pun terus-menerus mendustakan Nabi mereka, Hud -'alaihissalām-, lalu Kami binasakan mereka lantaran pendustaan mereka dengan mengirimkan angin kencang. Sesungguhnya dalam kebinasaan mereka terdapat pelajaran bagi orang yang ingin mengambil pelajaran, akan tetapi kebanyakan mereka tidak beriman

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿١٤٠﴾

Sesungguhnya Tuhanmu -wahai Rasul- benar-benar Mahaperkasa yang membalas kejahatan para musuh-musuh-Nya, lagi Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang bertobat

كَذَّبَتْ ثَمُودُ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿١٤١﴾

Kaum Ṡamūd telah mendustakan para rasul tatkala mereka mendustakan nabi mereka, Saleh -'alaihissalām-. إذ قال لهم أخوهم صلح ألا تتقون

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَـٰلِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿١٤٢﴾

Ketika saudara senasab mereka, Saleh berkata kepada mereka, "Mengapa kalian tidak bertakwa kepada Allah dengan meninggalkan ibadah kepada selain-Nya sebagai bentuk rasa takut kalian kepada-Nya? إنى لكم رسول أمين

إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ ﴿١٤٣﴾

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul yang diutus oleh Allah kepada kalian, lagi terpercaya yang tidak menambah dan mengurangi wahyu yang disampaikan-Nya padaku

فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿١٤٤﴾

Oleh sebab itu, bertakwalah kalian kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan taatilah aku dalam perkara yang aku perintahkan dan yang aku larang atas kalian

وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿١٤٥﴾

Aku sekali-kali tidak meminta upah dari kalian terkait penyampaian wahyu dari Tuhanku karena upahku tidak lain hanyalah dari Allah, Tuhan segala makhluk, bukan dari selain-Nya. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

أَتُتْرَكُونَ فِى مَا هَـٰهُنَآ ءَامِنِينَ ﴿١٤٦﴾

Apakah kalian berharap akan dibiarkan tinggal dinegeri kalian ini dengan merasakan berbagai karunia dan kenikmatan, dalam keadaan aman, dan jauh dari rasa takut?! فى جنت وعيون

فِى جَنَّـٰتٍۢ وَعُيُونٍۢ ﴿١٤٧﴾

Di dalam kebun-kebun serta mata air yang mengalir deras. وزروع ونخل طلعها هضيم

وَزُرُوعٍۢ وَنَخْلٍۢ طَلْعُهَا هَضِيمٌۭ ﴿١٤٨﴾

Dan, tanam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang buah-buahannya lembut lagi matang

وَتَنْحِتُونَ مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًۭا فَـٰرِهِينَ ﴿١٤٩﴾

Kalian juga memahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah sebagai tempat tinggal kalian, sedang kalian sangat ahli dalam pahatan itu

فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿١٥٠﴾

Sebab itu, bertakwalah kalian kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan taatilah aku dalam perkara yang aku perintahkan dan yang aku larang atas kalian

وَلَا تُطِيعُوٓا۟ أَمْرَ ٱلْمُسْرِفِينَ ﴿١٥١﴾

Janganlah kalian menaati perintah orang-orang yang melewati batas atas diri mereka sendiri dengan melakukan berbagai kemaksiatan

ٱلَّذِينَ يُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ ﴿١٥٢﴾

Mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi dengan menyebarkan berbagai maksiat dan tidak mengadakan perbaikan pada diri mereka sendiri dengan konsisten melakukan ketaatan kepada Allah."

قَالُوٓا۟ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلْمُسَحَّرِينَ ﴿١٥٣﴾

Kaumnya lalu berkata kepadanya, "Sesungguhnya engkau adalah salah seorang yang selalu terkena sihir sehingga sihir itu mendominasi akal pikiran mereka dan menghilangkannya

مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٌۭ مِّثْلُنَا فَأْتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ ﴿١٥٤﴾

Engkau tidak lain hanyalah seorang manusia biasa seperti kami, dirimu tidak memiliki keistimewaan lebih dari kami yang membuatmu menjadi rasul. Datangkanlah suatu mukjizat dan bukti yang menunjukkan kerasulanmu jika engkau memang termasuk orang-orang yang benar dalam klaimmu bahwa engkau seorang rasul." لغ ب Al-Qur’an · Tafsir قال هذه ناقة لها شرب ولكم شرب يوم م علوم

قَالَ هَـٰذِهِۦ نَاقَةٌۭ لَّهَا شِرْبٌۭ وَلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍۢ مَّعْلُومٍۢ ﴿١٥٥﴾

Saleh lalu berkata kepada mereka setelah Allah memberikan padanya tanda kebenarannya berupa unta betina yang Allah keluarkan dari sebongkah batu besar, "Ini seekor unta betina yang bisa dilihat dan disentuh, ia mempunyai kebutuhan air dan kalian juga mempunyai kebutuhan air yang telah ditentukan, sebab itu ia tidak akan minum pada hari yang menjadi giliran kalian mengambil air dan kalian juga hendaknya jangan mengambil air pada hari yang menjadi gilirannya untuk minum

وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍۢ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيمٍۢ ﴿١٥٦﴾

Janganlah kalian berbuat jahat terhadap unta tersebut dengan meyembelih atau memukulnya, sehingga kalian akan ditimpa azab Allah yang membinasakan kalian pada hari yang besar karena di dalamnya akan turun azab kepada kalian." فعقروها فأ ص بحوا ندمين

فَعَقَرُوهَا فَأَصْبَحُوا۟ نَـٰدِمِينَ ﴿١٥٧﴾

Namun, mereka ternyata bersekongkol untuk menyembelihnya, maka ia pun disembelih oleh orang yang paling celaka di antara mereka, sehingga mereka pun menyesali perbuatan mereka tersebut ketika yakin bahwa azab Allah itu pasti menimpa mereka dan tidak akan bisa dihindari. Tetapi, sungguh penyesalan tatkala menyaksikan turunnya azab sama sekali tidak memberikan manfaat

فَأَخَذَهُمُ ٱلْعَذَابُ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ﴿١٥٨﴾

Mereka pun ditimpa azab yang telah diperingatkan pada mereka berupa gempa dan teriakan keras. Sesungguhnya apa yang disebutkan berupa kisah Saleh dan kaumnya terdapat pelajaran bagi mereka yang benar-benar ingin mengambil pelajaran darinya, akan tetapi kebanyakan mereka tidaklah beriman

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿١٥٩﴾

Sesungguhnya Tuhanmu -wahai Rasul- benar-benar Mahaperkasa yang membalas kejahatan para musuh-musuh-Nya, lagi Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang bertobat

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿١٦٠﴾

Kaum Lut telah mendustakan para rasul karena mereka mendustakan nabi mereka, Lut -'alaihissalām-. إذ قال لهم أخوهم لوط ألا تتقون

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿١٦١﴾

Tatkala saudara senasab mereka, Lut berkata kepada mereka, "Mengapa kalian tidak bertakwa kepada Allah dengan meninggalkan berbagai kesyirikan sebagai bentuk rasa takut kepada-Nya? لغ ب Al-Qur’an · Tafsir إنى لكم رسول أمين

إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ ﴿١٦٢﴾

Sesungguhnya aku adalah seorang sasul yang diutus oleh Allah kepada kalian, lagi terpercaya yang tidak menambah dan mengurangi wahyu yang disampaikan-Nya padaku

فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿١٦٣﴾

Oleh sebab itu, bertakwalah kalian kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan taatilah aku dalam perkara yang aku perintahkan dan yang aku larang atas kalian

وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿١٦٤﴾

Aku sekali-kali tidak meminta upah dari kalian terkait penyampaian wahyu dari Tuhanku karena upahku tidak lain hanyalah dari Allah, Tuhan segala makhluk, bukan dari selain-Nya

أَتَأْتُونَ ٱلذُّكْرَانَ مِنَ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿١٦٥﴾

Mengapa kalian mendatangi jenis lelaki di antara manusia dengan mendatangi mereka lewat dubur-dubur mereka?,

وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُم مِّنْ أَزْوَٰجِكُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ ﴿١٦٦﴾

Lalu mengapa kalian meninggalkan makhluk yang diciptakan oleh Allah untuk pemenuhan syahwat kalian, yaitu istri- istri kalian? Bahkan, kalian adalah orang-orang yang melampaui batas aturan Allah dengan adanya sifat kelainan dan kemungkaran kalian ini."

قَالُوا۟ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ يَـٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُخْرَجِينَ ﴿١٦٧﴾

Kaumnya lalu berkata kepadanya, "Wahai Lut! Jika engkau tidak berhenti melarang dan mengingkari kami dari melakukan perbuatan ini, niscaya engkau dan orang-orang yang mengikutimu termasuk orang-orang yang akan diusir dari negeri kami ini."

قَالَ إِنِّى لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلْقَالِينَ ﴿١٦٨﴾

Lut berkata kepada mereka, "Sesungguhnya aku termasuk orang yang sangat benci dan memurkai perbuatan maksiat yang kalian lakukan ini." رب نجنى وأهلى مما يعملون

رَبِّ نَجِّنِى وَأَهْلِى مِمَّا يَعْمَلُونَ ﴿١٦٩﴾

Ia lalu berdoa kepada Tuhannya, "Wahai Tuhanku! Selamatkanlah aku beserta keluargaku dari azab yang akan menimpa mereka lantaran kemungkaran yang mereka lakukan." فنج ينه وأ هله أ جمعين

فَنَجَّيْنَـٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ أَجْمَعِينَ ﴿١٧٠﴾

Lalu Kami pun mengabulkan doanya, Kami selamatkan ia beserta seluruh keluarganya. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

إِلَّا عَجُوزًۭا فِى ٱلْغَـٰبِرِينَ ﴿١٧١﴾

Kecuali istrinya yang memang termasuk orang yang kafir, sehingga ia pun termasuk dalam golongan yang binasa

ثُمَّ دَمَّرْنَا ٱلْـَٔاخَرِينَ ﴿١٧٢﴾

Kemudian ketika Lut dan keluarganya keluar dari negeri Sodom, Kami binasakan kaumnya yang tinggal di sana dengan sebesar-besarnya kebinasaan

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِم مَّطَرًۭا ۖ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلْمُنذَرِينَ ﴿١٧٣﴾

Kami menghujani mereka dengan hujan batu dari langit seperti halnya menurunkan air hujan, maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan dan diancam oleh Lut dari azab Allah sebab mereka terus menerus berada dalam kebiasaan mereka mengerjakan berbagai kemungkaran

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ﴿١٧٤﴾

Sesunguhnya pada yang disebutkan itu berupa azab yang ditimpakan kepada kaum Lut karena perbuatan keji mereka, benar-benar terdapat pelajaran bagi yang ingin mengambil pelajaran darinya, akan tetapi kebanyakan mereka tidaklah beriman

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿١٧٥﴾

Sesungguhnya Tuhanmu -wahai Rasul- benar-benar Mahaperkasa yang membalas kejahatan para musuh-musuh-Nya, lagi Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang bertobat

كَذَّبَ أَصْحَـٰبُ لْـَٔيْكَةِ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿١٧٦﴾

Penduduk kampung itu, negeri yang memiliki pepohonan rindang, telah mendustakan para rasul tatkala mereka mendustakan Nabi mereka, Syuaib -'alaihissalām-. إذ قال لهم شعيب ألا تتقون

إِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿١٧٧﴾

Tatkala Nabi mereka, Syuaib berkata kepada mereka, "Mengapa kalian tidak bertakwa kepada Allah dengan meninggalkan berbagai kesyirikan sebagai bentuk rasa takut kepada-Nya? إنى لكم رسول أمين

إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ ﴿١٧٨﴾

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul yang diutus oleh Allah kepada kalian, lagi terpercaya yang tidak menambah dan mengurangi wahyu yang disampaikan-Nya padaku. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿١٧٩﴾

Bertakwalah kalian kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan taatilah aku dalam perkara yang aku perintahkan dan yang aku larang atas kalian

وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿١٨٠﴾

Aku sekali-kali tidak meminta upah dari kalian terkait penyampaian wahyu dari Tuhanku karena upahku tidak lain hanyalah dari Allah, Tuhan segala makhluk, bukan dari selain-Nya

۞ أَوْفُوا۟ ٱلْكَيْلَ وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُخْسِرِينَ ﴿١٨١﴾

Sempurnakanlah takaran kepada manusia tatkala kalian melakukan transaksi jual beli dengan mereka dan janganlah kalian termasuk orang-orang yang mengurangi takaran ketika menjual kepada manusia

وَزِنُوا۟ بِٱلْقِسْطَاسِ ٱلْمُسْتَقِيمِ ﴿١٨٢﴾

Timbanglah suatu barang bila kalian menimbangnya untuk orang lain dengan timbangan yang lurus

وَلَا تَبْخَسُوا۟ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ ﴿١٨٣﴾

Janganlah juga kalian merugikan hak-hak manusia dengan menguranginya, serta janganlah kalian banyak berbuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan berbagai maksiat

وَٱتَّقُوا۟ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلْجِبِلَّةَ ٱلْأَوَّلِينَ ﴿١٨٤﴾

Bertakwalah kepada Tuhan yang telah menciptakan kalian dan menciptakan umat-umat yang dahulu dengan cara merasa takut kepada-Nya yang akan menimpakan azab bila kalian tidak beriman."

قَالُوٓا۟ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلْمُسَحَّرِينَ ﴿١٨٥﴾

Kaum Syuaib berkata kepadanya, "Sesungguhnya engkau adalah salah seorang yang seringkali terkena sihir, hingga sihir itu lebih mendominasi akal pikiranmu dan menghilangkannya

وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٌۭ مِّثْلُنَا وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ ﴿١٨٦﴾

Engkau tidak lain hanyalah seorang manusia biasa seperti kami. Engkau sama sekali tidak memiliki keistimewaan lebih dari kami, lalu mengapa engkau pantas menjadi rasul? Kami juga tidak menyangkamu kecuali sebagai seorang pendusta dalam klaimmu bahwa dirimu adalah seorang rasul

فَأَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًۭا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ ﴿١٨٧﴾

Oleh karena itu, jatuhkanlah kepada kami gumpalan azab dari langit jika engkau termasuk orang-orang yang benar dalam klaimmu." لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

قَالَ رَبِّىٓ أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴿١٨٨﴾

Syuaib lalu berkata kepada mereka, "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan berupa kesyirikan dan maksiat, tidak ada satu pun amal perbuatan kalian yang tersembunyi bagi-Nya."

فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ ٱلظُّلَّةِ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ ﴿١٨٩﴾

Namun, kemudian mereka terus mendustakan dirinya, sehingga mereka ditimpa azab yang besar, yaitu pada saat hari sangat panas, mereka lalu dinaungi awan yang kemudian menurunkan hujan api yang membakar mereka. Sesungguhnya hari kebinasaan mereka itu adalah hari yang sangat besar kedahsyatannya

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ﴿١٩٠﴾

Sesungguhnya pada yang disebutkan itu berupa kebinasaan kaum Syuaib terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran, akan tetapi kebanyakan mereka tidaklah beriman

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿١٩١﴾

Sesungguhnya Tuhanmu -wahai Rasul- benar-benar Mahaperkasa yang membalas kejahatan para musuh-musuh-Nya, lagi Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang bertobat

وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿١٩٢﴾

Sesungguhnya Al-Qur`ān yang diturunkan kepada Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ini benar-benar diturunkan dari Tuhan segala makhluk

نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلْأَمِينُ ﴿١٩٣﴾

Dia dibawa turun oleh Jibril -'alaihissalām- yang amanah lagi terpercaya

عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُنذِرِينَ ﴿١٩٤﴾

Dia menurunkannya ke dalam hatimu -wahai Rasul- agar engkau menjadi salah seorang rasul yang memberi peringatan kepada manusia dan mengancam mereka akan datangnya azab Allah. بلسان عربى م بين

بِلِسَانٍ عَرَبِىٍّۢ مُّبِينٍۢ ﴿١٩٥﴾

Dia menurunkannya dengan bahasa Arab yang jelas

وَإِنَّهُۥ لَفِى زُبُرِ ٱلْأَوَّلِينَ ﴿١٩٦﴾

Sesungguhnya Al-Qur`ān ini benar-benar telah disebutkan dalam kitab umat-umat terdahulu, bahkan kitab-kitab samawi terdahulu telah memberitakan tentang turunnya Al-Qur`ān ini. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

أَوَلَمْ يَكُن لَّهُمْ ءَايَةً أَن يَعْلَمَهُۥ عُلَمَـٰٓؤُا۟ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ﴿١٩٧﴾

Apakah tidak cukup bagi orang-orang yang mendustakanmu suatu bukti kebenaranmu dengan adanya ilmu dan pengakuan ulama Bani Israil -semisal Abdullah bin Salām- tentang kebenaran wahyu yang turun pada dirimu?

وَلَوْ نَزَّلْنَـٰهُ عَلَىٰ بَعْضِ ٱلْأَعْجَمِينَ ﴿١٩٨﴾

Padahal, jikalau Al-Qur`ān ini Kami turunkan kepada sebagian dari golongan ajam (non-Arab) yang tidak bisa berbahasa Arab, فقرأه عليهم م اكانوا به مؤمنين

فَقَرَأَهُۥ عَلَيْهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ مُؤْمِنِينَ ﴿١٩٩﴾

Lalu ia membacakannya kepada mereka, niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya karena mereka akan menyatakan, kami sama sekali tidak memahaminya, sebab itu hendaknya mereka bersyukur kepada Allah yang menurunkannya dengan bahasa mereka

كَذَٰلِكَ سَلَكْنَـٰهُ فِى قُلُوبِ ٱلْمُجْرِمِينَ ﴿٢٠٠﴾

Demikianlah Kami masukkan sifat pendustaan dan kekafiran ke dalam hati orang-orang yang durhaka

لَا يُؤْمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُا۟ ٱلْعَذَابَ ٱلْأَلِيمَ ﴿٢٠١﴾

Mereka sama sekali tidak berubah dari sikap kekafiran yang mereka miliki dan tidak juga beriman hingga mereka melihat azab yang pedih, فيأتيهم بغتة وهم لا يشعرون

فَيَأْتِيَهُم بَغْتَةًۭ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ ﴿٢٠٢﴾

Lalu tiba-tiba datanglah azab itu kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadari kedatangannya hingga mereka dikagetkan dengannya, فيقولوا هل نحن منظرون

فَيَقُولُوا۟ هَلْ نَحْنُ مُنظَرُونَ ﴿٢٠٣﴾

Tatkala azab itu datang kepada mereka secara mendadak, mereka berkata dengan penuh penyesalan, "Apakah kami dapat diberi penangguhan agar kami bisa bertobat kepada Allah?" أ فبعذابنا يستعجلون

أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ ﴿٢٠٤﴾

Apakah orang-orang kafir itu meminta supaya azab Kami disegerakan sembari menyatakan, "Kami tidak akan pernah beriman kepadamu sehingga engkau menjatuhkan langit berkeping-keping seperti yang engkau ancamkan." أفرءيت إ نم تعنهم سنين

أَفَرَءَيْتَ إِن مَّتَّعْنَـٰهُمْ سِنِينَ ﴿٢٠٥﴾

Bagaimana pendapatmu -wahai Rasul- jika Kami berikan kepada orang-orang kafir yang durhaka terhadap keimanan pada yang engkau bawa itu berbagai kenikmatan hidup selama bertahun-tahun? لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُوا۟ يُوعَدُونَ ﴿٢٠٦﴾

Kemudian setelah berlalu masa mereka memperoleh berbagai kenikmatan hidup di dalamnya, datanglah kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka dahulu

مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يُمَتَّعُونَ ﴿٢٠٧﴾

Lalu apa manfaat nikmat yang mereka rasakan di dunia dahulu?! Nikmat-nikmat itu telah sirna, serta sama sekali tidak memberikan manfaat apa pun

وَمَآ أَهْلَكْنَا مِن قَرْيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنذِرُونَ ﴿٢٠٨﴾

Kami tidaklah membinasakan salah satu umat di antara sekian umat, melainkan setelah mereka diberikan peringatan dengan pengutusan para rasul kepada mereka dan penurunan kitab-kitab. ذكر وما كنا ظلمين

ذِكْرَىٰ وَمَا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ ﴿٢٠٩﴾

Tujuannya adalah untuk menjadi peringatan dan pelajaran bagi mereka. Kami sekali-kali tidak berlaku zalim dengan menyiksa mereka setelah diberi peringatan dengan pengiriman para rasul dan penurunan kitab-kitab

وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ ٱلشَّيَـٰطِينُ ﴿٢١٠﴾

Al-Qur`ān ini bukanlah dibawa turun oleh setan-setan ke dalam hati Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. وما ينبغى لهم وما يستطيعون

وَمَا يَنۢبَغِى لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَ ﴿٢١١﴾

Sungguh, tidaklah patut mereka membawa turun Al-Qur`ān itu ke dalam hatinya, bahkan mereka tidak akan kuasa melakukannya

إِنَّهُمْ عَنِ ٱلسَّمْعِ لَمَعْزُولُونَ ﴿٢١٢﴾

Mereka tidak akan sanggup melakukannya karena sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari tempat asal Al- Qur`ān itu di langit, lalu bagaimana bisa mereka kuasa sampai ke tempat itu lalu menurunkan Al-Qur`ān darinya?!

فَلَا تَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ فَتَكُونَ مِنَ ٱلْمُعَذَّبِينَ ﴿٢١٣﴾

Oleh karena itu, janganlah engkau menyembah tuhan lain di samping Allah dengan menyekutukan-Nya, sebab hal itu menjadikan engkau termasuk orang-orang yang diazab

وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ ٱلْأَقْرَبِينَ ﴿٢١٤﴾

Berilah peringatan -wahai Rasul- kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, agar mereka tidak ditimpa azab Allah bila mereka tetap berpegang teguh dengan kesyirikan. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir

وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ﴿٢١٥﴾

Rendahkanlah hatimu dalam berkata-kata dan bertingkah laku terhadap orang-orang yang mengikutimu dari kalangan kaum mukminin, sebagai bentuk kasih sayang dan lemah lembut terhadap mereka

فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّى بَرِىٓءٌۭ مِّمَّا تَعْمَلُونَ ﴿٢١٦﴾

Jika mereka mendurhakaimu dan enggan menerima perintah yang engkau bawa berupa pengesaan Allah dan ketaatan kepada-Nya maka katakanlah kepada mereka, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian kerjakan berupa kesyirikan dan maksiat."

وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ ﴿٢١٧﴾

Bertawakallah pula dalam seluruh urusanmu kepada Yang Mahaperkasa yang membalas kejahatan musuh-musuh- Nya, lagi Maha Penyayang terhadap orang-orang yang bertobat dan kembali kepada-Nya

ٱلَّذِى يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ ﴿٢١٨﴾

Dialah yang melihatmu ketika engkau berdiri untuk salat

وَتَقَلُّبَكَ فِى ٱلسَّـٰجِدِينَ ﴿٢١٩﴾

Dia melihat pula perubahan gerak badanmu dari satu gerakan ke gerakan yang lain di antara orang-orang yang salat, tiada satu gerakan dan perbuatanmu pun yang tersembunyi dari-Nya, dan tidak pula tersembunyi bagi-Nya segala yang dilakukan oleh selainmu

إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ ﴿٢٢٠﴾

Sesungguhnya Dia Maha Mendengar apa yang engkau baca berupa Al-Qur`ān atau zikir dalam salatmu, lagi Maha Mengetahui niatmu

هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَىٰ مَن تَنَزَّلُ ٱلشَّيَـٰطِينُ ﴿٢٢١﴾

Apakah akan Aku beritakan kepadamu tentang orang yang turun padanya setan-setan yang kalian klaim bahwa mereka turun dengan membawa Al-Qur`ān? تنزل عل كل أفاك أثيم

تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍۢ ﴿٢٢٢﴾

Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa dan maksiat dari kalangan para penyihir dan peramal

يُلْقُونَ ٱلسَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَـٰذِبُونَ ﴿٢٢٣﴾

Setan-setan itu mencuri kabar dengan menguntit kabar di majelis para malaikat, lalu mereka mengabarkannya kepada orang-orang yang mereka cintai dari kalangan para penyihir dan peramal dan kebanyakan para peramal itu adalah لغ ب Al-Qur’an · Tafsir orang-orang pendusta. Bila para setan itu benar dalam satu kata maka mereka menurunkan bersamanya seratus kedustaan

وَٱلشُّعَرَآءُ يَتَّبِعُهُمُ ٱلْغَاوُۥنَ ﴿٢٢٤﴾

Penyair-penyair yang kalian klaim bahwa Muhammad itu adalah bagian dari mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dari jalan petunjuk dan lurus, sehingga mereka pun meriwayatkan syair-syair yang mereka katakan. ألم ترأن هم فى كل واد يهيمون

أَلَمْ تَرَ أَنَّهُمْ فِى كُلِّ وَادٍۢ يَهِيمُونَ ﴿٢٢٥﴾

Tidakkah engkau melihat -wahai Rasul- bahwasanya di antara bentuk kesesatan mereka adalah mereka tersesat di tiap-tiap lembah yang mereka lalui; kadang mereka melaluinya dengan pujian, kadang dengan celaan, dan kadang pula dengan hal-hal lainnya? وأن هم يقولون ما لا يفعلون

وَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ ﴿٢٢٦﴾

Dan, bahwasanya mereka suka berdusta dengan mengatakan, "Kami melakukan ini", padahal mereka tidak melakukannya

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا وَٱنتَصَرُوا۟ مِنۢ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا۟ ۗ وَسَيَعْلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ أَىَّ مُنقَلَبٍۢ يَنقَلِبُونَ ﴿٢٢٧﴾

منقلب ينقلبون Kecuali penyair-penyair yang beriman, beramal saleh, banyak menyebut Allah, dan mendapat kemenangan atas musuh-musuh Allah sesudah mereka menderita kezaliman, semisal Hassān bin Ṡabit -raḍiyallāhu 'anhu-. Adapun orang-orang zalim yang melakukan kesyirikan kepada Allah dan kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya itu maka kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali, mereka pasti akan kembali ke tempat yang agung (padang mahsyar) dan hisab yang sangat detail. Sumber: Al-Mukhtashar fi Tafsir Al-Qur’an Al-Karim

Belajar · Ash-Shu'araa — الشعراء

Ikuti · ulangi · setor · Tanpa daftar

Tafsir · 31 bahasa