نٓ ۚ وَٱلْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ ﴿١﴾
Nūn. Pembahasan tentang huruf-huruf semacam ini sudah ada di awal surah Al-Baqarah. Allah bersumpah dengan pena dan bersumpah dengan apa yang ditulis oleh manusia dengan pena mereka
Beranda›Tafsir›Al-Qalam (68)
Makkiyah · 52 ayat
نٓ ۚ وَٱلْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ ﴿١﴾
Nūn. Pembahasan tentang huruf-huruf semacam ini sudah ada di awal surah Al-Baqarah. Allah bersumpah dengan pena dan bersumpah dengan apa yang ditulis oleh manusia dengan pena mereka
مَآ أَنتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍۢ ﴿٢﴾
Kamu -wahai Rasul- bukanlah orang yang gila berkat kenabian yang dikaruniakan kepadamu oleh Allah, justru kamu bebas dari kegilaan yang dituduhkan oleh orang-orang musyrik kepadamu. وإ ن لك لأجرا غير ممنون
وَإِنَّ لَكَ لَأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍۢ ﴿٣﴾
Sungguh, kamu benar-benar akan mendapatkan pahala yang besar tanpa terputus atas penderitaan yang kamu rasakan karena menyampaikan risalah kepada manusia dan tidak ada jasa yang diberikan orang lain kepadamu. وإنك لعل خلق عظيم
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍۢ ﴿٤﴾
Sesungguhnya engkau berada di atas akhlak yang agung yang dibawa oleh Al-Qur`ān, bahkan engkau berakhlak dengan nilai-nilai Al-Qur`ān secara sempurna. فستبصر ويبصرون
فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ ﴿٥﴾
Sungguh, kamu akan melihat dan orang-orang yang mendustakanmu itu juga akan melihat
بِأَييِّكُمُ ٱلْمَفْتُونُ ﴿٦﴾
Ketika kebenaran terkuak dan terbuka siapa di antara kalian yang tertimpa kegilaan
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ ﴿٧﴾
Sesungguhnya Tuhanmu -wahai Rasul- mengetahui siapa yang menyimpang dari jalan-Nya dan Dia paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk ke jalan-Nya, sehingga Dia mengetahui bahwa mereka termasuk orang-orang yang tersesat dari jalan-Nya dan sesungguhnya kamu termasuk yang mendapat petunjuk ke jalan-Nya
فَلَا تُطِعِ ٱلْمُكَذِّبِينَ ﴿٨﴾
Sebab itu, janganlah kamu -wahai Rasul- mengikuti orang-orang yang mendustakan ajaran yang kamu bawa. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir ود وا لو تدهن فيدهنون
وَدُّوا۟ لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ ﴿٩﴾
Mereka berkeinginan kamu bersikap lemah dan lembut kepada mereka dalan urusan agama, sehingga mereka juga bersikap lemah dan lembut kepadamu. ولا تطع كل حلاف مهين
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍۢ مَّهِينٍ ﴿١٠﴾
Namun, janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah dengan kebatilan dan orang yang hina
هَمَّازٍۢ مَّشَّآءٍۭ بِنَمِيمٍۢ ﴿١١﴾
Yaitu dia yang banyak menggunjing dan menyebarkan adu domba di antara manusia untuk memecah belah mereka. م ناع للخير معتد أثيم
مَّنَّاعٍۢ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ ﴿١٢﴾
Dia yang banyak menghalangi perbuatan baik, melampaui batas pada harta, kehormatan, dan jiwa manusia, serta banyak dosa dan maksiat. عتل بعد ذلك زنيم
عُتُلٍّۭ بَعْدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ ﴿١٣﴾
Dia yang bertabiat kaku dan kasar, dikenal keburukannya di tengah kaumnya. أن كان ذا مال وبنين
أَن كَانَ ذَا مَالٍۢ وَبَنِينَ ﴿١٤﴾
Hal itu karena dia mempunyai harta dan anak, dia sombong dengan menolak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَـٰتُنَا قَالَ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ ﴿١٥﴾
Jika dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berkata, “Ini adalah yang ditulis dari khurafat-khurafat orang-orang terdahulu.”
سَنَسِمُهُۥ عَلَى ٱلْخُرْطُومِ ﴿١٦﴾
Kami akan menaruh tanda yang menjelekkan dirinya di atas hidungnya dan melekat padanya
إِنَّا بَلَوْنَـٰهُمْ كَمَا بَلَوْنَآ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا۟ لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ ﴿١٧﴾
Sesungguhnya Kami memberikan cobaan kepada orang-orang musyrik dengan kekeringan dan kelaparan sebagaimana Kami telah memberi cobaan kepada para pemilik kebun ketika mereka bersumpah bahwa mereka pasti memetik hasil kebunnya pada pagi hari dengan segera sehingga orang miskin tidak memakan hasilnya. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir ولا يستثنون
وَلَا يَسْتَثْنُونَ ﴿١٨﴾
Dalam sumpah itu mereka tidak menyebutkan pengecualian dengan ucapan, “Insya Allah.”
فَطَافَ عَلَيْهَا طَآئِفٌۭ مِّن رَّبِّكَ وَهُمْ نَآئِمُونَ ﴿١٩﴾
Allah lantas mengirimkan api ke kebun itu, sehingga ia pun membakarnya, sementara pemiliknya sedang tidur dan tidak mampu memadamkan api dari kebun itu
فَأَصْبَحَتْ كَٱلصَّرِيمِ ﴿٢٠﴾
Sebab itu, kebun itu berubah menjadi hitam seperti malam yang gelap. فتنادوا مص بحين
فَتَنَادَوْا۟ مُصْبِحِينَ ﴿٢١﴾
Lalu sebagian dari mereka menyeru kepada sebagian yang lain pada pagi hari
أَنِ ٱغْدُوا۟ عَلَىٰ حَرْثِكُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰرِمِينَ ﴿٢٢﴾
Mereka saling menyeru sambil berkata, “Keluarlah kalian segera menuju kebun kalian sebelum kedatangan orang- orang fakir jika kalian ingin memetik hasil kebun kalian.”
فَٱنطَلَقُوا۟ وَهُمْ يَتَخَـٰفَتُونَ ﴿٢٣﴾
Lalu mereka berjalan menuju kebun mereka dengan cepat, sebagian dari mereka berkata dengan sebagian yang lain dengan suara yang rendah
أَن لَّا يَدْخُلَنَّهَا ٱلْيَوْمَ عَلَيْكُم مِّسْكِينٌۭ ﴿٢٤﴾
Sebagian berkata kepada sebagian yang lain, “Janganlah ada satu orang miskin pun yang masuk ke dalam kebun kalian pada hari ini.” وغدوا عل حرد قدرين
وَغَدَوْا۟ عَلَىٰ حَرْدٍۢ قَـٰدِرِينَ ﴿٢٥﴾
Mereka pun berangkat pada pagi hari dengan bertekad untuk menghalangi hasil kebun mereka dan menahannya dari orang-orang miskin
فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوٓا۟ إِنَّا لَضَآلُّونَ ﴿٢٦﴾
Namun, tatkala mereka menyaksikannya dalam kondisi sudah terbakar, sebagian mereka berkata kepada yang lain, “Sungguh kita telah tersesat dari jalan menuju kebun. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir بل نحن محرومون
بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ ﴿٢٧﴾
Bahkan kita telah terhalangi dari memetik hasil kebun itu dikarenakan apa yang kami lakukan yang berupa keinginan untuk melarang orang-orang miskin dari hasil kebun itu.” قال أوسطهم ألم أقل ل كم لولا تسبحون
قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ ﴿٢٨﴾
Orang yang paling utama di antara mereka berkata, “Bukankah aku telah katakan kepada kalian ketika kalian bertekad untuk melakukan apa yang kalian inginkan, yaitu menghalangi orang-orang fakir dari hasil kebun itu, 'Kenapa kalian tidak bertasbih kepada Allah dan bertobat kepada-Nya?'”
قَالُوا۟ سُبْحَـٰنَ رَبِّنَآ إِنَّا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ ﴿٢٩﴾
Mereka berkata, “Mahasuci Tuhan kami, sesungguhnya kami telah berbuat aniaya kepada diri kami ketika kami bertekad untuk menghalangi orang-orang fakir dari hasil kebun kami.” فأقبل بعضهم عل بعض يتلومون
فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ يَتَلَـٰوَمُونَ ﴿٣٠﴾
Lalu sebagian dari mereka berdebat dengan sebagian yang lain sambil saling mencela
قَالُوا۟ يَـٰوَيْلَنَآ إِنَّا كُنَّا طَـٰغِينَ ﴿٣١﴾
Mereka berkata dengan menyesal, “Betapa meruginya kita, sesungguhnya kita telah melampaui batas dengan menghalangi orang-orang fakir dari hak mereka
عَسَىٰ رَبُّنَآ أَن يُبْدِلَنَا خَيْرًۭا مِّنْهَآ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا رَٰغِبُونَ ﴿٣٢﴾
Semoga Tuhan kita menggantikan kebun itu dengan yang lebih baik. Sesungguhnya hanya kepada Allah kita berharap dengan mengharap ampunan dan memohon kebaikan dari-Nya.”
كَذَٰلِكَ ٱلْعَذَابُ ۖ وَلَعَذَابُ ٱلْـَٔاخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ ﴿٣٣﴾
Seperti siksa inilah, yaitu terhalang dari rezeki, Kami menyiksa orang yang bermaksiat kepada Kami, namun siksa akhirat sungguh lebih besar kalau saja mereka mengetahui kedahsyatan dan keabadiannya
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ ﴿٣٤﴾
Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, di sisi Tuhan mereka terdapat surga-surga yang penuh kenikmatan, mereka bersenang- senang di dalamnya, kenikmatannya tak pernah berhenti. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
أَفَنَجْعَلُ ٱلْمُسْلِمِينَ كَٱلْمُجْرِمِينَ ﴿٣٥﴾
Maka apakah Kami menyamakan orang-orang Islam seperti orang-orang kafir dalam hal pemberian balasan sebagaimana yang dikira oleh orang-orang musyrik dari penduduk Makkah? ما لكم كيف تحكمون
مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ ﴿٣٦﴾
Bagaimana kalian -wahai orang-orang musyrik- menerapkan hukum dengan hukum yang curang dan bengkok ini? أم لكم كتب فيه تدرسون
أَمْ لَكُمْ كِتَـٰبٌۭ فِيهِ تَدْرُسُونَ ﴿٣٧﴾
Ataukah kalian mempunyai sebuah kitab yang di dalamnya kalian membaca tentang persamaan antara orang yang taat dan orang yang bermaksiat? إ ن لكم فيه لما تخيرون
إِنَّ لَكُمْ فِيهِ لَمَا تَخَيَّرُونَ ﴿٣٨﴾
Di dalam kitab itu kalian mendapatkan apa yang kalian pilih untuk kalian di akhirat?!
أَمْ لَكُمْ أَيْمَـٰنٌ عَلَيْنَا بَـٰلِغَةٌ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۙ إِنَّ لَكُمْ لَمَا تَحْكُمُونَ ﴿٣٩﴾
Ataukah kalian mempunyai perjanjian dengan Kami yang diperkuat dengan sumpah yang isinya adalah kalian mendapatkan apa yang kalian putuskan untuk diri kalian sendiri? سلهم أي هم بذلك زعيم
سَلْهُمْ أَيُّهُم بِذَٰلِكَ زَعِيمٌ ﴿٤٠﴾
Tanyakan -wahai Rasul- kepada orang-orang yang mengatakan hal itu, siapakah di antara mereka yang menjadi penjamin?
أَمْ لَهُمْ شُرَكَآءُ فَلْيَأْتُوا۟ بِشُرَكَآئِهِمْ إِن كَانُوا۟ صَـٰدِقِينَ ﴿٤١﴾
Ataukah mereka mempunyai sekutu-sekutu selain Allah yang menyamakan mereka dalam hal pemberian balasan dengan orang-orang yang beriman?! Maka, hendaknya mereka mendatangkan sekutu-sekutu mereka itu jika mereka adalah orang-orang yang jujur dalam pengakuan mereka bahwa sekutu-sekutu itu menyamakan mereka dengan orang-orang yang beriman dalam hal pemberian balasan
يَوْمَ يُكْشَفُ عَن سَاقٍۢ وَيُدْعَوْنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ ﴿٤٢﴾
Pada Hari Kiamat ketika muncul huru-haranya dan manusia diseru untuk bersujud, lalu bersujudlah orang-orang yang beriman, dan tinggallah orang-orang kafir dan orang-orang munafik tidak mampu bersujud
خَـٰشِعَةً أَبْصَـٰرُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌۭ ۖ وَقَدْ كَانُوا۟ يُدْعَوْنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ وَهُمْ سَـٰلِمُونَ ﴿٤٣﴾
Pandangan mereka dalam keadaan terhina, diliputi oleh kehinaan dan penyesalan Dulu ketika di dunia mereka pernah diminta untuk bersujud kepada Allah, dan mereka terbebas dari apa yang menimpa mereka pada hari ini. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
فَذَرْنِى وَمَن يُكَذِّبُ بِهَـٰذَا ٱلْحَدِيثِ ۖ سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ ﴿٤٤﴾
Sebab itu, biarkanlah Aku -wahai Rasul- bersama orang-orang yang mendustakan Al-Qur`ān yang diturunkan kepadamu. Kami akan menggiring mereka menuju siksa sedikit demi sedikit tanpa mereka sadari bahwa itu adalah tipu daya terhadap mereka dan tahapan-tahapan menuju siksa bagi mereka
وَأُمْلِى لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِى مَتِينٌ ﴿٤٥﴾
Aku menangguhkan mereka beberapa saat agar mereka tenggelam dalam dosa mereka. Sesungguhnya rencanaku terhadap orang-orang kafir dan yang mendustakanmu sangatlah kuat, mereka tidak bisa lepas dari-Ku dan tidak akan selamat dari siksa-Ku. أم تسٔلهم أجرا فهم من م غرم م ثقلون
أَمْ تَسْـَٔلُهُمْ أَجْرًۭا فَهُم مِّن مَّغْرَمٍۢ مُّثْقَلُونَ ﴿٤٦﴾
Apakah kamu -wahai Rasul- meminta upah dari mereka atas apa yang kamu serukan kepada mereka, apakah karena itu mereka merasakan beban yang berat, dan inilah penyebab berpalingnya mereka darimu? Kenyataannya tidak demikian, kamu tidak meminta upah, lalu apa yang menghalangi mereka untuk mengikutimu?
أَمْ عِندَهُمُ ٱلْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ ﴿٤٧﴾
Ataukah di sisi mereka ada ilmu gaib lalu mereka menulis hujjah-hujjah yang nampak bagi mereka, yang dengannya mereka membantahmu?
فَٱصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُن كَصَاحِبِ ٱلْحُوتِ إِذْ نَادَىٰ وَهُوَ مَكْظُومٌۭ ﴿٤٨﴾
Maka, bersabarlah -wahai Rasul- terhadap apa yang telah ditetapkan oleh Tuhanmu berupa istidraj bagi mereka dengan memberi penangguhan dari azab dan janganlah seperti orang yang berada di dalam perut ikan, Yunus - 'alaihissalām-, dalam hal kemarahannya kepada kaumnya, yaitu tatkala ia menyeru Tuhannya sedangkan dia dalam keadaan sedih di dalam kegelapan laut dan kegelapan perut ikan
لَّوْلَآ أَن تَدَٰرَكَهُۥ نِعْمَةٌۭ مِّن رَّبِّهِۦ لَنُبِذَ بِٱلْعَرَآءِ وَهُوَ مَذْمُومٌۭ ﴿٤٩﴾
Kalaulah bukan karena rahmat Allah yang diterimanya, niscaya ikan itu mencampakkannya ke tanah yang tandus dalam keadaan tercela. Akan tetapi rahmat Allah mendapatinya, maka dia tidak dicampakkan oleh ikan dalam keadaan tercela
فَٱجْتَبَـٰهُ رَبُّهُۥ فَجَعَلَهُۥ مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ ﴿٥٠﴾
Lalu Allah memilihnya dan menjadikannya termasuk hamba-hamba-Nya yang saleh
وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَـٰرِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا۟ ٱلذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجْنُونٌۭ ﴿٥١﴾
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan mendustakan Rasul-Nya hampir saja mengalahkan kamu dengan mata mereka karena tajamnya pandangan mereka kepadamu tatkala mereka mendengar Al-Qur`ān yang لغ ب Al-Qur’an · Tafsir diturunkan kepadamu, lalu mereka berkata karena mengikuti hawa nafsu dan berpaling dari kebenaran, “Sesungguhnya Rasul yang membawanya adalah orang gila.” وما هو إ ل اذكر للعلمين
وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌۭ لِّلْعَـٰلَمِينَ ﴿٥٢﴾
Sungguh, tidaklah Al-Qur`ān yang diturunkan kepadamu melainkan hanyalah nasihat dan peringatan untuk manusia dan jin. Sumber: Al-Mukhtashar fi Tafsir Al-Qur’an Al-Karim
Ikuti · ulangi · setor · Tanpa daftar