الٓمٓ ﴿١﴾
Alif, Lām, Mīm. Pembahasan tentang huruf-huruf semacam ini sudah ada di awal surah Al-Baqarah
Beranda›Tafsir›Ar-Room (30)
Makkiyah · 60 ayat
الٓمٓ ﴿١﴾
Alif, Lām, Mīm. Pembahasan tentang huruf-huruf semacam ini sudah ada di awal surah Al-Baqarah
غُلِبَتِ ٱلرُّومُ ﴿٢﴾
Persia telah mengalahkan Romawi
فِىٓ أَدْنَى ٱلْأَرْضِ وَهُم مِّنۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ ﴿٣﴾
Yaitu di wilayah negeri Syam yang paling dekat dengan negeri Persia. Namun, setelah dikalahkan oleh Persia, Romawi akan kembali menang atas Persia
فِى بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ ٱلْأَمْرُ مِن قَبْلُ وَمِنۢ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍۢ يَفْرَحُ ٱلْمُؤْمِنُونَ ﴿٤﴾
Hal itu dalam suatu masa yang tidak kurang dari tiga tahun dan tidak lebih dari sepuluh tahun. Hanya milik Allahlah segala urusan sebelum kemenangan Romawi dan setelahnya. Ketika Romawi mengalahkan Persia orang-orang yang beriman merasa gembira
بِنَصْرِ ٱللَّهِ ۚ يَنصُرُ مَن يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿٥﴾
Mereka gembira dengan kemenangan Romawi dari Allah karena mereka adalah Ahli Kitab. Allah menolong orang yang dikehendaki-Nya atas orang yang dikehendaki-Nya dan Dia Mahaperkasa yang tidak mungkin dikalahkan, lagi Maha Penyayang kepada para hamba-hamba-Nya yang beriman
وَعْدَ ٱللَّهِ ۖ لَا يُخْلِفُ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ﴿٦﴾
Pertolongan ini merupakan janji dari Allah -Ta'ālā-, dan Allah tidak menyelisihi janji-Nya tersebut. Dengan terealisasinya janji ini maka orang-orang yang beriman semakin bertambah yakin dengan janji Allah untuk mendapat kemenangan. Adapun kebanyakan manusia maka mereka tidak memahami hal ini karena kekufuran mereka
يَعْلَمُونَ ظَـٰهِرًۭا مِّنَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ ٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ غَـٰفِلُونَ ﴿٧﴾
Mereka tidak mengetahui iman dan hukum-hukum syariat, yang mereka ketahui hanyalah perkara yang tampak dari kehidupan dunia yang berhubungan dengan mata pencaharian dan pembangunan peradaban materiel mereka dan mereka berpaling dari negeri akhirat yang merupakan kehidupan yang sesungguhnya, mereka tidak menoleh kepadanya. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir م
أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِم ۗ مَّا خَلَقَ ٱللَّهُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَأَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى ۗ وَإِنَّ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلنَّاسِ بِلِقَآئِ رَبِّهِمْ لَكَـٰفِرُونَ ﴿٨﴾
Tidakkah orang-orang musyrik yang mendustakan Allah itu berfikir tentang diri mereka sendiri bagaimana Allah telah menciptakannya dan menyempurnakannya? Tidaklah Allah menciptakan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar, Dia tidak menciptakan keduanya dengan sia-sia, dan Dia menentukan batas waktu tertentu untuk keberadaan keduanya. Sesungguhnya sebagian besar manusia benar-benar ingkar terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka pada hari Kiamat. Oleh karena itulah, mereka tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi hari kebangkitan dengan mengerjakan amal saleh yang diridai oleh Tuhan mereka
أَوَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوٓا۟ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةًۭ وَأَثَارُوا۟ ٱلْأَرْضَ وَعَمَرُوهَآ أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ ۖ فَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ ﴿٩﴾
Apakah mereka itu tidak berjalan di muka bumi untuk memperhatikan bagaimana kesudahan dari umat-umat yang mendustakan Allah sebelum mereka?! Umat-umat itu lebih kuat dari mereka, mereka membalikkan bumi untuk bercocok tanam dan menghidupkannya, serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Umat-umat itu telah didatangi oleh para rasul mereka dengan membawa bukti-bukti dan hujah-hujah yang jelas atas keesaan Allah, namun mereka malah mendustakannya. Oleh sebab itu, Allah sama sekali tidak menzalimi mereka tatkala membinasakan mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri dengan melemparkannya ke dalam kebinasaan akibat kekufuran mereka
ثُمَّ كَانَ عَـٰقِبَةَ ٱلَّذِينَ أَسَـٰٓـُٔوا۟ ٱلسُّوٓأَىٰٓ أَن كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ وَكَانُوا۟ بِهَا يَسْتَهْزِءُونَ ﴿١٠﴾
Kemudian kesudahan orang-orang yang telah berbuat keburukan dengan melakukan kesyirikan terhadap Allah dan mengerjakan perbuatan yang buruk adalah kesudahan yang sampai pada batas paling buruk karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah, mengolok-oloknya, dan menghinanya
ٱللَّهُ يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ﴿١١﴾
Allah telah menciptakan makhluk tanpa ada contoh sebelumnya, kemudian Dia mematikannya, lalu mengembalikannya hidup, lalu hanya kepada-Nyalah kalian dikembalikan untuk menghadapi perhitungan dan pembalasan amalan kalian pada hari Kiamat
وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يُبْلِسُ ٱلْمُجْرِمُونَ ﴿١٢﴾
Pada saat terjadinya hari Kiamat, orang-orang yang berbuat dosa putus asa dari rahmat Allah dan harapan mereka terputus dikarenakan terputusnya alasan mereka dalam melakukan kekufuran terhadap Allah
وَلَمْ يَكُن لَّهُم مِّن شُرَكَآئِهِمْ شُفَعَـٰٓؤُا۟ وَكَانُوا۟ بِشُرَكَآئِهِمْ كَـٰفِرِينَ ﴿١٣﴾
Para sekutu mereka -yang pernah mereka sembah selama di dunia- tidak ada yang memberikan syafaat dengan menyelamatkan mereka dari azab, bahkan saat itu para sekutu itu mengingkari sekutu-sekutu mereka; para sekutu itu telah menghinakan dan membiarkan orang-orang musyrik itu tatkala mereka membutuhkan mereka karena mereka semua itu sama-sama berada dalam kebinasaan. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يَوْمَئِذٍۢ يَتَفَرَّقُونَ ﴿١٤﴾
Pada hari ketika Kiamat terjadi, pada hari itu manusia terbagi berdasarkan amalan mereka di dunia untuk mendapatkan balasannya; ada yang derajatnya terangkat sampai ke tempat yang tertinggi dan ada yang derajatnya tersungkur sampai ke tempat yang paling rendah
فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَهُمْ فِى رَوْضَةٍۢ يُحْبَرُونَ ﴿١٥﴾
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal saleh yang diridai di sisi-Nya maka mereka berada di dalam surga, mereka bergembira dengan apa yang mereka peroleh di dalamnya berupa kenikmatan abadi yang tidak pernah terputus
وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَلِقَآئِ ٱلْـَٔاخِرَةِ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ فِى ٱلْعَذَابِ مُحْضَرُونَ ﴿١٦﴾
Adapun orang-orang yang kafir terhadap Allah, mendustakan ayat-ayat Kami yang diturunkan kepada para rasul Kami, dan mendustakan hari kebangkitan dan perhitungan amalan maka mereka itu akan dimasukkan ke dalam azab, mereka akan terus menetap di dalamnya
فَسُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ ﴿١٧﴾
Maka bertasbihlah kepada Allah ketika kalian memasuki waktu sore, yaitu waktu pelaksanaan dua salat malam; Magrib dan Isya dan bertasbihlah pula kepada-Nyaيketika kalian memasuki waktu pagi, yaitu waktu pelaksanaan salat Subuh
وَلَهُ ٱلْحَمْدُ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَعَشِيًّۭا وَحِينَ تُظْهِرُونَ ﴿١٨﴾
Hanya bagi-Nya semata segala pujian di langit yang dipujikan oleh para malaikat dan segala pujian di bumi yang dipujikan oleh makhluk-makhluk-Nya. Bertasbihlah pula kepada-Nya ketika kalian memasuki waktu sore, yaitu waktu pelaksanaan salat Asar dan bertasbihlah kepada-Nya ketika kalian memasuki waktu salat Zuhur
يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ وَيُحْىِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ وَكَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ ﴿١٩﴾
Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati sebagaimana Dia mengeluarkan manusia dari air mani dan anak burung dari telur. Sebaliknya, Dia mengeluarkan yang mati dari yang hidup sebagaimana Dia mengeluarkan air mani dari manusia dan mengeluarkan telur dari ayam. Dia juga menghidupkan bumi setelah kekeringannya dengan menurunkan hujan padanya dan menumbuhkan padanya tumbuhan. Sebagaimana kebangkitan bumi dengan ditumbuhkan padanya tumbuh-tumbuhan itu, demikianlah kalian bangkit keluar dari kuburan kalian untuk mendapatkan perhitungan dan pembalasan amalan
وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍۢ ثُمَّ إِذَآ أَنتُم بَشَرٌۭ تَنتَشِرُونَ ﴿٢٠﴾
Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah yang agung yang menunjukkan kekuasaan dan keesaan-Nya adalah Dia menciptakan kalian -wahai manusia- dari tanah, yaitu saat menciptakan bapak kalian darinya. Kemudian tiba-tiba kalian menjadi manusia yang berkembang biak dengan turun-temurun dan menyebar di bumi bagian timur maupun bagian barat. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةًۭ وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَتَفَكَّرُونَ ﴿٢١﴾
لقوم يتفك رون Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya yang agung yang menunjukkan kekuasaan dan keesaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian -wahai kaum laki-laki- dari jenis kalian pasangan-pasangan agar jiwa kalian merasa cenderung dan tenang kepadanya karena ada kesamaan di antara kalian, serta Dia memunculkan rasa cinta dan kasih sayang di antara kalian dan mereka. Sesungguhnya di dalam hal itu terdapat bukti-bukti dan tanda-tanda yang jelas bagi orang-orang yang berpikir karena hanya orang-orang yang berpikir yang bisa mendapatkan faedah dari pemikiran akal mereka
وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦ خَلْقُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَـٰفُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَٰنِكُمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّلْعَـٰلِمِينَ ﴿٢٢﴾
Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya yang agung yang menunjukkan kekuasaan dan keesaan-Nya adalah penciptaan langit dan bumi, juga perbedaan bahasa dan warna kulit kalian. Sesungguhnya di dalam hal itu benar- benar terdapat bukti-bukti bagi orang yang berilmu dan mempunyai mata hati
وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦ مَنَامُكُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱبْتِغَآؤُكُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَسْمَعُونَ ﴿٢٣﴾
Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya yang agung yang menunjukkan kekuasaan dan keesaan-Nya adalah tidur kalian di waktu malam dan tidur kalian di siang hari untuk beristirahat dari letihnya pekerjaan kalian. Di antara tanda- tanda kekuasaan-Nya juga adalah Dia menjadikan siang agar kalian berpencar di muka bumi untuk mencari rezeki dari Tuhan kalian. Sesungguhnya di dalam hal itu benar-benar terdapat bukti-bukti bagi kaum yang mendengarkan dengan pendengaran yang penuh perhatian dan penerimaan
وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦ يُرِيكُمُ ٱلْبَرْقَ خَوْفًۭا وَطَمَعًۭا وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَيُحْىِۦ بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَآ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَعْقِلُونَ ﴿٢٤﴾
لٔايت لقوم يعقلون Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya yang agung yang menunjukkan kekuasaan dan keesaan-Nya adalah Dia menampakkan kepada kalian kilat di langit dan mengumpulkan bagi kalian di dalam kilat itu perasaan takut terhadap halilintar dan harapan akan turunnya hujan. Dia juga menurunkan air hujan bagi kalian dari langit dan Dia hidupkan bumi setelah kering dengan tumbuhnya tumbuh-tumbuhan di bumi. Sesungguhnya di dalam hal itu terdapat bukti- bukti dan tanda-tanda yang jelas bagi kaum yang berakal, sehingga mereka menjadikannya sebagai dalil atas keberadaan kebangkitan setelah kematian untuk perhitungan dan pembalasan amalan
وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَن تَقُومَ ٱلسَّمَآءُ وَٱلْأَرْضُ بِأَمْرِهِۦ ۚ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةًۭ مِّنَ ٱلْأَرْضِ إِذَآ أَنتُمْ تَخْرُجُونَ ﴿٢٥﴾
Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya yang agung yang menunjukkan kekuasaan dan keesaan-Nya adalah berdirinya langit tanpa terjatuh dan tegaknya bumi tanpa keruntuhan dengan perintah-Nya. Kemudian jika Dia memanggil kalian dengan seruan dari bumi dengan tiupan sangkakala oleh seorang malaikat, tiba-tiba kalian keluar dari kubur kalian untuk mendapatkan perhitungan dan pembalasan amalan. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir ل
وَلَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ كُلٌّۭ لَّهُۥ قَـٰنِتُونَ ﴿٢٦﴾
Hanya kepunyaan-Nya semata semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi, baik secara kepemilikan, penciptaan, maupun penakdiran. Seluruh yang ada di langit dan di bumi dari kalangan makhluk-makhluk-Nya tunduk kepada-Nya dan pasrah kepada perintah-Nya
وَهُوَ ٱلَّذِى يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ وَلَهُ ٱلْمَثَلُ ٱلْأَعْلَىٰ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ ﴿٢٧﴾
Dialah yang memulai penciptaan tanpa ada contoh sebelumnya, kemudian mengembalikannya setelah kematiannya. Proses mengembalikan itu lebih mudah daripada penciptaan dari awal dan keduanya mudah bagi Allah karena jika Dia menghendaki sesuatu Dia berfirman kepadanya, “Jadilah!” maka jadilah ia. Dia memiliki sifat-sifat tertinggi dalam setiap sifat keagungan dan kesempurnaan yang disandarkan pada-Nya dan Dia Mahaperkasa yang tidak ada yang mengalahkan-Nya, lagi Mahabijaksana dalam penciptaan dan pengaturan-Nya
ضَرَبَ لَكُم مَّثَلًۭا مِّنْ أَنفُسِكُمْ ۖ هَل لَّكُم مِّن مَّا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُم مِّن شُرَكَآءَ فِى مَا رَزَقْنَـٰكُمْ فَأَنتُمْ فِيهِ سَوَآءٌۭ تَخَافُونَهُمْ كَخِيفَتِكُمْ أَنفُسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍۢ يَعْقِلُونَ ﴿٢٨﴾
Allah telah membuat permisalan bagi kalian -wahai orang-orang musyrik- yang diambil dari diri kalian, “Adakah kalian mempunyai sekutu dari budak-budak dan hamba sahaya kalian yang bersekutu dengan kalian dalam kepemilikan harta-harta kalian dengan sama rata, kalian khawatir para hamba sahaya itu berbagi harta dengan kalian sebagaimana sebagian dari kalian khawatir berbagi harta dengan rekan sekutunya yang merdeka? Apakah kalian rela budak-budak kalian berbagi harta dengan kalian seperti itu?" Tidak dipungkiri bahwa kalian tidak akan rela dengan hal itu, apalagi Allah, Dia lebih utama untuk tidak mempunyai sekutu di dalam kerajaan-Nya daripada para makhluk-Nya dan hamba- hamba-Nya. Dengan permisalan seperti ini dan dengan cara lainnya Kami menerangkan hujah-hujah dan bukti-bukti yang bermacam-macam untuk kaum yang berakal karena merekalah yang bisa mengambil manfaat dari bukti-bukti itu
بَلِ ٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ أَهْوَآءَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍۢ ۖ فَمَن يَهْدِى مَنْ أَضَلَّ ٱللَّهُ ۖ وَمَا لَهُم مِّن نَّـٰصِرِينَ ﴿٢٩﴾
Penyebab kesesatan mereka bukanlah karena kurangnya dalil-dalil atau tidak adanya keterangan atas dalil itu, akan tetapi karena mengikuti hawa nafsu dan taklid terhadap nenek moyang mereka lantaran mereka jahil terhadap hak- hak Allah. Adakah orang yang mendapatkan petunjuk dari kalangan orang-orang yang disesatkan oleh Allah?! Tidak ada seorang pun yang mendapatkannya dan mereka tidak mempunyai penolong-penolong yang bisa menghindarkan mereka dari siksa Allah
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًۭا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ﴿٣٠﴾
Oleh sebab itu -wahai Rasul-, hadapkanlah wajahmu dan orang-orang yang bersamamu kepada agama yang telah dihadapkan oleh Allah kepadamu dengan meninggalkan seluruh agama lainnya. Dialah agama Islam yang Allah fitrahkan manusia padanya dan tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama lurus yang tidak bengkok, akan tetapi kebanyakan manusia tidak tahu bahwa agama yang benar adalah agama ini. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
۞ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَٱتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ﴿٣١﴾
Kembalilah kalian kepada Tuhan kalian -Subḥānahu wa Ta'ālā- dengan bertobat dari dosa-dosa kalian, bertakwalah kepada-Nya dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya, dan laksanakanlah salat dengan cara yang paling sempurna, serta janganlah kalian menjadi bagian dari orang-orang musyrik yang menentang fitrah dengan menyekutukan Allah dengan selain-Nya dalam ibadah mereka
مِنَ ٱلَّذِينَ فَرَّقُوا۟ دِينَهُمْ وَكَانُوا۟ شِيَعًۭا ۖ كُلُّ حِزْبٍۭ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ ﴿٣٢﴾
Janganlah pula kalian menjadi bagian dari orang-orang musyrik yang mengubah agama mereka, beriman kepada sebagian darinya dan mengingkari sebagian lainnya, dan mereka terpecah belah dalam berbagai kelompok dan golongan, setiap golongan dari mereka merasa bangga dengan kebatilan yang ada pada mereka, mereka merasa bahwa hanya mereka yang benar sementara yang lainnya berada dalam kebatilan. ر
وَإِذَا مَسَّ ٱلنَّاسَ ضُرٌّۭ دَعَوْا۟ رَبَّهُم مُّنِيبِينَ إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَآ أَذَاقَهُم مِّنْهُ رَحْمَةً إِذَا فَرِيقٌۭ مِّنْهُم بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ ﴿٣٣﴾
Apabila orang-orang musyrik tertimpa kesusahan berupa sakit, kefakiran, dan kekeringan maka mereka berdoa hanya kepada Tuhan mereka -Subḥānahu wa Ta'ālā- sembari kembali kepada-Nya dengan penuh tunduk dan pasrah dengan harapan agar Allah meghindarkan mereka dari musibah yang sedang menimpa mereka. Kemudian jika Allah telah merahmati mereka dengan menghilangkan musibah yang menimpa mereka, tiba-tiba segolongan dari mereka kembali menyekutukan Allah dengan selain-Nya dalam berdoa
لِيَكْفُرُوا۟ بِمَآ ءَاتَيْنَـٰهُمْ ۚ فَتَمَتَّعُوا۟ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ ﴿٣٤﴾
Jika mereka mengingkari nikmat-nikmat Allah -di antaranya nikmat dihindarkan dari kesusahan- dan bersenang- senang dengan segala kenikmatan yang mereka punyai di kehidupan ini maka pada hari Kiamat nanti mereka akan melihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa dahulu mereka berada dalam kesesatan yang nyata. أم أنزلنا عليهم سلطنا فهو يتكلم بما كانوا به يشركون
أَمْ أَنزَلْنَا عَلَيْهِمْ سُلْطَـٰنًۭا فَهُوَ يَتَكَلَّمُ بِمَا كَانُوا۟ بِهِۦ يُشْرِكُونَ ﴿٣٥﴾
Apa yang mendorong mereka kembali berbuat syirik terhadap Allah, padahal mereka tidak memiliki hujah?! Tidaklah Kami menurunkan hujah bagi mereka dari kitab yang bisa mereka gunakan untuk membenarkan kesyirikan mereka terhadap Allah dan mereka pun tidak mempunyai kitab yang menyebutkan kesyirikan mereka dan mengakui kebenaran kekafiran yang mereka lakukan
وَإِذَآ أَذَقْنَا ٱلنَّاسَ رَحْمَةًۭ فَرِحُوا۟ بِهَا ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌۢ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَ ﴿٣٦﴾
Jika Kami memberikan manusia suatu nikmat dari kenikmatan-kenikmatan Kami seperti nikmat kesehatan dan kekayaan mereka bergembira karenanya dengan kegembiraan yang dipenuhi kesombongan dan takabur. Sebaliknya, jika mereka mendapatkan musibah yang tidak mereka sukai seperti penyakit dan kemiskinan karena kemaksiatan yang mereka lakukan dengan tangan-tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka merasa putus asa dari rahmat Allah dan pesimis dari hilangnya musibah yang tidak mereka sukai itu. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ ﴿٣٧﴾
Apakah mereka tidak melihat bahwa Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya sebagai bentuk ujian baginya; apakah ia akan bersyukur atau kufur?! Sebaliknya, Dia menyempitkan rezeki itu bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya sebagai bentuk cobaan baginya; apakah ia akan bersabar atau merasa kesal?! Sesungguhnya di dalam perluasan rezeki untuk sebagian orang dan penyempitannya untuk sebagian yang lain terdapat berbagai petunjuk bagi orang-orang yang beriman atas kelemahlembutan Allah dan rahmat-Nya
فَـَٔاتِ ذَا ٱلْقُرْبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلْمِسْكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌۭ لِّلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ ٱللَّهِ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ ﴿٣٨﴾
Oleh sebab itu, berikanlah -wahai orang Islam- kepada kerabat yang terdekat hak-haknya berupa kebaikan dan silaturahmi. Berikanlah kepada orang yang membutuhkan apa yang bisa dia gunakan untuk menutupi kebutuhan dirinya dan berikanlah pula kebutuhan orang asing yang sedang kehabisan bekal sehingga tidak bisa kembali ke negerinya. Pemberian di jalur-jalur tersebut adalah hal baik bagi orang-orang yang menginginkan wajah Allah. Orang- orang yang memberikan pertolongan dan hak-hak ini, mereka adalah orang-orang yang beruntung dengan mendapatkan surga yang mereka inginkan dan terhindar dari siksa yang mereka takutkan
وَمَآ ءَاتَيْتُم مِّن رِّبًۭا لِّيَرْبُوَا۟ فِىٓ أَمْوَٰلِ ٱلنَّاسِ فَلَا يَرْبُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ ءَاتَيْتُم مِّن زَكَوٰةٍۢ تُرِيدُونَ وَجْهَ ٱللَّهِ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُضْعِفُونَ ﴿٣٩﴾
Harta apa saja yang kalian berikan kepada salah satu dari manusia dengan maksud agar dia mengembalikan kepada kalian dengan adanya tambahan maka pahalanya tidak berkembang di sisi Allah. Sebaliknya, harta apa saja yang kalian berikan kepada orang yang membutuhkan yang dengannya kalian mengharap wajah Allah, bukan karena menginginkan kedudukan atau balasan dari manusia maka mereka inilah yang pahalanya akan dilipatgandakan di sisi Allah
ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۖ هَلْ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَفْعَلُ مِن ذَٰلِكُم مِّن شَىْءٍۢ ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿٤٠﴾
وتعل عما يشركون ى Hanya Allah sendiri yang menciptakan kalian, kemudian memberi rezeki kepada kalian, lalu mematikan kalian dan menghidupkan kalian untuk dibangkitkan. Adakah dari berhala-berhala yang kalian sembah selain Allah itu yang melakukan sebagian dari hal itu?! Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- terhindar dan suci dari apa yang diklaim dan diyakini oleh orang-orang musyrik
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ ﴿٤١﴾
Telah tampak kerusakan di daratan maupun di lautan seperti kekeringan, sedikitnya hujan, dan banyaknya penyakit dan wabah akibat dari kemaksiatan yang mereka lakukan. Hal itu muncul agar Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari balasan perbuatan buruk mereka di kehidupan dunia ini dengan harapan agar mereka kembali kepada- Nya dengan bertobat. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُم مُّشْرِكِينَ ﴿٤٢﴾
Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang musyrik itu, "Berjalanlah kalian di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan umat-umat yang mendustakan Allah sebelum kalian?" Kesudahan mereka adalah kesudahan yang buruk karena kebanyakan dari mereka menyekutukan Allah dengan menyembah selain Allah di samping menyembah Allah. Sebab itu, mereka dibinasakan akibat dari kesyirikan mereka tehadap Allah
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ ٱلْقَيِّمِ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌۭ لَّا مَرَدَّ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ ۖ يَوْمَئِذٍۢ يَصَّدَّعُونَ ﴿٤٣﴾
Hadapkanlah wajahmu -wahai Rasul- kepada agama Islam yang lurus yang tidak bengkok di dalamnya sebelum datangnya hari Kiamat yang apabila telah datang tidak ada yang bisa menolaknya. Pada hari itu manusia terpecah; satu golongan di surga dengan mendapat kenikmatan dan satu golongan di neraka dengan mendapat siksa
مَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُۥ ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَـٰلِحًۭا فَلِأَنفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ ﴿٤٤﴾
Barang siapa kafir kepada Allah maka bahaya kekafirannya -yaitu kekal di neraka- kembali kepada dirinya sendiri. Sebaliknya, barang siapa mengerjakan amal saleh demi mengharapkan wajah Allah maka manfaatnya kembali kepada diri mereka sendiri, mereka mempersiapkan diri untuk masuk ke surga dan mendapat kenikmatan yang ada di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya
لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ مِن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْكَـٰفِرِينَ ﴿٤٥﴾
Allah akan memberikan balasan, dari karunia dan kebaikan-Nya, kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya dan mengerjakan amal saleh yang menjadikan Tuhan mereka rida. Sesungguhnya Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- tidak menyukai orang-orang kafir, bahkan memurkai mereka dengan kemurkaan yang besar serta akan menyiksa mereka pada hari Kiamat
وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَن يُرْسِلَ ٱلرِّيَاحَ مُبَشِّرَٰتٍۢ وَلِيُذِيقَكُم مِّن رَّحْمَتِهِۦ وَلِتَجْرِىَ ٱلْفُلْكُ بِأَمْرِهِۦ وَلِتَبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ﴿٤٦﴾
ولعل كم تشكرون Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya yang agung yang menunjukkan kekuasaan dan keesaan-Nya adalah Dia mengirimkan angin untuk memberi kabar gembira kepada hamba-hamba-Nya akan datangnya hujan, agar Dia melimpahkan kepada kalian -wahai manusia- sebagian dari rahmat-Nya dengan kesuburan dan kegembiraan yang muncul setelah hujan, agar kapal-kapal bisa berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, serta agar kalian mencari sebagian karunia Allah dengan berniaga di lautan dan agar kalian mensyukuri nikmat-nikmat Allah atas kalian sehingga Allah menambahkannya kepada kalian
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَآءُوهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَٱنتَقَمْنَا مِنَ ٱلَّذِينَ أَجْرَمُوا۟ ۖ وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ﴿٤٧﴾
Kami telah mengutus sebelummu -wahai Rasul- para rasul kepada umat-umat mereka, mereka datang dengan membawa mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenaran mereka. Akan tetapi, umat-umat itu mendustakan apa yang dibawa oleh para rasul mereka, sehingga Kami memberikan balasan azab kepada orang-orang yang melakukan keburukan tersebut; Kami binasakan mereka dengan siksa Kami dan Kami selamatkan para rasul bersama لغ ب Al-Qur’an · Tafsir orang-orang yang beriman dari kebinasaan. Penyelamatan orang-orang yang beriman dan pertolongan kepada mereka merupakan hak mereka yang mesti terwujud dari Kami
ٱللَّهُ ٱلَّذِى يُرْسِلُ ٱلرِّيَـٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابًۭا فَيَبْسُطُهُۥ فِى ٱلسَّمَآءِ كَيْفَ يَشَآءُ وَيَجْعَلُهُۥ كِسَفًۭا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَـٰلِهِۦ ۖ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ ﴿٤٨﴾
Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- yang mengendalikan angin dan menggerakkannya, lalu angin itu menggerakkan awan, lalu Dia membentangkannya di langit dengan sekehendak-Nya, baik sedikit maupun banyak dan menjadikannya dalam bentuk gumpalan-gumpalan, sehingga engkau lihat -wahai orang yang melihat- hujan turun dari sela-sela awan tersebut. Jika hujan turun kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira karena rahmat Allah kepada mereka dengan diturunkannya hujan yang menumbuhkan tumbuhan di bumi yang dibutuhkan oleh diri mereka dan hewan ternak mereka. وإن كانوا من قبل أن ينزل عليهم من قبله لمبلسين
وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلِ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْهِم مِّن قَبْلِهِۦ لَمُبْلِسِينَ ﴿٤٩﴾
Padahal, sebelum Allah menurunkan hujan atas mereka, mereka benar-benar telah putus asa dari turunnya hujan itu atas mereka
فَٱنظُرْ إِلَىٰٓ ءَاثَـٰرِ رَحْمَتِ ٱللَّهِ كَيْفَ يُحْىِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَآ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ ﴿٥٠﴾
Maka lihatlah -wahai Rasul- kepada pengaruh hujan yang Allah turunkan sebagai rahmat kepada hamba-hamba-Nya itu, bagaimana dengannya Allah menghidupkan bumi dengan menumbuhkan di atasnya berbagai jenis tanaman yang sebelumnya kering dan gersang. Sesungguhnya Tuhan yang menghidupkan bumi yang kering itu benar-benar akan membangkitkan orang-orang yang mati kembali hidup dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada yang dapat ر melemahkan-Nya. ولئن أ رسلنا ريحا فرأ وه مص ف الظلوا من بعده يكفرون
وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِيحًۭا فَرَأَوْهُ مُصْفَرًّۭا لَّظَلُّوا۟ مِنۢ بَعْدِهِۦ يَكْفُرُونَ ﴿٥١﴾
Jika Kami kirimkan kepada ladang dan tumbuh-tumbuhan mereka angin yang menghancurkannya, lalu mereka melihat ladang mereka berwarna kekuningan padahal sebelumnya berwarna kehijauan, maka setelah menyaksikan hal itu pastilah mereka akan tetap mengingkari nikmat-nikmat Allah yang disebutkan sebelumnya meskipun banyak
فَإِنَّكَ لَا تُسْمِعُ ٱلْمَوْتَىٰ وَلَا تُسْمِعُ ٱلصُّمَّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا وَلَّوْا۟ مُدْبِرِينَ ﴿٥٢﴾
Sebagaimana kamu tidak bisa menjadikan orang-orang yang sudah meninggal itu mendengar dan tidak bisa menjadikan orang tuli mendengar, bahkan mereka menjauh darimu untuk memastikan bahwa mereka memang tidak bisa mendengar, maka demikian pula engkau tidak bisa memberi petunjuk kepada orang-orang yang semisal mereka dalam sikap berpaling dan tidak mau mengambil manfaat
وَمَآ أَنتَ بِهَـٰدِ ٱلْعُمْىِ عَن ضَلَـٰلَتِهِمْ ۖ إِن تُسْمِعُ إِلَّا مَن يُؤْمِنُ بِـَٔايَـٰتِنَا فَهُم مُّسْلِمُونَ ﴿٥٣﴾
Engkau bukanlah orang yang mampu memberi petunjuk kepada orang yang sesat dari jalan yang lurus agar melangkah pada jalan yang benar dan engkau tidak mampu menjadikan mereka mendengar sesuatu yang bermanfaat bagi mereka kecuali orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami karena dialah yang bisa mengambil لغ ب Al-Qur’an · Tafsir manfaat dari apa yang engkau ucapkan dan dia patuh kepada perintah Kami serta tunduk padanya
۞ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍۢ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ ضَعْفٍۢ قُوَّةًۭ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍۢ ضَعْفًۭا وَشَيْبَةًۭ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْقَدِيرُ ﴿٥٤﴾
Allahlah yang menciptakan kalian -wahai manusia- dari air yang hina, kemudian Dia merubah masa kecil kalian yang lemah menjadi orang dewasa yang kuat, lalu mengembalikan masa dewasa kalian yang kuat itu menjadi masa tua yang lemah. Allah menciptakan lemah dan kuat sekehendak-Nya dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang luput dari-Nya dan Dia Mahakuasa, tidak ada sesuatu pun yang melemahkan-Nya
وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يُقْسِمُ ٱلْمُجْرِمُونَ مَا لَبِثُوا۟ غَيْرَ سَاعَةٍۢ ۚ كَذَٰلِكَ كَانُوا۟ يُؤْفَكُونَ ﴿٥٥﴾
Pada saat terjadinya hari Kiamat, para pendosa itu bersumpah bahwa mereka tidaklah tinggal di dalam kuburan mereka kecuali hanya sesaat. Sebagaimana mereka dipalingkan dari pengetahuan tentang berapa lama mereka tinggal di alam kubur, demikian pula mereka dipalingkan dari kebenaran saat di dunia
وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ وَٱلْإِيمَـٰنَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِى كِتَـٰبِ ٱللَّهِ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْبَعْثِ ۖ فَهَـٰذَا يَوْمُ ٱلْبَعْثِ وَلَـٰكِنَّكُمْ كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ ﴿٥٦﴾
تعلمون Di antara para nabi dan malaikat yang telah diberi ilmu oleh Allah berkata, “Sungguh kalian telah tinggal selama masa yang telah ditentukan oleh Allah dalam ilmu-Nya yang telah ada sebelumnya, dari mulai penciptaan kalian hingga kebangkitan kalian yang telah kalian ingkari. Sekarang inilah hari dibangkitkannya seluruh manusia dari kubur mereka, akan tetapi kalian dahulu tidak mengetahui bahwa kebangkitan itu benar-benar akan terjadi, sehingga kalian pun mengingkarinya.”
فَيَوْمَئِذٍۢ لَّا يَنفَعُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ ﴿٥٧﴾
Pada hari di saat Allah membangkitkan para makhluk untuk perhitungan amal dan pembalasan, alasan-alasan yang dibuat-buat oleh orang-orang zalim tidak lagi bermanfaat bagi mereka dan mereka tidak lagi dituntut untuk mencari keridaan Allah dengan cara bertobat dan kembali kepada-Nya karena kesempatan untuk bertobat dan kembali kepada-Nya sudah habis
وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِى هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍۢ ۚ وَلَئِن جِئْتَهُم بِـَٔايَةٍۢ لَّيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا مُبْطِلُونَ ﴿٥٨﴾
Kami telah memberi berbagai permisalan untuk manusia di dalam Al-Qur`ān ini -sebagai bentuk perhatian atas mereka- agar jelas bagi mereka antara kebenaran dan kebatilan. Jika engkau -wahai Rasul- mendatangi mereka dengan bukti-bukti atas kebenaranmu, niscaya orang-orang yang kafir terhadap Allah akan berkata, “Engkau tidak lain hanyalah seorang yang membuat kepalsuan belaka dengan apa yang engkau bawa itu.”
كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ﴿٥٩﴾
Sebagaimana terkuncinya hati orang-orang yang tidak mengimaninya ini apabila engkau mendatangkan ayat kepada mereka, maka demikian juga Allah mengunci hati setiap orang yang tidak mengetahui bahwa apa yang engkau bawa itu adalah kebenaran. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir ق
فَٱصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّۭ ۖ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ ٱلَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ ﴿٦٠﴾
Oleh sebab itu, bersabarlah -wahai Rasul- atas pengingkaran kaummu terhadapmu karena janji Allah kepadamu untuk menolongmu dan memberimu kejayaan adalah suatu hal yang pasti, tidak ada keraguan padanya. Janganlah perilaku orang-orang yang tidak percaya bahwa mereka itu akan dibangkitkan mendorongmu untuk tergesa-gesa dan meninggalkan kesabaran. Sumber: Al-Mukhtashar fi Tafsir Al-Qur’an Al-Karim
Ikuti · ulangi · setor · Tanpa daftar