((اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نعْبُدُ، وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ، وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إِنَّ عَذَابَكَ بِالكَافِرِينَ مُلْحَقٌ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعينُكَ، وَنَسْتَغْفِرُكَ، وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ، وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ، وَنَخْضَعُ لَكَ، وَنَخْلَعُ مَنْ يَكْفرُكَ)).
“Ya Allah, sesungguhnya kami menyembah-Mu, kepada-Mu kami shalat dan sujud, kepada-Mu kami berusaha dan melayani. Kami mengharapkan rahmat-Mu, kami takut akan siksa-Mu, sesungguhnya siksaan-Mu akan menimpa orang-orang yang kafir. Ya Allah, kami mohon pertolongan dan ampunan kepada-Mu. Kami memuji kebaikan-Mu, kami beriman kepada-Mu, kami tunduk (pada ajaran-Mu) dan kami berlepas diri dari orang-orang yang kufur kepada-Mu“. ---------------- 1) Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubra, sanadnya shahih: 2/211, Syeikh Al Albani menshahihkannya dalam Irwa`ul Ghalil: 2/170, hadits ini mauquf pada Umar radhiyallahu ‘anhu.
Dengarkan · Suara Hamad al-Duraiham