((اللَّهُمَّ عَبْدُكَ وَابْنُ أَمَتِكَ احْتَاجَ إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ، إِنْ كَانَ مُحْسِناً فَزِدْ فِي حَسَنَاتِهِ، وَإِنْ كَانَ مُسِيئاً فَتَجَاوَزْ عَنْهُ)).
“Ya Allah, (mayat ini) adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, dia membutuhkan rahmat-Mu, Engkau tidak membutuhkan untuk menyiksanya. Apabila dia baik, tambahkanlah kebaikannya, dan apabila dia jahat, maka ampunilah dosanya“. (1) ------------- 1) Riwayat Hakim, dia menshahihkan hadits ini dan disetujui oleh adz-Dzahaby: 1/359. Lihat Ahkaamul janaaiz oleh Syeikh Al Albani, hal. 125.
Dengarkan · Suara Hamad al-Duraiham