أَتَىٰٓ أَمْرُ ٱللَّهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُ ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿١﴾
Azab yang Allah putuskan untuk kalian -wahai orang-orang kafir- sudah dekat maka janganlah meminta disegerakan sebelum waktunya. Mahasuci Allah lagi Mahatinggi dari sekutu-sekutu yang diangkat oleh kaum musyrikin itu sebagai tandingan-Nya
يُنَزِّلُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ بِٱلرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ أَنْ أَنذِرُوٓا۟ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱتَّقُونِ ﴿٢﴾
Allah menurunkan para malaikat dengan membawa wahyu sesuai dengan keputusan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dari para rasul-Nya, sembari berpesan kepada para rasul, “Wahai para rasul! Peringatkanlah manusia dari kesyirikan terhadap Allah karena tidak ada sesembahan yang hak kecuali Aku. Sebab itu, bertakwalah kepada-Ku - wahai manusia- dengan melaksanakan perintah-perintah-Ku dan menjauhi larangan-larangan-Ku."
خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۚ تَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿٣﴾
Allah menciptakan langit dan bumi tanpa ada contoh sebelumnya dengan benar. Dia tidak menciptakan keduanya secara batil, tetapi Dia menciptakan keduanya agar dijadikan sebagai bukti atas keagungan-Nya. Mahasuci Allah dari penyekutuan mereka kepada-Nya dengan selain-Nya
خَلَقَ ٱلْإِنسَـٰنَ مِن نُّطْفَةٍۢ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌۭ مُّبِينٌۭ ﴿٤﴾
Dia juga menciptakan manusia dari setetes air yang hina, lalu ia tumbuh dari satu fase ke fase berikutnya. Namun ternyata kemudian, manusia itu gigih dalam mendebat untuk melenyapkan kebenaran, serta terang-terangan dalam mendebatnya dengan kebatilan
وَٱلْأَنْعَـٰمَ خَلَقَهَا ۗ لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌۭ وَمَنَـٰفِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ ﴿٥﴾
Dia juga menciptakan hewan-hewan ternak berupa unta, sapi, dan domba untuk kemaslahatan kalian -wahai manusia-. Di antara kemaslahatan tersebut adalah menggunakan wol dan bulunya untuk pakaian hangat, di samping kemaslahatan lain pada susu, kulit, punggung, dan dagingnya yang kalian makan. ولكم فيها جمال حين تريحون وحين تسرحون
وَلَكُمْ فِيهَا جَمَالٌ حِينَ تُرِيحُونَ وَحِينَ تَسْرَحُونَ ﴿٦﴾
Pada binatang-binatang ternak itu terdapat pemandangan indah untuk kalian manakala kalian memasuki sore hari dan saat kalian mengeluarkan mereka ke padang gembala di pagi hari. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ إِلَىٰ بَلَدٍۢ لَّمْ تَكُونُوا۟ بَـٰلِغِيهِ إِلَّا بِشِقِّ ٱلْأَنفُسِ ۚ إِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌۭ رَّحِيمٌۭ ﴿٧﴾
Hewan-hewan yang Kami ciptakan itu mengangkut barang-barang kalian yang berat dalam perjalanan ke negeri yang kalian tidak menjangkaunya kecuali dengan beban yang sangat berat bagi jiwa. Sesungguhnya Tuhan kalian -wahai manusia- Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada kalian karena Dia telah menundukkan hewan-hewan ini untuk kalian
وَٱلْخَيْلَ وَٱلْبِغَالَ وَٱلْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةًۭ ۚ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ ﴿٨﴾
Allah menciptakan bagi kalian kuda, bagal, dan keledai guna kalian kendarai dan kalian gunakan untuk mengangkut barang-barang kalian, di samping sebagai penunjang penampilan kalian di depan manusia. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki untuk diciptakan-Nya sementara kalian tidak mengetahuinya
وَعَلَى ٱللَّهِ قَصْدُ ٱلسَّبِيلِ وَمِنْهَا جَآئِرٌۭ ۚ وَلَوْ شَآءَ لَهَدَىٰكُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٩﴾
Merupakan hak Allah untuk menjelaskan jalan lurus yang menyampaikan kepada rida-Nya, yaitu Islam. Di antara jalan- jalan yang dilalui ada jalan yang merupakan jalan setan yang menyimpang dari kebenaran dan semua jalan selain Islam adalah jalan yang menyimpang. Seandainya Allah berkehendak untuk membimbing kalian semuanya kepada iman niscaya Allah melakukannya
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ ۖ لَّكُم مِّنْهُ شَرَابٌۭ وَمِنْهُ شَجَرٌۭ فِيهِ تُسِيمُونَ ﴿١٠﴾
Dialah -Subḥānahu- yang menurunkan kepada kalian hujan dari awan. Dari hujan itu kalian mendapatkan air tawar untuk kalian minum dan juga diminum oleh hewan-hewan kalian, serta dengannya pula tumbuh pohon-pohon yang menjadi makanan bagi ternak-ternak kalian
يُنۢبِتُ لَكُم بِهِ ٱلزَّرْعَ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلنَّخِيلَ وَٱلْأَعْنَـٰبَ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ لِّقَوْمٍۢ يَتَفَكَّرُونَ ﴿١١﴾
Allah menumbuhkan dengan air hujan itu tanaman-tanaman yang menjadi sumber makanan kalian. Dia menumbuhkan bagi kalian zaitun, kurma, dan anggur, serta menumbuhkan segala bentuk buah-buahan. Sesungguhnya air hujan dan apa yang ditumbuhkannya mengandung petunjuk atas kekuasaan Allah bagi kaum yang memikirkan ciptaan-Nya, lalu mereka menjadikannya sebagai bukti kemahaagungan Allah -Subḥānahu
وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ ۖ وَٱلنُّجُومُ مُسَخَّرَٰتٌۢ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَعْقِلُونَ ﴿١٢﴾
Allah menundukkan malam agar kalian bisa beristirahat padanya dan mendapatkan ketenangan serta menundukkan siang untuk kalian agar kalian berusaha mendapatkan penghidupan padanya. Dia juga menundukkan matahari untuk kalian dengan menjadikannya bersinar dan menundukkan bulan dengan menjadikannya bercahaya. Adapun bintang- bintang maka Dia tundukkan untuk kalian dengan perintah-Nya yang terukur dengan cermat; dengannya kalian terbimbing dalam kegelapan-kegelapan darat dan laut dan dengannya pula kalian mengetahui waktu dan selainnya. Sesungguhnya di dalam penundukan semua itu mengandung petunjuk-petunjuk yang nyata atas kekuasaan Allah bagi kaum yang menggunakan akal mereka karena mereka adalah orang-orang yang mengetahui hikmah di balik semua itu. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
وَمَا ذَرَأَ لَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُخْتَلِفًا أَلْوَٰنُهُۥٓ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ لِّقَوْمٍۢ يَذَّكَّرُونَ ﴿١٣﴾
Allah -Subḥānahu- juga menundukkan untuk kalian apa yang Dia ciptakan di bumi, yaitu berbagai macam barang tambang, hewan-hewan, pohon-pohon, dan tanaman-tanaman. Sesungguhnya pada penciptaan dan penundukan tersebut terkandung petunjuk yang jelas atas kekuasaan Allah -Subḥānahu- bagi kaum yang mau mengambil pelajaran darinya dan mengetahui bahwa Allah Mahakuasa dan Mahaي Memberi nikmat
وَهُوَ ٱلَّذِى سَخَّرَ ٱلْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا۟ مِنْهُ لَحْمًۭا طَرِيًّۭا وَتَسْتَخْرِجُوا۟ مِنْهُ حِلْيَةًۭ تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى ٱلْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ﴿١٤﴾
من فضله ولعل كم تشكرون Allah -Subḥānahu- pulalah yang menundukkan lautan untuk kalian, lalu Dia membuat kalian mampu berlayar dan mengeluarkan isi kandungannya untuk kalian makan dari apa yang kalian tangkap berupa daging ikan yang lembut lagi segar, dan darinya pula kalian mengeluarkan perhiasan yang dipakai oleh kalian dan kaum wanita kalian seperti mutiara. Kamu melihat kapal-kapal membelah ombak lautan, kalian menaiki perahu-perahu untuk mencari karunia Allah berupa laba perdagangan dan dengan harapan kalian mau bersyukur kepada Allah atas apa yang telah Dia limpahkan sebagai nikmat kepada kalian dan mau mengesakan-Nya dengan menyembah hanya kepada-Nya semata
وَأَلْقَىٰ فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَـٰرًۭا وَسُبُلًۭا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ ﴿١٥﴾
Dia menancapkan gunung-gunung pada bumi untuk mengokohkannya agar ia tidak guncang dan miring, lalu mengalirkan padanya sungai-sungai agar dengannya kalian bisa minum, memberi minum hewan-hewan kalian dan mengairi tanaman-tanaman kalian, serta padanya Dia membelah jalan-jalan yang kalian lalui sehingga kalian bisa sampai ke tujuan kalian tanpa tersesat
وَعَلَـٰمَـٰتٍۢ ۚ وَبِٱلنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ ﴿١٦﴾
Dia juga meletakkan bagi kalian rambu-rambu yang jelas di muka bumi yang bisa kalian gunakan untuk penunjuk jalan di siang hari dan menciptakan bagi kalian bintang-bintang di langit agar kalian gunakan untuk penunjuk jalan di malam hari
أَفَمَن يَخْلُقُ كَمَن لَّا يَخْلُقُ ۗ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿١٧﴾
Apakah yang menciptakan benda-benda ini dan lainnya sama dengan sembahan-sembahan yang tidak menciptakan suatu apa pun?! Apakah kalian tidak merenungkan keagungan Allah yang telah menciptakan segala sesuatu dan mengesakan-Nya dengan beribadah pada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu makhluk yang tak menciptakan apa pun?!
وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ ﴿١٨﴾
Jika kalian -wahai manusia- berusaha untuk menghitung nikmat-nikmat Allah yang berjumlah banyak yang Dia limpahkan kepada kalian niscaya kalian tidak akan sanggup melakukannya karena saking banyaknya dan aneka ragamnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Dia tidak menghukum kalian atas kelalaian kalian dalam bersyukur, lagi Maha Penyayang karena Dia tidak memutuskan nikmat-nikmat itu karena faktor kemaksiatan kalian dan keterbatasan kalian dalam mensyukurinya. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ ﴿١٩﴾
Allah mengetahui -wahai para hamba- amalan yang kalian sembunyikan dan amalan yang kalian perlihatkan, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah dan Dia akan memberi balasan pada kalian berdasarkan amalan tersebut
وَٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَخْلُقُونَ شَيْـًۭٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ ﴿٢٠﴾
Berhala-berhala selain Allah yang disembah orang-orang musyrikin tidak menciptakan apa pun walaupun hanya sedikit. Bahkan apa yang mereka sembah selain Allah itu adalah benda yang mereka buat sendiri. Jadi, bagaimana mungkin mereka menyembah berhala yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri?!
أَمْوَٰتٌ غَيْرُ أَحْيَآءٍۢ ۖ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ ﴿٢١﴾
Di samping mereka itu dibuat oleh tangan-tangan para penyembahnya, mereka juga adalah benda mati yang tidak mempunyai kehidupan maupun ilmu; mereka tidak mengetahui kapan akan dibangkitkan bersama para penyembah mereka pada hari kiamat untuk selanjutnya dicampakkan ke dalam api neraka Jahanam
إِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ ۚ فَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ قُلُوبُهُم مُّنكِرَةٌۭ وَهُم مُّسْتَكْبِرُونَ ﴿٢٢﴾
Sesembahan kalian yang benar hanya satu tidak ada sekutu bagi-Nya, yaitu Allah. Adapun orang-orang yang tidak beriman kepada hari kebangkitan untuk pembalasan maka hati mereka mengingkari keesaan Allah karena ia memang tidak merasa takut, ia tidak beriman kepada hisab maupun hukuman, dan mereka menyombongkan diri, tidak menerima kebenaran, dan tidak tunduk kepadanya
لَا جَرَمَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْتَكْبِرِينَ ﴿٢٣﴾
Sungguh Allah mengetahui amal perbuatan yang mereka sembunyikan sebagaimana Allah mengetahui apa yang mereka perlihatkan. Tidak ada sesuatu pun yang samar bagi Allah dan Allah akan membalas mereka atas perbuatan mereka. Sesungguhnya Allah -Subḥānahu- tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri dari ibadah dan ketundukan kepada-Nya, sebaliknya Allah memurkai mereka dengan sebesar-besarnya kemurkaan
وَإِذَا قِيلَ لَهُم مَّاذَآ أَنزَلَ رَبُّكُمْ ۙ قَالُوٓا۟ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ ﴿٢٤﴾
Bila dikatakan kepada orang-orang yang mengingkari keesaan Sang Khalik dan mendustakan kebangkitan itu, “Apa yang Allah turunkan kepada Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-?” Mereka menjawab, “Allah tidak menurunkan apa pun kepadanya, dia hanya datang mengisahkan kisah-kisah manusia terdahulu dan kebohongan mereka yang berasal dari dirinya sendiri.”
لِيَحْمِلُوٓا۟ أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةًۭ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۙ وَمِنْ أَوْزَارِ ٱلَّذِينَ يُضِلُّونَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ ﴿٢٥﴾
Balasan akhir mereka adalah mereka akan memikul dosa-dosa mereka tanpa dikurangi dan mereka juga akan memikul dosa-dosa dari orang-orang yang mereka sesatkan menjauh dari Islam karena tidak tahu atau taklid. Sungguh betapa buruk apa yang mereka pikul berupa dosa-dosa mereka dan dosa-dosa dari orang-orang yang mereka sesatkan. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
قَدْ مَكَرَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَأَتَى ٱللَّهُ بُنْيَـٰنَهُم مِّنَ ٱلْقَوَاعِدِ فَخَرَّ عَلَيْهِمُ ٱلسَّقْفُ مِن فَوْقِهِمْ وَأَتَىٰهُمُ ٱلْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ ﴿٢٦﴾
لا يشعرون Orang-orang kafir sebelum mereka telah melakukan tindakan makar terhadap rasul-rasul mereka maka Allah menghancurkan bangunan-bangunan mereka dari dasarnya, lalu atapnya jatuh menimpa mereka dan azab datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka. Mereka menyangka bahwa bangunan-bangunan mereka bisa melindungi mereka, namun mereka malah binasa karena tertimpa bangunan tersebut
ثُمَّ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ يُخْزِيهِمْ وَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَآءِىَ ٱلَّذِينَ كُنتُمْ تُشَـٰٓقُّونَ فِيهِمْ ۚ قَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ إِنَّ ٱلْخِزْىَ ٱلْيَوْمَ وَٱلسُّوٓءَ عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ ﴿٢٧﴾
Kemudian pada hari Kiamat Allah menghinakan dan merendahkan mereka dengan azab. Allah berfirman kepada mereka, “Mana sekutu-sekutu-Ku yang kalian setarakan dengan-Ku dalam ibadah dan karena mereka kalian berani memusuhi nabi-nabi-Ku dan orang-orang mukmin?” Para ulama rabani menjawab, “Sesungguhnya kehinaan dan azab pada hari Kiamat akan menimpa orang-orang kafir.”
ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ ظَالِمِىٓ أَنفُسِهِمْ ۖ فَأَلْقَوُا۟ ٱلسَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِن سُوٓءٍۭ ۚ بَلَىٰٓ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٢٨﴾
Mereka itu ialah orang-orang yang nyawa mereka dicabut oleh Malaikat maut dan para asistennya saat mereka sedang berbuat zalim terhadap diri mereka dengan kekufuran kepada Allah, sehingga mereka tunduk berserah diri manakala maut datang kepada mereka sambil berlepas diri dari apa yang selama ini mereka lakukan berupa kekufuran dan kemaksiatan. Hal itu terjadi karena mereka menyangka bahwa berlepas diri dalam keadaan demikian bermanfaat bagi mereka. Lalu dikatakan kepada mereka, “Kalian berdusta! Kalian adalah orang-orang kafir yang bergelimang dosa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui perbuatan yang kalian lakukan di dunia, tidak ada sesuatu yang samar bagi Allah dan Dia akan membalas perbuatan kalian.”
فَٱدْخُلُوٓا۟ أَبْوَٰبَ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۖ فَلَبِئْسَ مَثْوَى ٱلْمُتَكَبِّرِينَ ﴿٢٩﴾
Lalu dikatakan kepada mereka, “Masuklah kalian ke dalam pintu-pintu Jahanam berdasarkan amal-amal kalian untuk tinggal di dalamnya selama-lamanya.” Sungguh ia adalah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang menyombongkan diri dari keimanan kepada Allah dan penyembahan kepada-Nya semata
۞ وَقِيلَ لِلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ مَاذَآ أَنزَلَ رَبُّكُمْ ۚ قَالُوا۟ خَيْرًۭا ۗ لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَـٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌۭ ۚ وَلَدَارُ ٱلْـَٔاخِرَةِ خَيْرٌۭ ۚ وَلَنِعْمَ دَارُ ٱلْمُتَّقِينَ ﴿٣٠﴾
Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka dengan melaksanakan perintah- perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, “Apa yang Tuhan kalian turunkan kepada Nabi kalian, Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-?” Mereka menjawab, “Allah menurunkan kepada beliau kebaikan yang besar.” Bagi orang- orang yang beribadah kepada Allah dengan baik dan bergaul dengan hamba-hamba-Nya dengan baik pula di kehidupan dunia ini balasan pahala yang baik, di antaranya adalah kemenangan dan keluasan rezeki. Adapun pahala yang Allah siapkan bagi mereka di akhirat maka lebih baik dibandingkan dengan apa yang Allah segerakan bagi mereka di dunia. Sungguh sebaik-baik negeri bagi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya adalah negeri akhirat. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
جَنَّـٰتُ عَدْنٍۢ يَدْخُلُونَهَا تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَآءُونَ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْزِى ٱللَّهُ ٱلْمُتَّقِينَ ﴿٣١﴾
Itulah surga-surga, tempat tinggal kekal yang mereka masuki yang di bawah istana-istana dan pepohonannya mengalir sungai-sungai. Di dalamnya mereka mendapatkan segala yang mereka inginkan berupa makanan, minuman, dan lainnya. Balasan yang Kami berikan kepada orang-orang yang bertakwa dari umat Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ini juga Kami berikan kepada orang-orang yang bertakwa dari umat-umat terdahulu
ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَـٰمٌ عَلَيْكُمُ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٣٢﴾
Merekalah orang-orang yang nyawa mereka dicabut oleh Malaikat maut dan para asistennya ketika hati mereka dalam keadaan bersih dari kekufuran sembari para malaikat berkata kepada mereka, “Keselamatan untuk kalian. Kalian telah terselamatkan dari berbagai mara bahaya. Silakan kalian masuk ke dalam surga sebagai balasan atas apa yang kalian perbuat di dunia berupa keyakinan yang sahih dan amal yang saleh.”
هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّآ أَن تَأْتِيَهُمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ أَوْ يَأْتِىَ أَمْرُ رَبِّكَ ۚ كَذَٰلِكَ فَعَلَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ ٱللَّهُ وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ ﴿٣٣﴾
Tidaklah orang-orang musyrikin yang mendustakan itu menunggu kecuali datangnya Malaikat maut dan para asistennya untuk mencabut nyawa mereka serta memukul wajah dan punggung mereka atau datangnya keputusan Allah untuk memberangus mereka dengan azab di dunia. Perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin di Makkah ini sama dengan perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin sebelum mereka, sehingga Allah pun membinasakan mereka. Dia tidaklah menzalimi mereka manakala Dia membinasakan mereka, tetapi mereka sendirilah yang menzalimi diri mereka dengan menjerumuskan diri ke dalam lubang kebinasaan berupa kekufuran kepada Allah. فأصابهم سئات ما عملوا وحاق بهم م اكانوا به يستهزءون
فَأَصَابَهُمْ سَيِّـَٔاتُ مَا عَمِلُوا۟ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ ﴿٣٤﴾
Maka turunlah hukuman pada mereka atas amal perbuatan yang mereka lakukan, lalu mereka dikelilingi oleh azab yang selama ini mereka cemoohkan manakala mereka diingatkan dengannya
وَقَالَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ لَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا عَبَدْنَا مِن دُونِهِۦ مِن شَىْءٍۢ نَّحْنُ وَلَآ ءَابَآؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِن دُونِهِۦ مِن شَىْءٍۢ ۚ كَذَٰلِكَ فَعَلَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ فَهَلْ عَلَى ٱلرُّسُلِ إِلَّا ٱلْبَلَـٰغُ ٱلْمُبِينُ ﴿٣٥﴾
Orang-orang yang menyandingkan selain Allah dengan Allah dalam ibadah berkata, “Seandainya Allah berkehendak agar kami menyembah-Nya semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu selain-Nya niscaya kami semua tidak menyembah selain-Nya bersama-Nya, baik kami maupun nenek moyang kami sebelum kami. Seandainya Allah berkehendak agar kami tidak mengharamkan sesuatu niscaya kami tidak mengharamkannya.” Hujah batil seperti ini diucapkan oleh orang-orang kafir terdahulu. Tugas para rasul hanya menyampaikan dengan jelas ajaran yang mereka diperintahkan agar menyampaikannya dan mereka telah melakukannya dengan baik. Tidak ada hujah bagi orang- orang kafir dalam beralasan dengan takdir sesudah Allah memberi mereka kehendak dan keinginan di samping telah mengutus para rasul kepada mereka. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍۢ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّـٰغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ ٱلضَّلَـٰلَةُ ۚ فَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ ﴿٣٦﴾
Sungguh Kami telah mengutus pada setiap umat terdahulu seorang rasul yang mengajak umatnya untuk menyembah Allah semata dan meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya, berupa berhala, setan, dan lainnya. Di antara mereka ada yang Allah beri taufik lalu dia beriman kepada-Nya dan mengikuti apa yang dibawa oleh rasul-Nya. Di antara mereka ada yang kafir kepada Allah dan mendurhakai rasul-Nya sehingga Allah tidak memberinya taufik lalu ia pun tersesat. Sebab itu, berjalanlah kalian di muka bumi agar kalian melihat dengan mata kepala kalian bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan Allah sesudah mereka ditimpa hukuman dan azab
إِن تَحْرِصْ عَلَىٰ هُدَىٰهُمْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى مَن يُضِلُّ ۖ وَمَا لَهُم مِّن نَّـٰصِرِينَ ﴿٣٧﴾
Jika kamu -wahai Rasul- bersungguh-sungguh dengan segenap kemampuanmu mendakwahi mereka dan berusaha keras untuk memberi mereka hidayah dan melakukan sebab-sebabnya maka sesungguhnya Allah tidak membimbing orang yang Dia sesatkan kepada hidayah dan mereka tidak mempunyai satu pun yang menolong dan menepis azab dari diri mereka selain Allah. ق
وَأَقْسَمُوا۟ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَـٰنِهِمْ ۙ لَا يَبْعَثُ ٱللَّهُ مَن يَمُوتُ ۚ بَلَىٰ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّۭا وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ﴿٣٨﴾
Orang-orang yang mendustakan kebangkitan itu bersumpah dengan sumpah yang paling tegas bahwa Allah tidak membangkitkan orang mati, padahal mereka tidak mempunyai hujah atas sumpah tersebut. Pasti Allah akan membangkitkan setiap yang mati sebagai janji yang benar dari-Nya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa Allah membangkitkan orang-orang mati, sehingga mereka mengingkari kebangkitan
لِيُبَيِّنَ لَهُمُ ٱلَّذِى يَخْتَلِفُونَ فِيهِ وَلِيَعْلَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّهُمْ كَانُوا۟ كَـٰذِبِينَ ﴿٣٩﴾
Allah membangkitkan mereka semuanya pada hari Kiamat untuk menjelaskan kepada mereka hakikat perkara tauhid, kebangkitan, dan kenabian yang sebelumnya mereka perselisihkan serta agar orang-orang kafir mengetahui bahwa mereka adalah orang-orang yang berdusta tentang pengakuan mereka bahwa Allah mempunyai sekutu-sekutu dan pada pengingkaran mereka terhadap kebangkitan
إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَىْءٍ إِذَآ أَرَدْنَـٰهُ أَن نَّقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ ﴿٤٠﴾
Bila Kami hendak menghidupkan dan membangkitkan orang-orang mati maka tidak ada penghalang apa pun yang menghalangi Kami, Kami hanya tinggal berkata kepada sesuatu yang Kami kehendaki, “Jadilah!” Maka ia pun jadi, tidak bisa tidak
وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ فِى ٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا۟ لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةًۭ ۖ وَلَأَجْرُ ٱلْـَٔاخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ ﴿٤١﴾
Orang-orang yang meninggalkan negeri, keluarga, dan harta mereka dalam rangka berhijrah dari negeri kekufuran menuju negeri Islam guna mencari rida Allah setelah orang-orang kafir itu menyiksa dan menekan hidup mereka, niscaya Kami akan menempatkan mereka di dunia ini pada negeri yang mereka hidup mulia di dalamnya. Akan tetapi, pahala akhirat bagi mereka adalah lebih besar karena di antaranya adalah surga. Seandainya orang-orang yang tidak berhijrah mengetahui pahala orang-orang yang berhijrah niscaya mereka tidak tertinggal darinya. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
ٱلَّذِينَ صَبَرُوا۟ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ﴿٤٢﴾
Orang-orang yang berhijrah di jalan Allah itu adalah orang-orang yang bersabar dari gangguan kaum mereka, bersabar dari perpisahan dengan negeri dan keluarga mereka, serta bersabar di atas ketaatan kepada Allah. Mereka juga hanya bersandar kepada Tuhan mereka dalam segala urusan, sehingga Allah memberi mereka pahala yang agung ini
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًۭا نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ ۚ فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ ﴿٤٣﴾
Kami tidak mengutus sebelummu -wahai Rasul- kecuali kaum laki-laki dari manusia yang Kami beri wahyu, Kami tidak mengutus para rasul dari kalangan malaikat. Ini adalah ketentuan Kami yang berlaku umum dan jika kalian mengingkarinya maka bertanyalah kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kalian niscaya mereka akan mengatakan kepada kalian bahwa para rasul adalah manusia dan bukan malaikat. Tanyakanlah bila kalian tidak mengetahui bahwa mereka adalah manusia
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ وَٱلزُّبُرِ ۗ وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ ﴿٤٤﴾
Kami mengutus para rasul dari kalangan manusia tersebut dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan kitab-kitab yang diturunkan. Kemudian Kami menurunkan kepadamu -wahai Rasul- Al-Qur`ān agar kamu menjelaskan kepada manusia apa yang memerlukan penjelasan dan agar mereka menggunakan akal pikiran mereka lalu mengambil pelajaran dari kandungannya
أَفَأَمِنَ ٱلَّذِينَ مَكَرُوا۟ ٱلسَّيِّـَٔاتِ أَن يَخْسِفَ ٱللَّهُ بِهِمُ ٱلْأَرْضَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ ٱلْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ ﴿٤٥﴾
Apakah orang-orang yang merencanakan makar jahat untuk menghalang-halangi manusia dari jalan Allah merasa aman dari tindakan Allah melongsorkan bumi pada mereka sebagaimana yang Dia timpakan pada Karun atau dari datangnya azab dari arah yang tidak mereka sangka-sangka kedatangannya? أو يأخذهم فى تقلبهم فما هم بمعجزين
أَوْ يَأْخُذَهُمْ فِى تَقَلُّبِهِمْ فَمَا هُم بِمُعْجِزِينَ ﴿٤٦﴾
Atau azab menimpa mereka saat mereka melakukan perjalanan dan saat berusaha mencari penghidupan mereka, dan mereka tidak akan lolos maupun selamat. أو يأ خذهم عل تخو ف فإن ربكم لرءوف ر حيم
أَوْ يَأْخُذَهُمْ عَلَىٰ تَخَوُّفٍۢ فَإِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌۭ رَّحِيمٌ ﴿٤٧﴾
Apakah mereka merasa aman dari azab Allah manakala mereka merasa takut kepadanya? Allah Mahakuasa untuk mengazab mereka dalam segala keadaan mereka. Sesungguhnya Tuhan kalian Maha Pengasih lagi Maha Penyayang karena Dia tidak menyegerakan hukuman atas hamba-hamba-Nya dengan harapan mereka akan bertobat kepada- Nya
أَوَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَىٰ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍۢ يَتَفَيَّؤُا۟ ظِلَـٰلُهُۥ عَنِ ٱلْيَمِينِ وَٱلشَّمَآئِلِ سُجَّدًۭا لِّلَّهِ وَهُمْ دَٰخِرُونَ ﴿٤٨﴾
Tidakkah orang-orang yang mendustakan Allah itu memperhatikan makhluk-makhluk-Nya dengan mata hati dan perenungan? Yaitu merenungi bagaimana bayangan makhluk-makhluk itu bergerak ke kanan dan ke kiri mengikuti لغ ب Al-Qur’an · Tafsir gerakan matahari, serta bagaimana perjalanan matahari di siang hari dan gerakan rembulan di malam hari; seluruh makhluk-makhluk tersebut tunduk kepada Tuhan mereka seraya bersujud dengan sujud yang hakiki dalam kondisi hina
وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن دَآبَّةٍۢ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ﴿٤٩﴾
Hanya kepada Allah semata segala apa yang ada di langit dan segala apa yang ada di bumi dari kalangan makhluk melata bersujud dan hanya kepada Allah semata para malaikat bersujud; mereka tidak menyombongkan diri dari ibadah dan ketaatan kepada Allah
يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ۩ ﴿٥٠﴾
Para malaikat itu di samping mereka senantiasa beribadah dan taat kepada Allah, mereka juga takut kepada Tuhan mereka yang ada di atas mereka dengan zat, kekuasaan, dan kekuatan-Nya, serta mereka melakukan apa yang Tuhan mereka perintahkan berupa ketaatan
۞ وَقَالَ ٱللَّهُ لَا تَتَّخِذُوٓا۟ إِلَـٰهَيْنِ ٱثْنَيْنِ ۖ إِنَّمَا هُوَ إِلَـٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ ۖ فَإِيَّـٰىَ فَٱرْهَبُونِ ﴿٥١﴾
Allah -Subḥānahu- berfirman kepada semua hamba-Nya, “Janganlah kalian mengangkat dua sesembahan karena sesembahan yang benar hanya satu, tidak ada yang kedua dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu, hendaklah hanya kepada-Ku kalian semua takut dan jangan takut kepada selain-Ku.”
وَلَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلَهُ ٱلدِّينُ وَاصِبًا ۚ أَفَغَيْرَ ٱللَّهِ تَتَّقُونَ ﴿٥٢﴾
Hanya kepunyaan Allah semata segala yang di langit dan yang ada di bumi, Dialah pencipta, pemilik, dan pengaturnya. Hanya untuk-Nya semata ketaatan, ketundukan, dan keikhlasan sebagai hak yang tetap selama-lamanya. Apakah kalian takut kepada selain Allah? Jangan, akan tetapi takutlah kepada Allah saja
وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍۢ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْـَٔرُونَ ﴿٥٣﴾
Nikmat apa pun yang ada pada kalian -wahai manusia-, baik nikmat agama atau dunia maka itu semua dari Allah, bukan dari selain-Nya. Kemudian manakala kalian ditimpa ujian, sakit, atau kemiskinan maka hanya kepada Allah semata kalian berdoa dengan merendahkan diri agar Dia menghilangkannya dari kalian. Siapa yang memberikan kenikmatan dan menghilangkan kesulitan maka Dialah semata yang berhak disembah
ثُمَّ إِذَا كَشَفَ ٱلضُّرَّ عَنكُمْ إِذَا فَرِيقٌۭ مِّنكُم بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ ﴿٥٤﴾
Kemudian bila Allah menjawab doa kalian serta mengangkat kesulitan yang menimpa kalian, ternyata ada sekelompok orang dari kalian yang menyekutukan Tuhan mereka, yaitu mereka menyembah bersama-Nya sesembahan selain-Nya. Mereka benar-benar tidak tahu balas budi. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
لِيَكْفُرُوا۟ بِمَآ ءَاتَيْنَـٰهُمْ ۚ فَتَمَتَّعُوا۟ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ ﴿٥٥﴾
Kesyirikan mereka kepada Allah menjadikan mereka mengingkari nikmat-nikmat Allah yang di antaranya adalah hilangnya kesulitan. Karena itu, dikatakan kepada mereka, “Silakan kalian bersenang-senang dengan kenikmatan yang kalian dapatkan hingga azab Allah mendatangi kalian, cepat atau lambat.”
وَيَجْعَلُونَ لِمَا لَا يَعْلَمُونَ نَصِيبًۭا مِّمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ ۗ تَٱللَّهِ لَتُسْـَٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ تَفْتَرُونَ ﴿٥٦﴾
Orang-orang musyrikin menyisihkan sebagian harta yang Kami rezekikan kepada mereka untuk berhala-berhala mereka yang tidak mengetahui apa pun karena ia hanyalah benda mati, tidak mendatangkan manfaat dan mudarat; mereka melakukannya dalam rangka mendekatkan diri kepada mereka. Demi Allah! Kalian akan ditanya -wahai orang- orang musyrikin- pada hari Kiamat tentang apa yang kalian klaim bahwa berhala-berhala itu adalah tuhan-tuhan dan bahwa mereka layak mendapatkan bagian dari harta kalian
وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ ٱلْبَنَـٰتِ سُبْحَـٰنَهُۥ ۙ وَلَهُم مَّا يَشْتَهُونَ ﴿٥٧﴾
Orang-orang musyrikin juga menisbahkan anak-anak perempuan kepada Allah, mereka meyakini bahwa anak-anak perempuan itu adalah para malaikat. Mereka menisbahkan peranakan kepada Allah dan memilihkan untuk-Nya anak perempuan yang tidak mereka sukai untuk diri mereka. Mahasuci Allah lagi Mahatinggi dari apa yang mereka nisbahkan kepada Allah, sementara mereka menjadikan untuk diri mereka apa yang mereka sukai berupa anak-anak lelaki. Adakah kezaliman yang lebih beratد daripada tuduhan ini?!
وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِٱلْأُنثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُۥ مُسْوَدًّۭا وَهُوَ كَظِيمٌۭ ﴿٥٨﴾
Bila seseorang dari orang-orang musyrikin itu dikabari tentang kelahiran anak perempuan maka wajahnya menghitam karena membenci apa yang dikabarkan dan hatinya penuh dengan kesedihan dan kegelisahan, lalu ia malah menisbahkan kepada Allah apa yang tidak ia ridai untuk dirinya sendiri
يَتَوَٰرَىٰ مِنَ ٱلْقَوْمِ مِن سُوٓءِ مَا بُشِّرَ بِهِۦٓ ۚ أَيُمْسِكُهُۥ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُۥ فِى ٱلتُّرَابِ ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ ﴿٥٩﴾
Dia bersembunyi dari kaumnya karena kabar buruk yang diterimanya, yaitu kelahiran anak perempuan. Jiwanya berkata kepada dirinya: apakah ia akan tetap mempertahankan anak perempuan itu dalam kehinaan dan kesedihan atau menguburnya sehingga anak perempuan tersebut tertanam di tanah? Betapa buruk keputusan orang-orang musyrikin itu karena mereka menisbahkan untuk Tuhan mereka sesuatu yang mereka benci untuk diri mereka
لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ مَثَلُ ٱلسَّوْءِ ۖ وَلِلَّهِ ٱلْمَثَلُ ٱلْأَعْلَىٰ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ ﴿٦٠﴾
ى Orang-orang kafir yang tidak beriman kepada akhirat memiliki sifat keburukan, yaitu hajat kepada anak, kebodohan, dan kekufuran, sedangkan Allah memiliki sifat-sifat terpuji berupa kemuliaan, kesempurnaan, kekayaan, dan ilmu. Allah Mahaperkasa dalam kekuasaan-Nya yang tidak seorang pun mengalahkan-Nya, lagi Mahabijaksana dalam penciptaan, pengaturan, dan syariat-Nya. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir م
وَلَوْ يُؤَاخِذُ ٱللَّهُ ٱلنَّاسَ بِظُلْمِهِم مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِن دَآبَّةٍۢ وَلَـٰكِن يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةًۭ ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ ﴿٦١﴾
Seandainya Allah -Subḥānahu- menghukum manusia karena kekufuran dan kezaliman mereka niscaya Allah tidak menyisakan apa yang ada di muka bumi berupa manusia dan hewan yang merangkak di atasnya, akan tetapi Allah - Subḥānahu- menunda hingga masa tertentu dalam ilmuNya, bila masa tersebut datang maka mereka tidak bisa memajukan atau memundurkannya sedikit pun
وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ مَا يَكْرَهُونَ وَتَصِفُ أَلْسِنَتُهُمُ ٱلْكَذِبَ أَنَّ لَهُمُ ٱلْحُسْنَىٰ ۖ لَا جَرَمَ أَنَّ لَهُمُ ٱلنَّارَ وَأَنَّهُم مُّفْرَطُونَ ﴿٦٢﴾
Mereka menisbahkan kepada Allah -Subḥānahu- sesuatu yang mereka sendiri tidak suka bila hal tersebut dinisbahkan kepada diri mereka, yaitu anak perempuan. Lisan mereka mengucapkan kebohongan dengan mengaku bahwa mereka mempunyai kedudukan mulia di sisi Allah bila memang benar mereka akan dibangkitkan sebagaimana yang mereka nyatakan. Benar, bagi mereka adalah neraka, mereka dibiarkan di dalamnya, tidak keluar darinya untuk selama- lamanya
تَٱللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٍۢ مِّن قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ أَعْمَـٰلَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ ٱلْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ ﴿٦٣﴾
Demi Allah! Kami telah mengutus para rasul kepada umat-umat sebelummu -wahai Rasul-, lalu setan menghiasi untuk mereka amal perbuatan mereka yang buruk berupa kesyirikan, kekufuran, dan kemaksiatan. Setan adalah penolong palsu mereka pada hari Kiamat, sebab itu silakan mereka meminta pertolongan kepadanya dan bagi mereka pada hari Kiamat azab yang menyakitkan
وَمَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ ٱلَّذِى ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِ ۙ وَهُدًۭى وَرَحْمَةًۭ لِّقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ ﴿٦٤﴾
Kami tidak menurunkan Al-Qur`ān kepadamu -wahai Rasul- kecuali agar kamu menjelaskan kepada seluruh manusia apa yang mereka perselisihkan berupa urusan tauhid, kebangkitan, dan hukum-hukum syariat dan agar Al-Qur`ān menjadi hidayah dan rahmat bagi orang-orang yang beriman kepada Allah, rasul-rasul-Nya, dan ajaran yang dibawa Al- Qur`ān; karena mereka adalah orang-orang yang mengambil faedah dari kebenaran
وَٱللَّهُ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَآ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ لِّقَوْمٍۢ يَسْمَعُونَ ﴿٦٥﴾
Allah menurunkan hujan dari arah langit, lalu dengannya Allah menghidupkan bumi, yaitu dengan menumbuhkan pepohonan di atasnya padahal sebelumnya bumi itu tandus dan kering. Sesungguhnya diturunkannya hujan dari arah langit dan ditumbuhkannya pepohonan di muka bumi dengan hujan tersebut mengandung bukti nyata atas kemahakuasaan Allah bagi kaum yang mendengar firman Allah dan merenungkannya
وَإِنَّ لَكُمْ فِى ٱلْأَنْعَـٰمِ لَعِبْرَةًۭ ۖ نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِى بُطُونِهِۦ مِنۢ بَيْنِ فَرْثٍۢ وَدَمٍۢ لَّبَنًا خَالِصًۭا سَآئِغًۭا لِّلشَّـٰرِبِينَ ﴿٦٦﴾
Sesungguhnya pada unta, sapi, dan domba terdapat pelajaran bagi kalian -wahai manusia-. Kami memberikan kalian dari hewan-hewan tersebut minuman susu segar yang keluar di antara apa yang dikandung oleh perutnya berupa kotoran dan apa yang ada di dalam jasadnya berupa darah. Meskipun demikian, namun dari sana keluar susu yang murni, bersih, nikmat, dan lezat bagi siapa yang meminumnya. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
وَمِن ثَمَرَٰتِ ٱلنَّخِيلِ وَٱلْأَعْنَـٰبِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًۭا وَرِزْقًا حَسَنًا ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ لِّقَوْمٍۢ يَعْقِلُونَ ﴿٦٧﴾
Pada rezeki yang Kami berikan kepada kalian berupa buah-buah kurma dan anggur terdapat pelajaran bagi kalian. Darinya kalian membuat minuman memabukkan yang menutup kerja akal, dan ini tidak baik. Sebaliknya, darinya pula kalian mengambil rezeki yang baik dan kalian mengambil manfaat darinya seperti kurma, kismis, cuka, dan sari kurma. Sesungguhnya hal tersebut mengandung bukti atas kemahakuasaan Allah dan nikmat-Nya kepada hamba-hamba- Nya bagi kaum yang berakal, yaitu orang-orang yang mengambil pelajaran
وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى ٱلنَّحْلِ أَنِ ٱتَّخِذِى مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًۭا وَمِنَ ٱلشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ ﴿٦٨﴾
Tuhanmu -wahai Rasul- juga telah mengilhamkan kepada lebah dan membimbingnya dengan berfirman kepadanya, "Buatlah sarang di gunung-gunung, pepohonan, dan pada tempat-tempat yang dibangun dan diberi atap oleh manusia
ثُمَّ كُلِى مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ فَٱسْلُكِى سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًۭا ۚ يَخْرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا شَرَابٌۭ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ فِيهِ شِفَآءٌۭ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ لِّقَوْمٍۢ يَتَفَكَّرُونَ ﴿٦٩﴾
إن فى ذلك لٔاية لقوم يتفكرون Kemudian makanlah makanan yang kamu inginkan berupa buah-buahan dan titilah jalan-jalan yang diilhamkan oleh Tuhanmu agar kamu menitinya dengan mudah." Dari perut lebah itu keluar madu yang warnanya berbeda-beda; ada yang putih, kuning, dan lainnya, ia mengandung kesembuhan bagi manusia, dengannya mereka mengobati berbagai macam penyakit. Sesungguhnya dalam ilham Tuhanmu kepada lebah dan pada madu yang keluar dari perutnya terdapat bukti kemahakuasaan Allah dan pengaturan-Nya terhadap urusan makhluk-makhluk-Nya bagi kaum yang berpikir, yaitu orang-orang yang mengambil pelajaran
وَٱللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّىٰكُمْ ۚ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرْذَلِ ٱلْعُمُرِ لِكَىْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍۢ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۭ قَدِيرٌۭ ﴿٧٠﴾
Allah menciptakan kalian tanpa ada contoh sebelumnya, kemudian mematikan kalian manakala ajal kalian habis. Di antara kalian ada yang Allah panjangkan umurnya hingga dia mencapai fase umur yang buruk, yaitu pikun, sehingga dia tidak mengetahui apa yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui, tidak ada sesuatu pun dari amal manusia yang samar bagi-Nya, lagi Mahakuasa, tidak ada sesuatu pun yang melemahkan-Nya
وَٱللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ فِى ٱلرِّزْقِ ۚ فَمَا ٱلَّذِينَ فُضِّلُوا۟ بِرَآدِّى رِزْقِهِمْ عَلَىٰ مَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَآءٌ ۚ أَفَبِنِعْمَةِ ٱللَّهِ يَجْحَدُونَ ﴿٧١﴾
Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- melebihkan sebagian kalian atas sebagian lainnya dalam urusan rezeki yang Dia berikan kepada kalian. Allah menjadikan sebagian kalian kaya dan sebagian lainnya miskin, ada pemimpin dan ada rakyat. Orang-orang yang Allah lebihkan dalam urusan rezeki tidak akan memberikan rezeki yang Allah berikan kepada mereka itu kepada hamba-hamba sahaya mereka agar hamba-hamba sahaya tersebut berserikat dengan mereka dalam urusan kepemilikan. Lalu bagaimana mungkin mereka rela menisbahkan sekutu bagi Allah dari kalangan hamba-hamba-Nya, sementara mereka sendiri tidak rela bila budak-budak mereka bersekutu dengan diri mereka dalam kepemilikan harta? Adakah kezaliman yang lebih besar dari ini dan adakah pengingkaran terhadap nikmat Allah yang lebih besar dari ini?! لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَٰجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةًۭ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَـٰتِ ۚ أَفَبِٱلْبَـٰطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ ٱللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ ﴿٧٢﴾
Allah menjadikan untuk kalian -wahai manusia- pasangan-pasangan hidup dari jenis kalian sendiri yang dengan mereka kalian hidup tenang. Kemudian Dia menjadikan untuk kalian dari pasangan-pasangan kalian itu anak-anak dan cucu-cucu. Dia juga memberi kalian rezeki dalam bentuk makanan seperti daging, biji-bijian, dan buah-buahan yang baik. Apakah mereka beriman kepada kebatilan berupa patung-patung dan berhala yang disembah sedangkan kepada nikmat-nikmat Allah yang tidak sanggup mereka hitung mereka hanya mengingkari dan tidak mensyukurinya dengan cara beriman kepada Allah semata?!
وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَهُمْ رِزْقًۭا مِّنَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ شَيْـًۭٔا وَلَا يَسْتَطِيعُونَ ﴿٧٣﴾
Orang-orang musyrikin itu menyembah selain Allah, yakni berhala-berhala yang tidak mampu memberi mereka rezeki dari langit atau dari bumi, dan mereka memang tidak akan pernah mampu melakukannya karena mereka adalah benda mati yang tidak hidup dan tidak berilmu
فَلَا تَضْرِبُوا۟ لِلَّهِ ٱلْأَمْثَالَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ ﴿٧٤﴾
Oleh karena itu, janganlah kalian -wahai manusia- membuat sekutu-sekutu bagi Allah dari berhala-berhala yang tidak mampu mendatangkan manfaat maupun mudarat karena Allah tidak mempunyai padanan sehingga kalian boleh menjadikannya sebagai sekutu-Nya dalam beribadah. Sesungguhnya Allah mengetahui sifat-sifat keagungan dan kesempurnaan yang dimiliki-Nya sedangkan kalian tidak mengetahuinya. Akibatnya kalian terjatuh ke dalam kesyirikan kepada Allah رdan mengaku bahwa berhala-berhala kalian setara dengan Allah
۞ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا عَبْدًۭا مَّمْلُوكًۭا لَّا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَىْءٍۢ وَمَن رَّزَقْنَـٰهُ مِنَّا رِزْقًا حَسَنًۭا فَهُوَ يُنفِقُ مِنْهُ سِرًّۭا وَجَهْرًا ۖ هَلْ يَسْتَوُۥنَ ۚ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ ﴿٧٥﴾
Allah membuat perumpamaan untuk membantah orang-orang musyrikin, yaitu: ada seorang hamba sahaya yang tidak mampu bertindak, tidak memiliki apa pun untuk menghidupi dirinya sendiri dan ada seorang laki-laki merdeka yang Kami beri harta halal yang banyak, dia menggunakan harta tersebut sesuai dengan kehendaknya dan memberikan apa yang dia kehendaki secara rahasia dan terbuka. Kedua orang ini tentu tidak sama. Lalu bagaimana bisa kalian menyamakan antara Allah, Sang Penguasa yang bertindak terhadap apa yang Dia miliki sekehendak-Nya dengan berhala-berhala kalian yang tidak memiliki kuasa apa pun?! Pujian hanya bagi Allah yang memang berhak untuk dipuji, akan tetapi kebanyakan orang-orang musyrikin tidak mengetahui keesaan Allah dalam ulūhiyyah (hak dituhankan) dan bahwa Dialah yang berhak untuk disembah semata
وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًۭا رَّجُلَيْنِ أَحَدُهُمَآ أَبْكَمُ لَا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَىْءٍۢ وَهُوَ كَلٌّ عَلَىٰ مَوْلَىٰهُ أَيْنَمَا يُوَجِّههُّ لَا يَأْتِ بِخَيْرٍ ۖ هَلْ يَسْتَوِى هُوَ وَمَن يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ ۙ وَهُوَ عَلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ ﴿٧٦﴾
ى Allah -Subḥānahu- juga membuat perumpamaan lain untuk membantah orang-orang musyrikin, yaitu tentang dua laki-laki. Salah satunya ialah bisu, ia tidak bisa mendengar, tidak bisa berbicara, dan tidak bisa mengerti lantaran ketulian dan kebisuannya. Ia tidak bisa mendatangkan manfaat untuk dirinya sendiri apalagi untuk orang lain dan ia hanya menjadi beban yang memberatkan orang lain yang mengurusinya. Bila orang yang mengurusinya mengutusnya untuk satu kepentingan maka dia kembali tanpa membawa kebaikan apa pun dan tidak menunaikan hajat yang harus لغ ب Al-Qur’an · Tafsir ditunaikan. Apakah orang yang keadaannya demikian ini sama dengan orang yang bisa mendengar dan berbicara, bisa memberi manfaat kepada orang lain, dia bisa mengajak manusia kepada keadilan, dia orang yang jujur dengan dirinya, serta berjalan di atas jalan yang terang tidak ada kebengkokan padanya?! Bagaimana bisa kalian -wahai orang-orang musyrikin- menyamakan Allah, Sang Pemilik sifat-sifat keagungan dan kesempurnaan dengan berhala-berhala kalian yang tidak mendengar dan tidak berbicara, tidak mendatangkan manfaat dan tidak mengangkat mudarat?!
وَلِلَّهِ غَيْبُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَمَآ أَمْرُ ٱلسَّاعَةِ إِلَّا كَلَمْحِ ٱلْبَصَرِ أَوْ هُوَ أَقْرَبُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ ﴿٧٧﴾
Hanya Allah semata yang mengetahui hal yang gaib di langit dan di bumi karena Dialah yang secara khusus mengetahuinya, tidak seorang makhluk pun yang berserikat dengan-Nya. Urusan hari Kiamat termasuk perkara gaib yang hanya Dia yang mengetahuinya; dalam urusan kedatangannya yang cepat bila Allah menghendakinya hanyalah seperti membuka dan menutup kelopak mata, bahkan lebih cepat dari itu. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu yang dapat melemahkan Allah, bila Allah berkehendak pada sesuatu maka dia hanya berfirman, “Jadilah!” maka jadilah ia
وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَـٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًۭٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَـٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ﴿٧٨﴾
Allah mengeluarkan kalian -wahai manusia- dari perut ibu kalian sesudah habis masa kehamilan dalam bentuk anak- anak yang tidak tahu apa pun. Allah juga memberi kalian pendengaran untuk mendengar, penglihatan untuk melihat, dan hati untuk berpikir, dengan harapan kalian akan bersyukur kepada Allah atas kenikmatan yang Dia berikan kepada kalian
أَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَى ٱلطَّيْرِ مُسَخَّرَٰتٍۢ فِى جَوِّ ٱلسَّمَآءِ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا ٱللَّهُ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ ﴿٧٩﴾
Tidakkah orang-orang musyrikin memperhatikan burung-burung yang siap terbang dengan leluasa di angkasa dengan bantuan sayap pemberian Allah dan angin yang berhembus lembut? Allah mengilhamkan kepada burung agar mengepakkan sayap dan menariknya, tidak ada yang membuatnya bisa terbang dan tidak jatuh kecuali Allah Yang Mahakuasa. Sesungguhnya kemampuan burung untuk terbang secara mudah dan tidak jatuh mengandung petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada Allah karena mereka adalah orang-orang yang mengambil faedah dari petunjuk dan pelajaran
وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنۢ بُيُوتِكُمْ سَكَنًۭا وَجَعَلَ لَكُم مِّن جُلُودِ ٱلْأَنْعَـٰمِ بُيُوتًۭا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ ۙ وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَآ أَثَـٰثًۭا وَمَتَـٰعًا إِلَىٰ حِينٍۢ ﴿٨٠﴾
Allah -Subḥānahu- menjadikan rumah-rumah yang kalian bangun dari batu dan lainnya sebagai tempat tinggal dan istirahat dan menjadikan untuk kalian dari kulit unta, sapi, dan domba tenda-tenda dan kubah-kubah di pedalaman seperti rumah-rumah di kota-kota, mudah bagi kalian membawa tenda-tenda tersebut saat kalian harus pergi dan pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Allah juga menjadikan dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing peralatan untuk rumah kalian, selimut, dan pakaian yang kalian pakai untuk masa tertentu. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلَـٰلًۭا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلْجِبَالِ أَكْنَـٰنًۭا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَٰبِيلَ تَقِيكُمُ ٱلْحَرَّ وَسَرَٰبِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ ﴿٨١﴾
Allah juga menjadikan untuk kalian naungan pelindung panas berupa bangunan dan pepohonan serta menjadikan untuk kalian dari gunung-gunung gua dan lorong yang bisa kalian tinggali untuk melindungi diri dari panas dan dingin serta dari musuh. Allah juga menjadikan untuk kalian pakaian dan baju dari kapas dan lainnya untuk menolak panas dan dingin dari kalian. Allah menjadikan pula untuk kalian baju-baju besi yang melindungi kalian dari senjata musuh dalam peperangan, sehingga senjata mereka tidak melukai tubuh kalian. Sebagaimana Allah telah melimpahkan kenikmatan-kenikmatan tersebut kepada kalian maka Dia juga akan menyempurnakannya untuk kalian, dengan harapan kalian mau tunduk kepada Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun
فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ ٱلْبَلَـٰغُ ٱلْمُبِينُ ﴿٨٢﴾
Kemudian jika mereka berpaling dari iman dan menolak membenarkan apa yang kamu bawa -wahai Rasul- maka tugasmu hanyalah menyampaikan ajaran yang kamu diperintahkan untuk menyampaikannya dengan jelas, bukan memaksa mereka untuk menerima hidayah
يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ ٱللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْكَـٰفِرُونَ ﴿٨٣﴾
Orang-orang musyrik mengetahui nikmat-nikmat Allah yang Dia berikan kepada mereka, di antaranya adalah pengutusan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepada mereka, kemudian mereka mengingkari nikmat-nikmat Allah dengan tidak mensyukurinya dan dengan mendustakan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Memang kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mengingkari nikmat-nikmat Allah. ويوم نبعث من كل أم ة شهيدا ثم لا يؤذن للذين كفروا ولا هم يستعتبون
وَيَوْمَ نَبْعَثُ مِن كُلِّ أُمَّةٍۢ شَهِيدًۭا ثُمَّ لَا يُؤْذَنُ لِلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ ﴿٨٤﴾
Ingatlah -wahai Rasul- akan hari di saat Allah membangkitkan seorang rasul dari setiap umat yang dia diutus kepada mereka, untuk bersaksi tentang keimanan orang-orang mukmin dan kekufuran orang-orang kafir di antara mereka, kemudian sesudahnya orang-orang kafir tidak diberi kesempatan untuk beralasan dari kekufuran yang mereka jalani di dunia, mereka juga tidak dipulangkan ke dunia untuk melakukan apa yang diridai oleh Tuhan mereka karena akhirat adalah negeri penghisaban dan bukan negeri amalan
وَإِذَا رَءَا ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ٱلْعَذَابَ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ وَلَا هُمْ يُنظَرُونَ ﴿٨٥﴾
Lalu apabila orang-orang zalim lagi musyrik itu menyaksikan azab maka azab itu tidak diringankan dari mereka dan mereka tidak akan ditangguhkan darinya. Sebaliknya, mereka langsung memasukinya dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya
وَإِذَا رَءَا ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ شُرَكَآءَهُمْ قَالُوا۟ رَبَّنَا هَـٰٓؤُلَآءِ شُرَكَآؤُنَا ٱلَّذِينَ كُنَّا نَدْعُوا۟ مِن دُونِكَ ۖ فَأَلْقَوْا۟ إِلَيْهِمُ ٱلْقَوْلَ إِنَّكُمْ لَكَـٰذِبُونَ ﴿٨٦﴾
إ نكم لكذبون Apabila di akhirat kelak orang-orang musyrikin melihat sesembahan yang sebelumnya mereka sembah selain Allah, mereka akan berkata, “Ya Tuhan kami! Mereka adalah tuhan-tuhan kami yang dahulu kami sembah selain-Mu.” Mereka berkata demikian agar Allah melimpahkan dosa-dosa mereka kepada sesembahan-sesembahan mereka. Kemudian لغ ب Al-Qur’an · Tafsir Allah membuat sesembahan-sesembahan itu berkata untuk menjawab mereka, “Sesungguhnya kalian -wahai orang- orang musyrik- berdusta dalam penyembahan kalian terhadap sekutu bersama Allah karena Allah tidak memiliki sekutu yang berhak disembah bersama-Nya.”
وَأَلْقَوْا۟ إِلَى ٱللَّهِ يَوْمَئِذٍ ٱلسَّلَمَ ۖ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ ﴿٨٧﴾
Orang-orang musyrikin itu lantas menyerah dan tunduk kepada Allah semata. Adapun hal yang mereka klaim bahwa berhala-berhala mereka dapat memberi mereka syafaat di hadapan Allah maka hal itu telah lenyap
ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَصَدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ زِدْنَـٰهُمْ عَذَابًۭا فَوْقَ ٱلْعَذَابِ بِمَا كَانُوا۟ يُفْسِدُونَ ﴿٨٨﴾
Orang-orang yang kafir kepada Allah dan memalingkan orang lain dari jalan Allah, Kami akan tambahkan azab pada mereka -karena mereka rusak dan merusak dengan menyesatkan orang lain- di samping azab utama yang pantas mereka terima karena kekufuran mereka
وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِى كُلِّ أُمَّةٍۢ شَهِيدًا عَلَيْهِم مِّنْ أَنفُسِهِمْ ۖ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَـٰٓؤُلَآءِ ۚ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ تِبْيَـٰنًۭا لِّكُلِّ شَىْءٍۢ وَهُدًۭى وَرَحْمَةًۭ وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ ﴿٨٩﴾
لكل شىء وهدى ورحمة وبشر للمسلمين ى Ingatlah -wahai Rasul- akan hari di saat Kami membangkitkan seorang rasul pada setiap umat yang bersaksi atas mereka tentang kekufuran atau keimanan yang mereka lakukan. Rasul tersebut dari kalangan mereka sendiri dan ia berbicara dengan bahasa mereka. Lalu Kami mendatangkanmu -wahai Rasul- sebagai saksi atas seluruh umat. Kami menurunkan Al-Qur`ān kepadamu agar kamu menjelaskan apa yang memerlukan penjelasan berupa halal dan haram, pahala dan hukuman dan selainnya. Kami juga menurunkannya sebagai hidayah bagi manusia kepada kebenaran, rahmat bagi siapa yang beriman kepadanya dan mengamalkan kandungannya, dan sebagai berita gembira bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dengan apa yang mereka tunggu-tunggu, yaitu kenikmatan abadi
۞ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَـٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴿٩٠﴾
تذك رون Sesungguhnya Allah memerintahkan keadilan pada hamba-hamba-Nya, yaitu agar mereka menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak para hamba dan tidak mengutamakan seseorang di atas orang lain dalam hukum kecuali karena ada satu alasan benar yang mengharuskan demikian. Dia juga memerintahkan berbuat kebaikan, yaitu agar seorang hamba memberikan apa yang tidak wajib baginya kepada orang lain seperti infak yang sunah atau memaafkan orang zalim serta Dia memerintahkan membantu hajat kebutuhan para kerabat. Sebaliknya, Allah melarang segala sesuatu yang buruk, baik berupa perkataan seperti perkataan yang buruk atau perbuatan seperti zina. Dia juga melarang apa yang diingkari oleh syariat, yaitu segala bentuk kemaksiatan serta melarang berbuat zalim dan sombong di hadapan manusia. Allah menasihati kalian dengan apa yang Dia perintahkan kepada kalian dan apa yang Dia larang dalam ayat ini dengan harapan kalian mau mengambil pelajaran dari nasihat Allah tersebut
وَأَوْفُوا۟ بِعَهْدِ ٱللَّهِ إِذَا عَـٰهَدتُّمْ وَلَا تَنقُضُوا۟ ٱلْأَيْمَـٰنَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ ٱللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ ﴿٩١﴾
تفعلون Penuhilah segala perjanjian yang kalian buat dengan Allah dan dengan manusia dan jangan melanggar sumpah yang kalian kuatkan dengan menyebut nama Allah padanya karena kalian telah menjadikan Allah sebagai saksi untuk لغ ب Al-Qur’an · Tafsir memenuhi apa yang kalian sumpahkan. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kalian lakukan, tidak ada sesuatu pun darinya yang samar bagi-Nya, dan Dia akan memberi kalian balasan atas amal perbuatan kalian tersebut
وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّتِى نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَـٰثًۭا تَتَّخِذُونَ أَيْمَـٰنَكُمْ دَخَلًۢا بَيْنَكُمْ أَن تَكُونَ أُمَّةٌ هِىَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ ٱللَّهُ بِهِۦ ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ مَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ ﴿٩٢﴾
ه Janganlah kalian menjadi orang-orang bodoh yang kurang akal dengan membatalkan perjanjian, seperti wanita dungu yang telah lelah menenun kainnya atau wolnya; ia menenunnya dengan baik, namun sesudah itu ia membongkar dan mengurainya kembali seperti sediakala, sehingga dia lelah menenun dan membongkarnya tanpa ada hasil yang diinginkan. Kalian menjadikan sumpah kalian sebagai tameng untuk menipu sebagian dari kalian, agar umat kalian lebih banyak dan lebih kuat daripada musuh kalian. Sesungguhnya Allah menguji kalian dengan memenuhi perjanjian; maka apakah kalian memenuhinya atau melanggarnya? Allah pasti akan menjelaskan kepada kalian pada hari Kiamat kelak apa yang kalian perselisihkan di dunia, kemudian Dia menjelaskan siapa yang benar dan siapa yang salah serta siapa yang jujur dan siapa yang dusta
وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ وَلَـٰكِن يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَلَتُسْـَٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٩٣﴾
Seandainya Allah berkehendak niscaya Dia menjadikan kalian semua satu umat yang bersepakat di atas kebenaran, akan tetapi Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dengan tidak membimbingnya kepada kebenaran maupun memenuhi perjanjian dengan keadilan-Nya dan Dia membimbing siapa yang Dia kehendaki pada kebenaran dengan karunia-Nya. Pada hari kiamat nanti kalian pasti akan ditanya tentang apa yang kalian lakukan di dunia
وَلَا تَتَّخِذُوٓا۟ أَيْمَـٰنَكُمْ دَخَلًۢا بَيْنَكُمْ فَتَزِلَّ قَدَمٌۢ بَعْدَ ثُبُوتِهَا وَتَذُوقُوا۟ ٱلسُّوٓءَ بِمَا صَدَدتُّمْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَلَكُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌۭ ﴿٩٤﴾
عظيم Janganlah kalian jadikan sumpah kalian sebagai alat untuk saling menipu di antara kalian yang dengannya kalian mengikuti hawa nafsu, sehingga kalian membatalkannya bila sesuai selera kalian dan memenuhinya bila sesuai selera kalian. Jika kalian melakukan demikian niscaya kaki-kaki kalian terpeleset dari jalan yang lurus setelah sebelumnya ia kokoh di atasnya, kalian akan merasakan azab karena kesesatan kalian dan karena penyesatan kalian terhadap orang lain dari jalan Allah, serta kalian akan mendapatkan azab yang berlipat ganda
وَلَا تَشْتَرُوا۟ بِعَهْدِ ٱللَّهِ ثَمَنًۭا قَلِيلًا ۚ إِنَّمَا عِندَ ٱللَّهِ هُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٩٥﴾
Janganlah pula kalian menjual perjanjian Allah dengan uang yang tidak seberapa dengan membatalkan perjanjian tersebut dan tidak memenuhinya. Sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah berupa kemenangan dan harta rampasan perang di dunia dan apa yang ada di sisi Allah di akhirat berupa kenikmatan abadi adalah lebih baik bagi kalian daripada apa yang kalian dapatkan berupa uang yang tidak seberapa sebagai imbalan pembatalan kalian terhadap perjanjian, jika kalian mengetahui hal itu
مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ ۖ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٍۢ ۗ وَلَنَجْزِيَنَّ ٱلَّذِينَ صَبَرُوٓا۟ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ﴿٩٦﴾
Segala harta, kesenangan, dan kenikmatan yang ada pada kalian -wahai manusia- pasti akan berakhir sekalipun ia banyak, sedangkan apa yang ada di sisi Allah berupa pahala maka ia kekal. Sebab itu, bagaimana bisa kalian mementingkan sesuatu yang fana atas sesuatu yang abadi? Kami akan membalas orang-orang yang bersabar menjaga لغ ب Al-Qur’an · Tafsir perjanjian mereka dan tidak melanggarnya dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang mereka lakukan di dunia berupa ketaatan-ketaatan. Kami akan membalas satu kebaikan dengan sepuluh kebaikan, hingga tujuh ratus ataupun hingga kelipatan-kelipatan yang banyak
مَنْ عَمِلَ صَـٰلِحًۭا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌۭ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةًۭ طَيِّبَةًۭ ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ﴿٩٧﴾
يعملون Barang siapa, baik seorang laki-laki ataupun wanita beramal saleh sesuai dengan syariat sementara dia beriman kepada Allah niscaya Kami akan menghidupkannya di dunia dengan kehidupan yang baik, yaitu dengan memberinya sikap rida terhadap ketetapan Allah dan sikap kanaah, serta memberinya taufik untuk mengerjakan berbagai ketaatan. Kami pasti akan memberikan ganjaran pada mereka di akhirat dengan pahala yang lebih baik daripada amal saleh yang telah mereka lakukan di dunia
فَإِذَا قَرَأْتَ ٱلْقُرْءَانَ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ ٱلرَّجِيمِ ﴿٩٨﴾
Bila kamu hendak membaca Al-Qur`ān wahai Mukmin maka memohonlah kepada Allah perlindungan dari was-was setan yang terusir dari rahmat Allah
إِنَّهُۥ لَيْسَ لَهُۥ سُلْطَـٰنٌ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ﴿٩٩﴾
Sesungguhnya setan tidak mempunyai kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan mereka dalam segala urusan mereka
إِنَّمَا سُلْطَـٰنُهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُۥ وَٱلَّذِينَ هُم بِهِۦ مُشْرِكُونَ ﴿١٠٠﴾
Kekuasaan setan melalui was-wasnya hanya atas orang-orang yang menjadikan setan sebagai penolongnya, menaatinya dalam penyesatannya, dan orang-orang yang karena penyesatannya berbuat syirik kepada Allah dengan menyembah selain Allah di samping menyembah Allah
وَإِذَا بَدَّلْنَآ ءَايَةًۭ مَّكَانَ ءَايَةٍۢ ۙ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُنَزِّلُ قَالُوٓا۟ إِنَّمَآ أَنتَ مُفْتَرٍۭ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ ﴿١٠١﴾
Jika Kami menasakh hukum satu ayat dari Al-Qur`ān dengan ayat lainnya -tentu Allah lebih mengetahui tentang apa yang Dia nasakh dari Al-Qur`ān untuk suatu hikmah dan lebih mengetahui apa yang tidak dihapus darinya- maka mereka berkata, "Kamu itu -wahai Muhammad- hanyalah seorang pendusta yang berbohong atas nama Allah." Mereka berkata demikian karena mereka tidak mengetahui bahwa penasakhan hukum tertentu terjadi karena untuk tercapainya hikmah Ilahiah yang besar
قُلْ نَزَّلَهُۥ رُوحُ ٱلْقُدُسِ مِن رَّبِّكَ بِٱلْحَقِّ لِيُثَبِّتَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهُدًۭى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ ﴿١٠٢﴾
Katakanlah kepada mereka -wahai Rasul-, “Yang menurunkan Al-Qur`ān ini adalah Jibril -'alaihissalām- dari sisi Allah - Subḥānahu- dengan kebenaran yang tidak disertai kesalahan, pergantian, maupun penyelewengan padanya. Tujuannya adalah untuk meneguhkan keimanan orang-orang yang beriman kepada Allah setiap ada bagian dari Al- Qur`ān turun dan sebagian darinya dinasakh. Juga agar hal itu menjadi hidayah bagi mereka kepada kebenaran dan kabar gembira bagi kaum muslimin karena apa yang mereka dapatkan darinya, yaitu pahala yang mulia.” لغ ب Al-Qur’an · Tafsir ى ى
وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُۥ بَشَرٌۭ ۗ لِّسَانُ ٱلَّذِى يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِىٌّۭ وَهَـٰذَا لِسَانٌ عَرَبِىٌّۭ مُّبِينٌ ﴿١٠٣﴾
Kami telah mengetahui bahwa orang-orang musyrikin berkata, "Seseungguhnya Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diajari Al-Qur`ān oleh seseorang." Mereka berdusta dalam tuduhan mereka karena bahasa orang yang mereka tuduh mengajari Muhammad Al-Qur`ān adalah bahasa asing, sedangkan Al-Qur`ān ini turun dengan bahasa Arab yang jelas dengan tingkat balagah yang tinggi. Lalu bagaimana mereka bisa menuduh bahwa Muhammad mempelajari Al- Qur`ān ini dari orang asing?!
إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ لَا يَهْدِيهِمُ ٱللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿١٠٤﴾
Sesungguhnya orang-orang yang tidak membenarkan ayat-ayat Allah bahwa ia turun dari sisi-Nya maka Allah tidak membimbing mereka kepada petunjuk selama mereka bersikukuh di atas kesesatan. Bagi mereka azab yang menyakitkan karena kekufuran mereka kepada Allah dan pendustaan mereka kepada ayat-ayat-Nya
إِنَّمَا يَفْتَرِى ٱلْكَذِبَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَـٰذِبُونَ ﴿١٠٥﴾
Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bukanlah pendusta dalam ajaran yang dia bawa dari sisi Tuhannya. Yang membuat kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak membenarkan ayat-ayat Allah karena mereka tidak takut terhadap azab Allah dan tidak berharap akan pahala-Nya. Mereka yang memiliki sifat kekufuran itulah orang-orang pendusta karena kedustaan sudah menjadi kebiasaan mereka
مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ إِيمَـٰنِهِۦٓ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُۥ مُطْمَئِنٌّۢ بِٱلْإِيمَـٰنِ وَلَـٰكِن مَّن شَرَحَ بِٱلْكُفْرِ صَدْرًۭا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌۭ ﴿١٠٦﴾
Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah beriman maka mereka akan ditimpa kemurkaan Allah dan azab yang besar; kecuali orang yang dipaksa melakukan kekafiran, lalu dia mengucapkan kalimat kufur dengan lisannya sedangkan hatinya tetap kokoh dengan keimanan dan yakin terhadap hakikatnya (karena ia masih beriman). Akan tetapi, orang yang hatinya tenteram dengan kekufuran, lalu lebih memilih kekufuran dibandingkan keimanan dan mengucapkan kekufuran secara sukarela maka dia telah murtad dari Islam dan bagi mereka kemurkaan Allah dan azab yang besar
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ ٱسْتَحَبُّوا۟ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا عَلَى ٱلْـَٔاخِرَةِ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَـٰفِرِينَ ﴿١٠٧﴾
Mereka murtad dari Islam karena mereka lebih mementingkan harta dunia yang mereka dapatkan sebagai balasan atas kekufuran mereka daripada pahala akhirat. Juga karena Allah tidak membimbing kaum yang kafir untuk meraih keimanan, tetapi sebaliknya Dia menghinakan mereka
أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَـٰرِهِمْ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَـٰفِلُونَ ﴿١٠٨﴾
Orang-orang yang murtad sesudah beriman itu adalah orang-orang yang Allah tutup hati mereka rapat-rapat sehingga mereka tidak memahami berbagai nasihat, Dia menyumbat pendengaran mereka sehingga tidak mendengar apa yang bermanfaat bagi mereka, dan Dia menutup penglihatan mereka sehingga mereka tidak melihat berbagai petunjuk yang menuntun kepada iman. Mereka adalah orang-orang yang tidak peduli dengan sebab-sebab kebahagiaan dan kesengsaraan dan tidak peduli dengan apa yang Allah ancamkan bagi mereka, yaitu azab. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
لَا جَرَمَ أَنَّهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ ﴿١٠٩﴾
Benar, sesungguhnya mereka itu pada hari Kiamat adalah orang-orang yang merugi. Merekalah orang-orang yang merugikan diri mereka karena kekufuran mereka sesudah mereka beriman, padahal seandainya mereka berpegang teguh dengannya niscaya mereka pasti masuk surga
ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ مِنۢ بَعْدِ مَا فُتِنُوا۟ ثُمَّ جَـٰهَدُوا۟ وَصَبَرُوٓا۟ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعْدِهَا لَغَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ ﴿١١٠﴾
Kemudian Tuhanmu -wahai Rasul- adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada orang-orang lemah dari kaum mukminin yang berhijrah dari Makkah ke Madinah sesudah orang-orang musyrikin menyiksa mereka hingga mereka terpaksa mengucapkan kalimat kekufuran sekalipun hati mereka tetap tenteram dengan keimanan, kemudian mereka berjihad di jalan Allah agar kalimat Allah menjadi yang tertinggi dan kalimat orang-orang kafir menjadi yang paling rendah, serta mereka bersabar atas penderitaan yang mereka alami. Sesungguhnya Tuhanmu sesudah fitnah yang menimpa mereka tersebut dan penyiksaan yang mendera mereka hingga mereka mengucapkan kalimat kekufuran adalah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang kepada mereka karena mereka tidak mengucapkan kalimat kekufuran kecuali dalam keadaan terpaksa
۞ يَوْمَ تَأْتِى كُلُّ نَفْسٍۢ تُجَـٰدِلُ عَن نَّفْسِهَا وَتُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍۢ مَّا عَمِلَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ ﴿١١١﴾
Ingatlah -wahai Rasul- akan hari di saat setiap orang datang membela dirinya sendiri dan tidak membela orang lain karena beratnya keadaan dan saat itu setiap jiwa diberi balasan atas perbuatannya, baik berupa kebaikan ataupun keburukan. Mereka tidak dizalimi dengan pengurangan kebaikan mereka atau penambahan keburukan mereka
وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًۭا قَرْيَةًۭ كَانَتْ ءَامِنَةًۭ مُّطْمَئِنَّةًۭ يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًۭا مِّن كُلِّ مَكَانٍۢ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ بِمَا كَانُوا۟ يَصْنَعُونَ ﴿١١٢﴾
Allah membuat perumpamaan suatu negeri, yaitu Makkah sebagai negeri yang aman, penduduknya tidak ketakutan, mereka hidup tenang sementara manusia di sekitarnya hidup dalam ketakutan. Rezeki penduduk Makkah datang dengan mudah dari segala penjuru, namun penduduknya kufur kepada nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada mereka dan mereka tidak mensyukurinya. Sebab itu, Allah membalas mereka dengan kelaparan dan ketakutan berat yang dampaknya terlihat pada tubuh mereka sehingga ketakutan dan keguncangan itu seperti pakaian pada mereka sebagai akibat kekufuran dan pendustaan yang mereka lakukan
وَلَقَدْ جَآءَهُمْ رَسُولٌۭ مِّنْهُمْ فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمُ ٱلْعَذَابُ وَهُمْ ظَـٰلِمُونَ ﴿١١٣﴾
Telah datang kepada penduduk Makkah seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, mereka mengenalnya dengan sifat amanah dan jujurnya. Dialah Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, tetapi mereka malah mendustakannya dalam ajaran yang diturunkan oleh Tuhannya kepadanya. Oleh sebab itu, azab Allah pun turun menimpa mereka berupa kelaparan dan ketakutan. Mereka adalah orang-orang yang menzalimi diri mereka dengan menjerumuskannya ke dalam kubangan kebinasaan tatkala mereka menyekutukan Allah dan mendustakan Rasul-Nya. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
فَكُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَـٰلًۭا طَيِّبًۭا وَٱشْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ ﴿١١٤﴾
Makanlah kalian -wahai para hamba- dari apa yang Allah -Subḥānahu- rezekikan kepada kalian selama ia halal dan dari jenis yang baik untuk dimakan, serta syukurilah nikmat Allah yang Dia berikan kepada kalian dengan cara mengakui bahwa ia bersumber dari Allah dan menggunakannya untuk hal-hal yang Allah ridai, bila kalian menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu
إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةَ وَٱلدَّمَ وَلَحْمَ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ لِغَيْرِ ٱللَّهِ بِهِۦ ۖ فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍۢ وَلَا عَادٍۢ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ ﴿١١٥﴾
ر حيم Allah telah mengharamkan sebagian makanan atas kalian, yaitu hewan yang mati tanpa disembelih bila ia dari jenis hewan sembelihan, darah yang mengalir, seluruh tubuh babi, dan hewan yang disembelih untuk mendekatkan diri kepada selain Allah. Pengharaman ini berlaku dalam kondisi lapang, karena itu barang siapa terdesak oleh keadaan darurat untuk makan apa yang disebutkan ini, lalu dia makan tanpa ada keinginan untuk makan yang haram dan tanpa melebihi batas kebutuhan maka ia tak berdosa atasnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Dia mengampuninya atas apa yang dia makan, lagi Maha Penyayang kepadanya tatkala Dia membolehkan hal itu untuknya dalam keadaan darurat
وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ ٱلْكَذِبَ هَـٰذَا حَلَـٰلٌۭ وَهَـٰذَا حَرَامٌۭ لِّتَفْتَرُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ ﴿١١٦﴾
Jangan berkata wahai orang-orang musyrikin berdasarkan apa yang diucapkan oleh lisan-lisan kalian berupa kebohongan atas nama Allah, “Ini halal dan itu haram”, dengan maksud membuat-buat kebohongan atas nama Allah dengan mengharamkan apa yang tidak Allah haramkan atau menghalalkan apa yang tidak Allah halalkan. Sesungguhnya orang-orang yang membuat kebohongan atas nama Allah tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, dan tidak selamat dari apa yang mereka khawatirkan. متع قليل ولهم عذاب أليم
مَتَـٰعٌۭ قَلِيلٌۭ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ ﴿١١٧﴾
Bagi mereka kesenangan yang sedikit dan rendah sebagai hasil dari hawa nafsu yang mereka turuti di dunia, dan bagi mereka azab yang pedih pada hari Kiamat kelak
وَعَلَى ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ حَرَّمْنَا مَا قَصَصْنَا عَلَيْكَ مِن قَبْلُ ۖ وَمَا ظَلَمْنَـٰهُمْ وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ ﴿١١٨﴾
Adapun untuk orang-orang Yahudi secara khusus maka Kami mengharamkan apa yang telah Kami beritakan kepadamu (sebagaimana dalam surah al-An'ām ayat 146). Kami tidak menzalimi mereka manakala Kami mengharamkan hal itu atas mereka, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang menzalimi diri mereka sendiri ketika mereka melakukan hal-hal yang mendatangkan hukuman. Sebab itu, Kami membalas mereka atas pelanggaran mereka dan Kami mengharamkan hal itu bagi mereka sebagai hukuman atas mereka
ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ عَمِلُوا۟ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَـٰلَةٍۢ ثُمَّ تَابُوا۟ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوٓا۟ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعْدِهَا لَغَفُورٌۭ رَّحِيمٌ ﴿١١٩﴾
Kemudian Tuhanmu -wahai Rasul- Maha Pengampun kepada orang-orang yang melakukan keburukan karena tidak tahu akibatnya sekalipun mereka sengaja melakukannya, lalu mereka bertobat kepada Allah sesudah melakukan لغ ب Al-Qur’an · Tafsir keburukan tersebut dan memperbaiki amal perbuatan mereka yang rusak, sesungguhnya Tuhanmu sesudah tobat itu Maha Pengampun bagi dosa-dosa mereka dan Maha Penyayang kepada mereka
إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ كَانَ أُمَّةًۭ قَانِتًۭا لِّلَّهِ حَنِيفًۭا وَلَمْ يَكُ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ﴿١٢٠﴾
Sesungguhnya Ibrahim adalah orang yang menyatukan sifat-sifat kebaikan, senantiasa taat kepada Tuhannya, menyimpang dari semua agama batil dan menuju agama Islam, dan dia tak pernah termasuk golongan kaum musyrikin
شَاكِرًۭا لِّأَنْعُمِهِ ۚ ٱجْتَبَىٰهُ وَهَدَىٰهُ إِلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ ﴿١٢١﴾
Dia adalah orang yang bersyukur atas nikmat-nikmat yang Allah berikan kepadanya. Allah memilihnya untuk menjadi nabi dan membimbingnya kepada agama Islam yang lurus
وَءَاتَيْنَـٰهُ فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةًۭ ۖ وَإِنَّهُۥ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ ﴿١٢٢﴾
Kami menganugerahkan Ibrahim di dunia kenabian, sanjungan yang baik, dan anak yang saleh. Adapun di akhirat maka ia termasuk orang-orang saleh yang Allah siapkan bagi mereka derajat-derajat yang tinggi di surga
ثُمَّ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ أَنِ ٱتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًۭا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ﴿١٢٣﴾
Kemudian Kami mewahyukan kepadamu -wahai Rasul- agar kamu mengikuti agama Ibrahim dalam persoalan tauhid, berlepas diri dari orang-orang musyrikin, berdakwah kepada Allah, dan mengamalkan syariat-Nya, seraya menyimpang dari segala agama demi menuju agama Islam. Dia bukanlah termasuk orang musyrik sebagaimana yang dituduhkan oleh kaum musyrikin, sebaliknya dia adalah orang yang menauhidkan Allah
إِنَّمَا جُعِلَ ٱلسَّبْتُ عَلَى ٱلَّذِينَ ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِ ۚ وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ فِيمَا كَانُوا۟ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ﴿١٢٤﴾
Pengagungan hari Sabtu hanya ditetapkan sebagai kewajiban atas orang-orang Yahudi ketika mereka berselisih tentangnya agar pada hari itu mereka meninggalkan kesibukan hidup untuk fokus pada ibadah sesudah mereka berbuat kesalahan pada hari Jumat yang mereka diperintahkan agar mengkhususkan beribadah padanya. Sesungguhnya Tuhanmu -wahai Rasul- benar-benar akan menetapkan keputusan-Nya di antara mereka yang berselisih pada hari Kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan, lalu membalas masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya. لغ ب Al-Qur’an · Tafsir
ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَـٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ ﴿١٢٥﴾
Berdakwalah -wahai Rasul- kepada agama Islam, kamu dan orang-orang beriman yang mengikutimu dengan cara yang sesuai dengan keadaan objek dakwah, serta pemahaman dan ketundukannya, melalui nasihat yang mengandung motivasi dan peringatan, dan debatlah mereka dengan cara yang lebih baik dari sisi perkataan, pemikiran, dan akhlak. Kamu tidak bertugas memberi manusia hidayah, akan tetapi tugasmu hanya menyampaikan kepada mereka. Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang tersesat dari agama Islam dan Dia lebih mengetahui siapa yang mendapatkan petunjuk, karena itu jangan sia-siakan dirimu dengan kesedihan mendalam atas mereka
وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا۟ بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُم بِهِۦ ۖ وَلَئِن صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌۭ لِّلصَّـٰبِرِينَ ﴿١٢٦﴾
Bila kalian hendak menghukum musuh kalian maka hukumlah dengan hukuman seperti yang mereka lakukan terhadap kalian, tidak lebih. Namun, bila kalian bersabar dengan tidak membalas mereka padahal kalian mampu untuk membalasnya maka hal itu lebih baik bagi orang-orang yang sabar di antara kalian daripada menghukum mereka
وَٱصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِى ضَيْقٍۢ مِّمَّا يَمْكُرُونَ ﴿١٢٧﴾
Bersabarlah -wahai Rasul- atas apa yang menimpamu dari berbagai gangguan mereka. Tidaklah kesanggupanmu dalam bersabar kecuali karena adanya taufik dari Allah kepadamu. Sebab itu, janganlah bersedih hanya karena orang- orang kafir berpaling darimu, serta janganlah bersempit dada hanya karena adanya tipu daya dan makar yang mereka lakukan
إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوا۟ وَّٱلَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ ﴿١٢٨﴾
Sesungguhnya Allah bersama orang-orang bertakwa yang tidak bermaksiat kepada-Nya dan orang-orang yang berbuat baik dengan melakukan ketaatan serta melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka. Allah senantiasa bersama mereka dengan pertolongan dan dukungan-Nya. Sumber: Al-Mukhtashar fi Tafsir Al-Qur’an Al-Karim