يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌۭ ﴿١﴾
Wahai sekalian manusia! Bertakwalah kepada Tuhan kalian dengan mengimplementasikan apa yang Dia perintahkan dan menjauhi segala yang Dia larang kepada kalian. Sesungguhnya perkara dahsyat yang menyertai hari Kiamat berupa guncangan gempa bumi dan hal lainnya merupakan suatu kejadian yang sangat besar maka wajib bagi kalian untuk mempersiapkan diri menyongsong kedatangannya dengan mengerjakan segala yang diridai Allah
يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَـٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَـٰرَىٰ وَلَـٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌۭ ﴿٢﴾
ى Yaitu pada hari ketika kalian menyaksikannya, perempuan yang sedang menyusui akan lalai dari anak yang disusuinya dan setiap perempuan hamil akan menggugurkan janin dalam kandungannya lantaran dahsyatnya rasa takut pada hari itu. Ketika itu kalian akan menyaksikan manusia seperti dalam keadaan mabuk karena tak lagi bisa berpikir lantaran dahsyatnya kondisi saat itu, padahal sebenarnya tidaklah mabuk seperti halnya peminum khamar, akan tetapi azab Allah itu sangat keras sehingga sanggup menghilangkan akal pikiran mereka
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَـٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍۢ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَـٰنٍۢ مَّرِيدٍۢ ﴿٣﴾
Di kalangan manusia ada orang yang berbantahan tentang kekuasaan Allah dalam membangkitkan kembali orang- orang yang telah mati tanpa disertai ilmu dan bukti yang memiliki dasar sedikit pun dan dalam keyakinan dan ucapannya hanya mengikuti para pembangkang terhadap Tuhannya dari kalangan setan dan para pemimpin kesesatan
كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُۥ مَن تَوَلَّاهُ فَأَنَّهُۥ يُضِلُّهُۥ وَيَهْدِيهِ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ ﴿٤﴾
Telah ditetapkan atas setiap pembangkang dari kalangan setan manusia dan jin itu bahwa barang siapa yang mengikuti dan membenarkannya maka ia pasti menyesatkannya dari jalan kebenaran, lalu mengantarnya ke azab neraka disebabkan kekafiran dan maksiat yang dilakukannya
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍۢ مِّنَ ٱلْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَـٰكُم مِّن تُرَابٍۢ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍۢ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍۢ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍۢ مُّخَلَّقَةٍۢ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍۢ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِى ٱلْأَرْحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًۭا ثُمَّ لِتَبْلُغُوٓا۟ أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرْذَلِ ٱلْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنۢ بَعْدِ عِلْمٍۢ شَيْـًۭٔا ۚ وَتَرَى ٱلْأَرْضَ هَامِدَةًۭ فَإِذَآ أَنزَلْنَا عَلَيْهَا ٱلْمَآءَ ٱهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنۢبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍۭ بَهِيجٍۢ ﴿٥﴾
Wahai sekalian manusia! Jika kalian memiliki keraguan terhadap kekuasaan Kami untuk membangkitkan kalian setelah kematian maka perhatikanlah proses penciptaan kalian. Kami telah menciptakan nenek moyang kalian, Adam dari tanah, kemudian Kami menciptakan anak keturunannya dari tetesan air mani yang dimasukkan seorang laki-laki ke dalam rahim perempuan, lalu mani itu berubah menjadi gumpalan darah yang membeku, lalu gumpalan darah itu berubah menjadi gumpalan daging persis seperti potongan daging yang dikunyah, lalu potongan daging itu berubah لغ ب Al-Qur’an · Tafsir menjadi satu makhluk sempurna yang tetap bertahan dalam rahim hingga keluar sebagai anak yang lahir dan hidup, atau bisa berubah menjadi makhluk tidak sempurna yang kemudian digugurkan oleh rahim. Semua ini terjadi agar Kami menjelaskan tentang kekuasaan Kami kepada kalian dalam menciptakan kalian dalam beberapa fase. Kami juga menetapkan dalam rahim itu janin-janin sesuai kehendak Kami sampai ia dilahirkan dalam kurun waktu tertentu, yaitu sembilan bulan, lalu Kami keluarkan kalian dari rahim ibu kalian sebagai bayi, lalu dengan berangsur-angsur kalian sampai pada fase sempurnanya tenaga dan akal pikiran (dewasa), di antara kalian ada yang diwafatkan sebelum itu dan ada yang terus hidup sampai mencapai usia renta, yaitu ketika tenaga dan akal pikirannya melemah sehingga kondisinya menjadi lebih buruk daripada bayi karena tidak mengingat lagi apa yang dahulunya ia ketahui. Kalian menyaksikan bumi ini kering tanpa ditumbuhi tumbuh-tumbuhan di atasnya, kemudian apabila Kami menurunkan air hujan di atasnya, bumi itu pun merekah dengan tumbuhnya tetumbuhan, bahkan menjadi tinggi lantaran suburnya tumbuh-tumbuhan tersebut dan bumi mengeluarkan dari setiap jenis tetumbuhan sesuatu yang indah dipandang
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّهُۥ يُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَأَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ ﴿٦﴾
Perkara yang Kami sebutkan itu -berupa penciptaan kalian pertama kali, fasenya, dan keadaan anak yang lahir dari kalian- bertujuan agar kalian beriman bahwa Allah yang menciptakan kalian adalah Tuhan Yang Mahabenar, tidak ada keraguan tentang keberadaan-Nya, berbeda dengan patung-patung yang kalian sembah selain-Nya, serta bertujuan agar kalian beriman bahwa Dialah yang menghidupkan orang yang mati dan bahwasanya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak memiliki sifat lemah sedikit pun
وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌۭ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِى ٱلْقُبُورِ ﴿٧﴾
Ia juga bertujuan agar kalian beriman bahwa hari Kiamat itu pasti akan datang, tidak ada keraguan tentang kedatangannya dan bahwasanya Allah akan membangkitkan setiap orang mati dari kubur mereka untuk diberikan balasan atas amal perbuatan yang telah mereka kerjakan
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَـٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍۢ وَلَا هُدًۭى وَلَا كِتَـٰبٍۢ مُّنِيرٍۢ ﴿٨﴾
Akan tetapi, di antara orang-orang kafir itu ada yang berbantahan tentang perkara tauhid kepada Allah tanpa didasari ilmu yang bisa mengantarkan mereka kepada kebenaran, tanpa mengikuti petunjuk yang bisa menuntun mereka, dan tanpa didasari kitab pemberi cahaya petunjuk yang turun dari sisi Allah yang bisa memberikan mereka petunjuk
ثَانِىَ عِطْفِهِۦ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ لَهُۥ فِى ٱلدُّنْيَا خِزْىٌۭ ۖ وَنُذِيقُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ ﴿٩﴾
Ia melakukannya sambil memalingkan lehernya secara congkak, agar memalingkan manusia dari keimanan kepada Allah dan masuk ke dalam agama Allah. Orang yang memiliki sifat seperti ini mendapat kehinaan di dunia dengan azab yang akan menimpanya dan di akhirat kelak Kami akan berikan kepadanya rasa azab neraka yang membakar
ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدَاكَ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّـٰمٍۢ لِّلْعَبِيدِ ﴿١٠﴾
Pada saat itu akan dikatakan kepadanya, "Azab yang engkau rasakan itu adalah disebabkan perbuatan kafir dan maksiat yang engkau lakukan dahulu karena Allah tidak memberikan azab kepada satu makhluk pun kecuali dikarenakan dosa-dosanya." لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَعْبُدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍۢ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُۥ خَيْرٌ ٱطْمَأَنَّ بِهِۦ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ ٱنقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِۦ خَسِرَ ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْخُسْرَانُ ٱلْمُبِينُ ﴿١١﴾
Di antara manusia juga ada orang yang bimbang, dia menyembah Allah dalam keadaan ragu. Apabila ia memperoleh kebaikan berupa kesehatan dan kekayaan, ia akan terus beriman dan beribadah kepada Allah, namun apabila ia memperoleh suatu cobaan berupa penyakit atau kemiskinan, ia akan putus asa dari agamanya hingga murtad. Sungguh dia rugi di dunia, kekafirannya tidak akan menambahnya dari bagian harta dunia yang tidak ditetapkan baginya, dan ia juga rugi di akhirat kelak karena adanya azab Allah yang akan menimpanya. Hal yang demikian ini merupakan kerugian yang nyata
يَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُۥ وَمَا لَا يَنفَعُهُۥ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلضَّلَـٰلُ ٱلْبَعِيدُ ﴿١٢﴾
Dia menyembah patung-patung sebagai tuhan selain Allah yang tidak bisa memberikannya mudarat bila ia menentangnya dan tidak kuasa mendatangkan baginya manfaat bila ia menaatinya. Doa yang dipanjatkan kepada patung-patung yang tidak memberikan mudarat dan manfaat itu merupakan kesesatan yang jauh dari kebenaran
يَدْعُوا۟ لَمَن ضَرُّهُۥٓ أَقْرَبُ مِن نَّفْعِهِۦ ۚ لَبِئْسَ ٱلْمَوْلَىٰ وَلَبِئْسَ ٱلْعَشِيرُ ﴿١٣﴾
Orang kafir yang menyembah patung-patung ini menyeru kepada sesuatu yang sebenarnya bencananya yang pasti ada lebih dekat daripada manfaatnya yang semu. Sungguh sesuatu yang mudaratnya lebih dekat daripada manfaatnya adalah seburuk-buruk sesembahan, juga ia seburuk-buruk penolong bagi yang meminta pertolongannya, dan seburuk-buruk kawan bagi yang menemaninya
إِنَّ ٱللَّهَ يُدْخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ ﴿١٤﴾
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman kepada-Nya dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga-surga yang mengalir di bawah istana-istananya sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki berupa curahan rahmat kepada orang yang Dia rahmati dan pemberian azab bagi yang Dia berikan azab. Tidak ada sesuatu pun yang memaksanya untuk melakukan kehendak-Nya
مَن كَانَ يَظُنُّ أَن لَّن يَنصُرَهُ ٱللَّهُ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى ٱلسَّمَآءِ ثُمَّ لْيَقْطَعْ فَلْيَنظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُۥ مَا يَغِيظُ ﴿١٥﴾
كيده ما يغيظ Barang siapa yang menyangka bahwa Allah tidak akan menolong Nabi-Nya -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- di dunia dan di akhirat maka hendaknya ia merentangkan tali ke atap rumahnya, lalu ia menggantung diri dengan tidak menginjakkan kakinya di tanah, kemudian pikirkanlah apakah upaya itu melenyapkan rasa sakit, kesal, dan amarah yang ada dalam dirinya?! Sungguh Allah pasti menolong Nabi-Nya, baik pembangkang itu setuju ataupun enggan
وَكَذَٰلِكَ أَنزَلْنَـٰهُ ءَايَـٰتٍۭ بَيِّنَـٰتٍۢ وَأَنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يُرِيدُ ﴿١٦﴾
Sebagaimana Kami telah jelaskan pada kalian tentang bukti nyata adanya hari kebangkitan maka Kami juga telah menurunkan kepada Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- Al-Qur`ān sebagai ayat-ayat yang nyata dan bahwasanya Allah -dengan karunia-Nya- menuntun siapa yang Dia kehendaki ke jalan hidayah dan petunjuk. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَادُوا۟ وَٱلصَّـٰبِـِٔينَ وَٱلنَّصَـٰرَىٰ وَٱلْمَجُوسَ وَٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ شَهِيدٌ ﴿١٧﴾
ى Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dari kalangan umat ini, kaum Yahudi, kaum Sabi (sekelompok pengikut sebagian nabi sebelumnya), kaum Nasrani, para penyembah api, dan para penyembah patung, sungguh Allah akan memberikan keputusan di antara mereka semua pada hari Kiamat kelak, sehingga orang-orang beriman akan masuk surga dan selain mereka akan masuk neraka. Sesungguhnya Allah menjadi saksi atas segala ucapan dan amalan para hamba-Nya, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya, dan Dia pasti memberikan balasan atas amal perbuatan mereka
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَسْجُدُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ وَٱلنُّجُومُ وَٱلْجِبَالُ وَٱلشَّجَرُ وَٱلدَّوَآبُّ وَكَثِيرٌۭ مِّنَ ٱلنَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ ٱلْعَذَابُ ۗ وَمَن يُهِنِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّكْرِمٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَآءُ ۩ ﴿١٨﴾
Tidakkah engkau tahu -wahai Rasul- bahwa seluruh makhluk yang ada di langit dari kalangan malaikat dan di bumi dari orang-orang mukmin kalangan jin dan manusia bersujud kepada Allah dengan sujud ketaatan, juga matahari, bulan, bintang-bintang langit, gunung-gunung, pepohonan, dan binatang melata semuanya bersujud kepada Allah dengan sujud ketundukan. Banyak di antara manusia yang bersujud kepada-Nya dengan sujud ketaatan, akan tetapi banyak pula di antara manusia yang enggan bersujud taat kepada-Nya, sehingga mereka berhak mendapatkan azab Allah lantaran kekafiran mereka. Barang siapa yang ditentukan oleh Allah agar hina dan tercela karena kekufurannya maka tidak akan ada seorang pun yang akan memuliakannya. Sungguh Dia berbuat apa saja yang Dia kehendaki, tidak ada yang memaksanya untuk berbuat sesuatu
۞ هَـٰذَانِ خَصْمَانِ ٱخْتَصَمُوا۟ فِى رَبِّهِمْ ۖ فَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌۭ مِّن نَّارٍۢ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُءُوسِهِمُ ٱلْحَمِيمُ ﴿١٩﴾
Inilah dua golongan yang berselisih mengenai Tuhan mereka, siapakah di antara keduanya yang benar; golongan yang beriman ataukah golongan yang kafir? Adapun bagi golongan yang kafir niscaya kelak akan diselimuti api neraka seperti pakaian yang menyelimuti orang yang memakainya dan dari atas kepala mereka akan disiramkan air mendidih yang sangat panas
يُصْهَرُ بِهِۦ مَا فِى بُطُونِهِمْ وَٱلْجُلُودُ ﴿٢٠﴾
Dengan air mendidih itu akan dihancurluluhkan organ-organ yang ada dalam perut mereka karena panasnya dan air itu akan sampai juga pada kulit mereka hingga melepuhkannya. ولهم م قمع من حديد
وَلَهُم مَّقَـٰمِعُ مِنْ حَدِيدٍۢ ﴿٢١﴾
Dalam neraka itu ada palu-palu besi untuk mereka yang digunakan para malaikat untuk memukul kepala mereka. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
كُلَّمَآ أَرَادُوٓا۟ أَن يَخْرُجُوا۟ مِنْهَا مِنْ غَمٍّ أُعِيدُوا۟ فِيهَا وَذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ ﴿٢٢﴾
Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran dahsyatnya azab dan kesengsaraan yang mereka dapatkan, mereka dikembalikan lagi ke dalamnya, lalu dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah azab neraka yang membakar ini."
إِنَّ ٱللَّهَ يُدْخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍۢ وَلُؤْلُؤًۭا ۖ وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌۭ ﴿٢٣﴾
Adapun golongan yang beriman maka merekalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal saleh, Allah memasukkan mereka ke dalam surga-surga yang di bawah istana dan pepohonannya mengalir sungai- sungai, Allah menghiasi mereka dengan memakaikan mereka gelang-gelang emas, perhiasan mutiara, dan pakaian yang mereka pakai di dalamnya adalah pakaian sutra
وَهُدُوٓا۟ إِلَى ٱلطَّيِّبِ مِنَ ٱلْقَوْلِ وَهُدُوٓا۟ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْحَمِيدِ ﴿٢٤﴾
Mereka diberi petunjuk oleh Allah di kehidupan dunia ini kepada ucapan-ucapan yang baik seperti syahadat Lailahaillallah, takbir (Allahuakbar), dan tahmid (Alhamdulillah) dan Dia juga memberikan mereka petunjuk ke jalan Islam yang terpuji
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ٱلَّذِى جَعَلْنَـٰهُ لِلنَّاسِ سَوَآءً ٱلْعَـٰكِفُ فِيهِ وَٱلْبَادِ ۚ وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍۭ بِظُلْمٍۢ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍۢ ﴿٢٥﴾
ومن يرد فيه بإلحادبظلم نذقهمن عذاب أليم Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah, yang menghalangi manusia agar tidak masuk ke dalam Islam, dan menghalangi mereka dari mendatangi Masjidilharam seperti yang dilakukan orang-orang musyrik pada tahun peristiwa Hudaibiyah, niscaya akan Kami timpakan kepada mereka azab yang pedih. Masjid itu yang Kami jadikan sebagai kiblat bagi manusia dalam salat mereka dan sebagai tempat tawaf mereka dalam ibadah haji atau umrah sama-sama terbuka untuk penduduk Makkah dan bagi siapa saja yang datang dari luar Makkah. Barang siapa sengaja bermaksud menyimpang dari kebenaran dengan melakukan maksiat di dalamnya, niscaya Kami akan timpakan padanya azab yang pedih
وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَٰهِيمَ مَكَانَ ٱلْبَيْتِ أَن لَّا تُشْرِكْ بِى شَيْـًۭٔا وَطَهِّرْ بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْقَآئِمِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ ﴿٢٦﴾
Ingatlah -wahai Rasul- tatkala Kami menjelaskan kepada Ibrahim -'alaihissalām- tentang tempat Baitullah (Ka'bah) dan batasan-batasannya setelah sebelumnya tidak diketahui dan Kami mewahyukan kepadanya, "Janganlah engkau menyekutukan Aku dengan sesuatu apa pun dalam ibadah, tetapi beribadahlah kepada-Ku semata dan sucikanlah rumah-Ku dari najis yang tampak dan yang tidak tampak untuk orang-orang yang tawaf dan salat di dalamnya
وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًۭا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍۢ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍۢ ﴿٢٧﴾
Kemudian serulah manusia dengan menyuruh mereka untuk mengerjakan ibadah haji ke Baitullah yang Kami perintahkan padamu untuk membangunnya, niscaya mereka akan mendatangimu dengan berjalan kaki atau mengendarai unta yang kurus lantaran kelelahan dalam perjalanan, mereka akan datang dengan mengendarai unta dari segenap penjuru yang jauh. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
لِّيَشْهَدُوا۟ مَنَـٰفِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍۢ مَّعْلُومَـٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَـٰمِ ۖ فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْبَآئِسَ ٱلْفَقِيرَ ﴿٢٨﴾
Hal itu bertujuan agar mereka bisa menyaksikan apa yang bermanfaat bagi mereka berupa pengampunan dosa, meraih pahala, penyatuan kalimat, ataupun manfaat lainnya. Hendaklah mereka menyebut nama Allah ketika menyembelih hadyu pada hari-hari tertentu, yaitu 10 Zulhijah dan 3 hari setelahnya, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas karunia dan rezeki-Nya berupa unta, sapi, dan kambing. Kemudian makanlah dari sebagian binatang hadyu ini dan berikanlah sebagian lainnya untuk dimakan orang-orang yang sangat miskin
ثُمَّ لْيَقْضُوا۟ تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا۟ نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا۟ بِٱلْبَيْتِ ٱلْعَتِيقِ ﴿٢٩﴾
Kemudian hendaklah mereka menyelesaikan amalan manasik haji yang tersisa serta bertahalul dengan mencukur rambut, memotong kuku, dan menghilangkan kotoran-kotoran badan mereka selama ihram. Hendaklah mereka juga menyempurnakan apa yang mereka wajibkan atas diri mereka berupa ibadah haji, umrah, atau hadyu dan melakukan tawaf ifadah di Baitullah yang diselamatkan oleh Allah dari cengkeraman para penguasa yang zalim."
ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ حُرُمَـٰتِ ٱللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌۭ لَّهُۥ عِندَ رَبِّهِۦ ۗ وَأُحِلَّتْ لَكُمُ ٱلْأَنْعَـٰمُ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ ۖ فَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلرِّجْسَ مِنَ ٱلْأَوْثَـٰنِ وَٱجْتَنِبُوا۟ قَوْلَ ٱلزُّورِ ﴿٣٠﴾
Perkara yang diperintahkan kepada kalian -berupa tahalul dengan mencukur rambut, memotong kuku, menghilangkan kotoran-kotoran badan, menunaikan nazar, dan tawaf di Baitullah- itu merupakan perkara yang Allah wajibkan atas kalian. Oleh sebab itu, agungkanlah perkara yang diwajibkan-Nya tersebut. Barang siapa yang menjauhi apa yang Allah perintahkan untuk dijauhi ketika berihram karena mengagungkan batasan-batasan Allah agar tidak terjatuh ke dalamnya dan mengagungkan apa yang terhormat di sisi-Nya agar tidak melakukan maksiat padanya, maka hal itu di sisi Tuhannya lebih baik baginya di dunia dan di akhirat. Dihalalkan bagi kalian -wahai manusia- hewan ternak berupa unta, sapi, dan kambing, Dia tidak mengharamkan pada kalian jenis unta ḥām (unta jantan yang telah membuntingkan betina sebanyak 10 kali), baḥīrah (unta betina yang telah beranak lima kali dan anak kelima itu jantan), atau jenis domba waṣīlah (domba jantan yang memiliki kembaran domba betina). Dia tidak mengharamkan apa pun dari hewan tersebut kecuali apa yang kalian dapatkan dalam Al-Qur`ān berupa keharaman bangkai, darah, dan selain keduanya. Oleh sebab itu, jauhilah oleh kalian perkara-perkara najis dan menjijikkan itu, yaitu berhala dan jauhilah pula setiap ucapan batil dan kedustaan terhadap Allah atau makhluk-Nya
حُنَفَآءَ لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِۦ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ ٱلطَّيْرُ أَوْ تَهْوِى بِهِ ٱلرِّيحُ فِى مَكَانٍۢ سَحِيقٍۢ ﴿٣١﴾
س حيق Jauhilah oleh kalian hal tersebut dengan menyimpang dari seluruh ajaran agama kecuali agama yang diridai oleh-Nya, tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun dalam beribadah kepada-Nya. Barang siapa yang menyekutukan Allah maka seakan-akan ia terjatuh dari langit, lalu boleh jadi daging dan tulangnya akan disambar oleh burung-burung atau boleh jadi ia diterbangkan angin ke tempat yang jauh
ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَـٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ ﴿٣٢﴾
Itulah yang Allah perintahkan berupa tauhid, memurnikan ibadah kepada-Nya, serta menjauhi berhala-berhala dan ucapan dusta. Barang siapa yang mengagungkan syiar-syiar agama ini -di antaranya: penyembelihan hadyu dan لغ ب Al-Qur’an · Tafsir manasik haji- maka pengagungan tersebut merupakanم bentuk ketakwaan hati terhadap Tuhannya
لَكُمْ فِيهَا مَنَـٰفِعُ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى ثُمَّ مَحِلُّهَآ إِلَى ٱلْبَيْتِ ٱلْعَتِيقِ ﴿٣٣﴾
Dalam binatang hadyu yang akan kalian sembelih di dekat Baitullah itu terdapat manfaat bagi kalian seperti bisa menungganginya dan mendapatkan kulitnya, anak keturunannya, dan susunya sampai tiba waktu penyembelihannya yang ditentukan di sekitar Baitullah yang Dia bebaskan dari kuasa para penguasa zalim
وَلِكُلِّ أُمَّةٍۢ جَعَلْنَا مَنسَكًۭا لِّيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَـٰمِ ۗ فَإِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُوا۟ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُخْبِتِينَ ﴿٣٤﴾
Bagi setiap umat yang telah berlalu Kami syariatkan pada mereka suatu ibadah dalam bentuk penyembelihan hewan sebagai kurban kepada Allah, dengan harapan agar mereka menyebut nama Allah atas hewan-hewan kurban yang disembelih tersebut tatkala menyembelihnya, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas rezeki yang Dia limpahkan kepada mereka berupa unta, sapi, dan kambing. Oleh karena itu -wahai manusia-, Tuhan kalian yang berhak disembah hanyalah Tuhan Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, sebab itu hanya kepada-Nyalah hendaknya kalian tunduk dan taat. Sampaikanlah -wahai Rasul- kabar gembira kepada orang-orang yang khusyuk lagi ikhlas beribadah kepada Allah
ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَٱلصَّـٰبِرِينَ عَلَىٰ مَآ أَصَابَهُمْ وَٱلْمُقِيمِى ٱلصَّلَوٰةِ وَمِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ يُنفِقُونَ ﴿٣٥﴾
Yaitu orang-orang yang apabila disebut nama Allah mereka pun merasa takut akan azab-Nya, sehingga mereka pun menjauhi larangan-larangan-Nya, bersabar apabila ditimba musibah, mendirikan salat secara sempurna, dan menginfakkan sebagian rezeki yang dikaruniakan Allah pada mereka dalam hal-hal yang baik
وَٱلْبُدْنَ جَعَلْنَـٰهَا لَكُم مِّن شَعَـٰٓئِرِ ٱللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌۭ ۖ فَٱذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْقَانِعَ وَٱلْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَـٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ﴿٣٦﴾
Unta dan sapi yang dibawa ke Baitullah tersebut Kami jadikan sebagai syiar agama Allah bagi kalian. Di dalamnya kalian mendapati manfaat duniawi dan ukhrawi, maka bacalah "Bismillah" tatkala menyembelih unta, yaitu setelah kakinya dirapatkan dalam keadaan berdiri dan salah satu tangannya diikat agar tidak berontak melarikan diri. Apabila unta itu telah rebah dan mati maka makanlah sebagian darinya -wahai orang yang menjadikannya sebagai hadyu- dan berikanlah sebagiannya kepada orang-orang miskin yang enggan mengemis dan orang-orang miskin yang datang agar diberi. Sebagaimana Kami tundukkan hewan-hewan itu agar menjadi pembawa barang-barang dan kendaraan kalian, maka demikian pulalah Kami tundukkan hewan-hewan itu agar kalian mudah menyembelihnya demi mendekatkan diri kepada Allah, agar kalian bersyukur kepada Allah atas karunia ditundukkannya hewan-hewan tersebut bagi kalian
لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَـٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُحْسِنِينَ ﴿٣٧﴾
Daging atau darah hewan yang kalian kurbankan sebagai hadyu tersebut sekali-kali tidak akan pernah sampai kepada Allah dan tidak pula akan diangkat kepada-Nya, tetapi yang akan sampai kepada-Nya hanyalah sifat takwa kalian kepada Allah di dalamnya, yaitu dengan memurnikan ketaatan dalam melakukan perintah-Nya, agar dengannya kalian لغ ب Al-Qur’an · Tafsir bisa mendekatkan diri kepada-Nya. Demikian pula Dia menundukkan hewan tersebut agar kalian mengagungkan Allah sebagai ungkapan rasa syukur pada-Nya atas petunjuk kebenaran yang Dia karuniakan pada kalian. Sampaikanlah - wahai Rasul- kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik dalam beribadah kepada Tuhan mereka dan dalam bergaul dengan makhluk-Nya
۞ إِنَّ ٱللَّهَ يُدَٰفِعُ عَنِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍۢ كَفُورٍ ﴿٣٨﴾
Sesungguhnya Allah melindungi orang-orang yang beriman kepada Allah dari kejahatan musuh-musuh mereka. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang mengkhianati amanat yang diembankan padanya dan orang yang kufur terhadap nikmat Allah, ia tidak bersyukur kepada Allah, bahkan cenderung mendurhakai-Nya
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَـٰتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا۟ ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ ﴿٣٩﴾
Allah telah mengizinkan orang-orang beriman yang diperangi orang-orang musyrik untuk melakukan perlawanan perang karena musuh-musuh mereka tersebut sudah sangat menzalimi mereka. Sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk memenangkan orang-orang mukmin atas musuh-musuh mereka meskipun tanpa perang, namun konsekuensi hikmah-Nya mengharuskan Dia menguji orang-orang beriman dengan melakukan perang terhadap orang-orang kafir
ٱلَّذِينَ أُخْرِجُوا۟ مِن دِيَـٰرِهِم بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّآ أَن يَقُولُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍۢ لَّهُدِّمَتْ صَوَٰمِعُ وَبِيَعٌۭ وَصَلَوَٰتٌۭ وَمَسَـٰجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا ٱسْمُ ٱللَّهِ كَثِيرًۭا ۗ وَلَيَنصُرَنَّ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌ ﴿٤٠﴾
Yaitu orang-orang yang diusir oleh orang-orang kafir dari kampung halaman mereka secara zalim, tanpa memiliki dosa apa pun melainkan hanya karena menyatakan, "Tuhan kami adalah Allah, tiada Tuhan kami selain-Nya." Seandainya Allah tidak mensyariatkan kepada para nabi dan orang-orang beriman syariat perang terhadap musuh-musuh mereka, niscaya mereka akan membinasakan tempat-tempat ibadah, mereka pasti akan merobohkan biara-biara para rahib, gereja-gereja Nasrani, rumah-rumah ibadah Yahudi, dan masjid-masjid umat Islam yang dibangun untuk tempat ibadah, padahal di dalamnya kaum muslimin banyak menyebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong agama dan nabi-Nya, sungguh Dia Mahakuat untuk menolong orang yang menolong agama-Nya, lagi Mahaperkasa yang tidak dikalahkan oleh siapa pun
ٱلَّذِينَ إِن مَّكَّنَّـٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ أَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَمَرُوا۟ بِٱلْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا۟ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَـٰقِبَةُ ٱلْأُمُورِ ﴿٤١﴾
Orang-orang yang dijanjikan kemenangan itu adalah orang-orang yang apabila Kami beri kejayaan di muka bumi dengan mendapatkan kemenangan atas musuh-musuhnya, mereka senantiasa mendirikan salat secara sempurna, menunaikan zakat harta mereka, memerintahkan apa yang diperintahkan syariat, dan melarang dari apa yang dilarangnya. Hanya kepada Allahlah kembalinya segala urusan, baik berupa pahala ataupun azab. وإن يكذبوك فقد كذبت قبلهم قوم نوح وعاد وثمود
وَإِن يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍۢ وَعَادٌۭ وَثَمُودُ ﴿٤٢﴾
Apabila kaummu -wahai Rasul- mendustakanmu maka bersabarlah sebab engkau bukanlah rasul pertama yang didustakan oleh kaumnya. Sebelum kaummu, ada kaum Nuh yang mendustakan Nuh, kaum 'Ād yang mendustakan Hud, dan kaum Ṡamūd yang mendustakan Saleh. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir وقوم إ برهيم وقوم لوط
وَقَوْمُ إِبْرَٰهِيمَ وَقَوْمُ لُوطٍۢ ﴿٤٣﴾
Kaum Ibrahim juga telah mendustakan Ibrahim dan kaum Lut telah pula mendustakan Lut
وَأَصْحَـٰبُ مَدْيَنَ ۖ وَكُذِّبَ مُوسَىٰ فَأَمْلَيْتُ لِلْكَـٰفِرِينَ ثُمَّ أَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ ﴿٤٤﴾
Penduduk Madyan juga telah mendustakan Syuaib dan Firaun beserta kaumnya telah mendustakan Musa. Namun, Aku tunda penurunan azab kepada kaum-kaum tersebut sebagai bentuk istidraj atas mereka, kemudian Aku mengazab mereka. Sebab itu, perhatikanlah betapa besarnya pengingkaran-Ku terhadap kedustaan mereka, hingga Aku pun membinasakan mereka lantaran kekufuran mereka itu. فكأين من قرية أهلكنها وهى ظالمة فهى خاوية عل عروشها وبئر م عط لة وقصر م شيد
فَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَـٰهَا وَهِىَ ظَالِمَةٌۭ فَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَبِئْرٍۢ مُّعَطَّلَةٍۢ وَقَصْرٍۢ مَّشِيدٍ ﴿٤٥﴾
Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan dengan azab yang menyeluruh karena penduduknya berbuat zalim dengan melakukan kekafiran, sehingga tempat tinggal mereka runtuh bangunan-bangunannya dan serasa kosong tanpa ada lagi penghuninya. Betapa banyak pula sumur yang tidak ada lagi orang yang mengambil airnya lantaran mereka telah binasa dan betapa banyak istana yang megah lagi penuh hiasan yang tidak bisa melindungi penghuninya dari datangnya azab
أَفَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌۭ يَعْقِلُونَ بِهَآ أَوْ ءَاذَانٌۭ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى ٱلْأَبْصَـٰرُ وَلَـٰكِن تَعْمَى ٱلْقُلُوبُ ٱلَّتِى فِى ٱلصُّدُورِ ﴿٤٦﴾
Tidak pernahkah orang-orang yang mendustakan ajaran yang dibawa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- itu berjalan di muka bumi agar mereka dapat menyaksikan jejak negeri-negeri yang telah dibinasakan, sehingga mereka bisa berpikir menggunakan akal sehat agar mengambil pelajaran darinya dan mendengar kisah-kisah mereka dengan saksama supaya mengambil peringatan darinya. Sesungguhnya kebutaan yang hakiki bukanlah buta mata, namun kebutaan hakiki yang membinasakan dan menghinakan adalah kebutaan basirah (ilmu dan iman) lantaran orang yang memiliki kebutaan seperti ini tidak akan mungkin mendapatkan pelajaran dan peringatan
وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلْعَذَابِ وَلَن يُخْلِفَ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥ ۚ وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍۢ مِّمَّا تَعُدُّونَ ﴿٤٧﴾
Orang-orang kafir dari kaummu meminta kepadamu -wahai Rasul- agar segera diturunkan azab kepada mereka di dunia ini dan agar disegerakan pula azab di akhirat kelak ketika hal itu diancamkan pada mereka, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya kepada mereka berupa azab itu. Di antara azab yang disegerakan pada mereka adalah kekalahan mereka dalam perang Badar. Sesungguhnya satu hari masa azab di akhirat seperti seribu tahun menurut perhitungan kalender tahunan kalian di dunia ini lantaran kerasnya azab yang ada di sana
وَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَمْلَيْتُ لَهَا وَهِىَ ظَالِمَةٌۭ ثُمَّ أَخَذْتُهَا وَإِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ ﴿٤٨﴾
Betapa banyak negeri yang Aku tunda penurunan azab kepadanya padahal penduduknya berbuat zalim dengan kafir kepada Allah. Aku tidak menyegerakan azab tersebut sebagai bentuk istidraj (pemberian tenggang waktu agar azab mereka semakin berat) atas mereka, kemudian Aku mengazab mereka dengan azab yang menyeluruh. Hanya kepada Akulah tempat mereka kembali di hari Kiamat kelak, lalu Aku memberikan balasan kekafiran mereka dengan azab yang kekal abadi. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
قُلْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّمَآ أَنَا۠ لَكُمْ نَذِيرٌۭ مُّبِينٌۭ ﴿٤٩﴾
Katakanlah -wahai Muhammad-, "Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya aku hanya pemberi peringatan secara jelas dan nyata, aku hanya menyampaikan pada kalian ajaran yang aku diutus untuk menyampaikannya."
فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌۭ وَرِزْقٌۭ كَرِيمٌۭ ﴿٥٠﴾
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh maka akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosa mereka dari Tuhan mereka dan memperoleh rezeki yang mulia di dalam surga, tanpa terputus sedikit pun
وَٱلَّذِينَ سَعَوْا۟ فِىٓ ءَايَـٰتِنَا مُعَـٰجِزِينَ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَحِيمِ ﴿٥١﴾
Sebaliknya, orang-orang yang berusaha mendustakan ayat-ayat Kami dengan mengira bahwa mereka bisa melemahkan Allah dan melalaikan-Nya hingga Dia tidak mengazab mereka, maka merekalah penghuni neraka Jahim, mereka senantiasa berada di dalamnya lagi tak terpisakan bak dua teman sejati
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍۢ وَلَا نَبِىٍّ إِلَّآ إِذَا تَمَنَّىٰٓ أَلْقَى ٱلشَّيْطَـٰنُ فِىٓ أُمْنِيَّتِهِۦ فَيَنسَخُ ٱللَّهُ مَا يُلْقِى ٱلشَّيْطَـٰنُ ثُمَّ يُحْكِمُ ٱللَّهُ ءَايَـٰتِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ ﴿٥٢﴾
Kami tidaklah mengutus seorang rasul atau nabi sebelummu -wahai Rasul- melainkan apabila ia membaca Kitab Allah maka setan pun memasukkan dalam bacaannya itu tambahan kata-kata yang membuat manusia menyangka bahwa itu bagian dari wahyu, namun Allah menghilangkan apa yang dimasukkan setan itu dan menguatkan ayat-ayat-Nya. Sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya, lagi Mahabijaksana dalam penciptaan-Nya, takdir-Nya, dan pengaturan-Nya
لِّيَجْعَلَ مَا يُلْقِى ٱلشَّيْطَـٰنُ فِتْنَةًۭ لِّلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌۭ وَٱلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ ٱلظَّـٰلِمِينَ لَفِى شِقَاقٍۭ بَعِيدٍۢ ﴿٥٣﴾
Setan memasukkan dalam bacaan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tambahan kata-kata sebagai ujian Allah bagi kaum munafik dan orang-orang musyrik yang keras hatinya. Sungguh orang-orang zalim dari kalangan kaum munafik dan musyrik benar-benar melakukan permusuhan dengan Allah dan Rasul-Nya, mereka sungguh jauh dari kebenaran dan petunjuk
وَلِيَعْلَمَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُوا۟ بِهِۦ فَتُخْبِتَ لَهُۥ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ ﴿٥٤﴾
صرط م ستقيم Hal itu juga terjadi agar orang-orang yang telah dianugerahi Allah ilmu meyakini bahwa Al-Qur`ān yang diturunkan kepada Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- merupakan suatu kebenaran yang diwahyukan Allah kepada engkau - wahai Rasul-, sehingga mereka pun akan bertambah imannya dan hati mereka akan tunduk dan takut kepada-Nya. Sesungguhnya Allah pemberi petunjuk bagi orang-orang beriman pada-Nya ke jalan yang benar lagi lurus, sebagai balasan atas ketundukan dan ketaatan mereka. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
وَلَا يَزَالُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فِى مِرْيَةٍۢ مِّنْهُ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغْتَةً أَوْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَقِيمٍ ﴿٥٥﴾
Orang-orang yang kafir terhadap Allah dan mendustakan Rasul-Nya itu senantiasa terus-menerus berada dalam keraguan terhadap ayat-ayat Al-Qur`ān yang diturunkan kepadamu, mereka terus berada dalam keraguan itu hingga datangnya hari Kiamat secara tiba-tiba atau datangnya azab pada hari yang tidak ada rahmat dan kebaikan bagi mereka di dalamnya, yaitu hari Kiamat bagi mereka
ٱلْمُلْكُ يَوْمَئِذٍۢ لِّلَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فِى جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ ﴿٥٦﴾
Kekuasaan pada hari Kiamat kelak hanya milik Allah, yaitu hari datangnya azab yang dijanjikan kepada mereka, tidak ada yang menyaingi kekuasaan-Nya pada hari itu. Dialah yang memberikan keputusan antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir, Dia memberi masing-masing dari mereka keputusan yang pantas mereka dapatkan. Orang- orang yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal saleh mendapatkan pahala yang besar, yaitu surga yang penuh kenikmatan lagi kekal abadi
وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا فَأُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌۭ مُّهِينٌۭ ﴿٥٧﴾
Adapun orang-orang yang kafir kepada Allah dan mendustakan ayat-ayat yang Kami turunkan kepada rasul Kami maka akan merasakan azab yang menghinakan, dengannya Allah menghinakan mereka dalam neraka Jahanam
وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوٓا۟ أَوْ مَاتُوا۟ لَيَرْزُقَنَّهُمُ ٱللَّهُ رِزْقًا حَسَنًۭا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ ﴿٥٨﴾
Sebaliknya, orang-orang yang hijrah meninggalkan kampung halaman dan negeri mereka demi meraih rida Allah dan menegakkan agama-Nya, lalu mereka terbunuh dalam menjalani jihad di jalan-Nya atau mereka mati, Allah pasti akan mengaruniakan mereka rezeki yang baik lagi kekal abadi di surga-Nya, sesungguhnya Allah Maha Pemberi rezeki yang paling baik
لَيُدْخِلَنَّهُم مُّدْخَلًۭا يَرْضَوْنَهُۥ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَعَلِيمٌ حَلِيمٌۭ ﴿٥٩﴾
Dia pasti akan memasukkan mereka ke dalam tempat yang mereka sukai, yaitu surga dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui amal perbuatan dan niat mereka, lagi Maha Penyantun, tidak menyegerakan kepada mereka azab atas kelalaian dan dosa-dosa mereka
۞ ذَٰلِكَ وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوقِبَ بِهِۦ ثُمَّ بُغِىَ عَلَيْهِ لَيَنصُرَنَّهُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌۭ ﴿٦٠﴾
Apa yang disebutkan sebelumnya berupa dimasukkannya orang-orang yang berhijrah di jalan Allah ke dalam surga dan perintah-Nya tentang pemberian balasan kepada orang zalim sesuai kadar kezalimannya maka hal itu tidak mengapa bagi mereka. Namun, apabila orang zalim itu kembali berbuat zalim maka Allah pasti akan menolong orang yang dizalimi, sungguh Allah Maha Pemaaf atas dosa-dosa orang beriman dan Maha Pengampun bagi mereka
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ يُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌۭ ﴿٦١﴾
Pertolongan itu diberikan kepada orang yang terzalimi karena Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Di antara kekuasaan-Nya adalah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, yaitu dengan لغ ب Al-Qur’an · Tafsir menambah jangka waktu salah satunya dan mengurangi jangka waktu lainnya. Sungguh Allah Maha Mendengar ucapan para hamba-Nya, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya dan Dia akan memberikan mereka balasan sesuai amal perbuatan mereka
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ هُوَ ٱلْبَـٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ ﴿٦٢﴾
Apa yang disebutkan sebelumnya berupa kekuasaan Allah memasukkan malam ke dalam siang dan sebaliknya; hal itu terjadi karena Allah adalah Tuhan Yang Mahabenar, agama-Nya benar, janji-Nya benar, dan pertolongan-Nya kepada orang-orang beriman adalah benar adanya dan bahwasanya apa yang disembah oleh orang-orang musyrik selain Allah berupa berhala dan patung-patung itu adalah perkara batil yang tidak berdasar sama sekali. Sesungguhnya Allah Mahatinggi di atas hamba-hamba-Nya, baik dari segi zat ataupun kekuasaan-Nya, lagi Mahabesar yang hanya milik- Nyalah segala kebesaran dan keagungan
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَتُصْبِحُ ٱلْأَرْضُ مُخْضَرَّةً ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌۭ ﴿٦٣﴾
Tidakkah engkau memperhatikan -wahai Rasul- bahwasanya Allah menurunkan air hujan dari langit, sehingga setelah hujan bumi menjadi hijau lantaran tumbuhnya tetumbuhan di atasnya, Sungguh Allah Mahalembut terhadap hamba- hamba-Nya lantaran Dia menurunkan untuk mereka air hujan dan menghijaukan bumi bagi mereka dan Dia Maha Mengetahui akan maslahat mereka, tidak ada yang tersembunyi sedikit pun bagi-Nya
لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ ﴿٦٤﴾
Milik-Nyalah segala apa yang ada di langit dan di bumi dan sesungguhnya Allah Mahakaya yang tidak memerlukan bantuan seorang pun dari makhluk-Nya, lagi Maha Terpuji dalam segala keadaan
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ وَٱلْفُلْكَ تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِأَمْرِهِۦ وَيُمْسِكُ ٱلسَّمَآءَ أَن تَقَعَ عَلَى ٱلْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٌۭ رَّحِيمٌۭ ﴿٦٥﴾
Tidakkah engkau memperhatikan -wahai Rasul- bahwasanya Allah telah menundukkan bagimu dan bagi manusia segala apa yang ada di muka bumi berupa hewan dan benda-benda agar kalian mendapatkan manfaat darinya dan memenuhi kebutuhan kalian. Dia juga menundukkan bagi kalian kapal-kapal yang berlayar di lautan dengan perintah dan pengaturan-Nya yang berpindah dari suatu negeri ke negeri lainnya. Dia juga menahan benda-benda langit agar tidak jatuh ke bumi kecuali dengan izin-Nya. Seandainya Dia mengizinkan langit untuk jatuh ke bumi niscaya ia akan jatuh seketika. Sungguh Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia tatkala Dia menundukkan segala apa yang ada di bumi ini bagi mereka meskipun mereka berbuat kezaliman
وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۗ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَكَفُورٌۭ ﴿٦٦﴾
Dialah Allah yang menghidupkan kalian karena Dia menciptakan kalian setelah sebelumnya kalian tidak ada, kemudian mematikan kalian setelah ajal kalian tiba, kemudian menghidupkan kalian kembali setelah mati supaya Dia menghisab amal perbuatan kalian dan membalaskannya. Namun, sungguh manusia itu sangat ingkar terhadap nikmat Allah dengan menyekutukan-Nya padahal nikmat-nikmat itu sangat menampakkan kebesaran Allah. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
لِّكُلِّ أُمَّةٍۢ جَعَلْنَا مَنسَكًا هُمْ نَاسِكُوهُ ۖ فَلَا يُنَـٰزِعُنَّكَ فِى ٱلْأَمْرِ ۚ وَٱدْعُ إِلَىٰ رَبِّكَ ۖ إِنَّكَ لَعَلَىٰ هُدًۭى مُّسْتَقِيمٍۢ ﴿٦٧﴾
Bagi setiap pemeluk agama telah Kami tetapkan syariat tertentu, mereka beramal sesuai syariat mereka masing- masing. Oleh karena itu, janganlah orang-orang musyrik dan pemeluk agama lain itu berbantahan dengan dirimu - wahai Rasul- mengenai urusan syariatmu sebab engkau lebih pantas berada di atas kebenaran dibanding mereka lantaran mereka adalah pengusung kebatilan. Serulah manusia agar memurnikan tauhid kepada Allah, sungguh engkau berada di jalan lurus yang tidak menyimpang
وَإِن جَـٰدَلُوكَ فَقُلِ ٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴿٦٨﴾
Jika mereka tetap saja membantahmu setelah tampaknya hujah atas mereka maka serahkanlah urusan mereka kepada Allah sembari mengatakan pada mereka suatu ancaman, "Allah lebih tahu tentang amalan yang kalian kerjakan, tidak satu pun amalan kalian yang tersembunyi dari-Nya dan Dia pasti akan membalas kalian sesuai amal perbuatan tersebut."
ٱللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ ﴿٦٩﴾
Allah akan mengadili di antara semua hamba-Nya, baik orang mukmin ataupun orang kafir pada hari Kiamat kelak tentang apa yang dahulu mereka perselisihkan di dunia dari perkara agama
أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ فِى كِتَـٰبٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌۭ ﴿٧٠﴾
Tidakkah engkau tahu -wahai Rasul- bahwasanya Allah mengetahui segala apa yang ada di langit dan di bumi? Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya segala sesuatu yang ada pada keduanya. Ilmu tentang itu semua telah tertulis dalam Loh Mahfuz dan untuk mengetahui semua itu sangat mudah bagi Allah
وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ سُلْطَـٰنًۭا وَمَا لَيْسَ لَهُم بِهِۦ عِلْمٌۭ ۗ وَمَا لِلظَّـٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍۢ ﴿٧١﴾
Orang-orang musyrik itu menyembah patung-patung sebagai tuhan selain Allah, padahal Dia tidak pernah turunkan dalam kitab-kitab-Nya suatu hujah pun agar patung-patung itu disembah. Mereka sama sekali tidak memiliki dalil yang jelas dalam penyembahan patung itu, sebab dalil utama mereka hanyalah taklid buta terhadap nenek moyang mereka. Sungguh bagi orang-orang zalim itu tidak ada seorang penolong pun yang bisa melindungi mereka dari turunnya azab Allah
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتُنَا بَيِّنَـٰتٍۢ تَعْرِفُ فِى وُجُوهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلْمُنكَرَ ۖ يَكَادُونَ يَسْطُونَ بِٱلَّذِينَ يَتْلُونَ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتِنَا ۗ قُلْ أَفَأُنَبِّئُكُم بِشَرٍّۢ مِّن ذَٰلِكُمُ ۗ ٱلنَّارُ وَعَدَهَا ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ ﴿٧٢﴾
ه Apabila engkau membacakan pada mereka ayat-ayat Al-Qur`ān Kami yang jelas, niscaya engkau akan melihat tanda pengingkaran pada wajah orang-orang kafir kepada Allah, yaitu bermuka masam tatkala mendengarkannya, bahkan lantaran besarnya kedengkian dan amarah mereka maka hampir saja mereka memukul orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami pada mereka. Katakanlah pada mereka -wahai Rasul-, "Maukah kalian aku kabarkan mengenai sesuatu yang lebih buruk dari sikap dengki, amarah, dan sikap muka masam kalian?" Yaitu neraka yang Allah janjikan untuk dimasuki oleh orang-orang kafir dan sungguh seburuk-buruk tempat kembali adalah neraka yang menjadi tempat kembali mereka. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌۭ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَن يَخْلُقُوا۟ ذُبَابًۭا وَلَوِ ٱجْتَمَعُوا۟ لَهُۥ ۖ وَإِن يَسْلُبْهُمُ ٱلذُّبَابُ شَيْـًۭٔا لَّا يَسْتَنقِذُوهُ مِنْهُ ۚ ضَعُفَ ٱلطَّالِبُ وَٱلْمَطْلُوبُ ﴿٧٣﴾
Wahai sekalian manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan maka dengarkanlah secara saksama dan ambillah pelajaran darinya. Sesungguhnya apa yang kalian sembah selain Allah berupa patung-patung atau lainnya tidak dapat menciptakan seekor lalat meskipun kecil lantaran kelemahan mereka, bahkan bila mereka semua berkumpul untuk menciptakan itu, mereka tidak akan dapat melakukannya dan apabila lalat itu merampas sesuatu dari mereka berupa wewangian atau lainnya, niscaya mereka tidak akan dapat merebutnya kembali. Dengan ketidakmampuan mereka menciptakan lalat atau merebut kembali apa yang ia rampas maka kelemahan mereka pun jelas tampak dalam menciptakan makhluk yang lebih besar dari lalat. Lalu kenapa kalian masih menyembah mereka sebagai tuhan selain Allah padahal mereka tidak kuasa menciptakan sesuatu?! Sungguh betapa lemahnya yang ingin merebut rampasan lalat itu, yaitu patung yang tidak kuasa merebut kembali apa yang telah dirampas lalat dan betapa lemah pula yang dituntut untuk mengembalikan hasil rampasannya, yaitu lalat
مَا قَدَرُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌ ﴿٧٤﴾
Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya pengagungan tatkala menyembah sebagian makhluk di samping Allah. Sungguh Allah Mahakuat, di antara bentuk kekuatan dan kekuasaan-Nya adalah penciptaan langit dan bumi beserta segala apa yang ada pada keduanya, juga Mahaperkasa yang tidak dikalahkan oleh seorang pun, berbeda dengan patung-patung orang-orang musyrik itu yang lemah lagi hina karena tidak bisa menciptakan sesuatu pun
ٱللَّهُ يَصْطَفِى مِنَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ رُسُلًۭا وَمِنَ ٱلنَّاسِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌۭ ﴿٧٥﴾
Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- memilih para utusan-Nya dari kalangan malaikat dan juga dari kalangan manusia. Dia mengutus sebagian malaikat kepada para nabi seperti Jibril yang diutus kepada rasul-rasul dari kalangan manusia, lalu Dia mengutus para rasul dari kalangan manusia kepada umat manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar tentang apa yang dikatakan orang-orang musyrik mengenai para rasul-Nya dan Maha Melihat lagi Mengetahui orang-orang yang dipilih-Nya untuk mengemban risalah-Nya
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ ﴿٧٦﴾
Dia mengetahui segala yang berkaitan dengan utusannya dari kalangan malaikat dan manusia, baik sebelum mereka diciptakan atau pun setelah mereka diwafatkan. Hanya kepada Allahlah segala urusan dikembalikan pada hari Kiamat kelak ketika Dia membangkitkan seluruh hamba-Nya lalu membalas amal perbuatan yang telah mereka kerjakan
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱرْكَعُوا۟ وَٱسْجُدُوا۟ وَٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمْ وَٱفْعَلُوا۟ ٱلْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩ ﴿٧٧﴾
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengerjakan syariat-Nya! Rukuk dan sujudlah kepada Allah semata dalam salat kalian dan berbuatlah kebajikan semisal sedekah, silaturahim, dan lainnya agar kalian beruntung mendapatkan apa yang kalian inginkan dan selamat dari yang kalian takuti. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
وَجَـٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍۢ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَٰهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هَـٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعْتَصِمُوا۟ بِٱللَّهِ هُوَ مَوْلَىٰكُمْ ۖ فَنِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ ﴿٧٨﴾
و Berjihadlah di jalan Allah dengan jihad yang ikhlas karena mengharap rida-Nya. Dia memilih kalian dan menjadikan agama kalian sebagai agama yang mudah, tidak ada kesukaran dan pemaksaan di dalamnya. Agama yang mudah ini adalah agama nenek moyang kalian, Ibrahim -'alaihissalām- dan Allah telah menamai kalian dalam kitab-kitab terdahulu dan dalam Al-Qur`ān sebagai orang-orang muslim, agar rasul menjadi saksi atas kalian bahwa ia telah menyampaikan pada kalian apa yang diperintahkan padanya untuk disampaikan dan agar kalian menjadi saksi atas segenap umat-umat terdahulu bahwa rasul-rasul mereka telah menyampaikan wahyu Allah tersebut. Oleh karena itu, bersyukurlah kalian kepada Allah atas nikmat itu dengan mendirikan salat secara sempurna, tunaikanlah zakat harta kalian, kembalilah kepada Allah, dan bersandarlah kepada-Nya dalam segala urusan karena Dia sebaik-baik pelindung bagi orang-orang mukmin yang dilindungi-Nya dan sebaik-baik penolong bagi orang-orang mukmin yang ditolong- Nya. Sebab itu, mintalah perlindungan dan pertolongan kepada-Nya niscaya Dia pasti melindungi dan menolong kalian. Sumber: Al-Mukhtashar fi Tafsir Al-Qur’an Al-Karim